Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 7 Hujan



"baiklah ayo pulang sekarang sudah sore dan aku rasa sebentar lagi hujan akan turun" kata Mark dan mengambil tasnya yang tidak jauh dari Mark, Nana pun melakukan hal yang sama


"sudah selesai??" tanyanya dan Nana pun mengangguk "ayo" kata Mark lagi dan langsung menggandeng tangan Nana keluar dari perpustakaan menuju depan sekolah bersama sama


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sesampainya mereka di depan pintu sekolah mereka dihadapkan dengan hujan yang cukup lebat di luar


"hah... ternyata sudah hujan... kurasa kita tidak bisa pulang sekarang" kata Nana mendesah kecewa


"dan aku lupa membawa payung" sambungnya lagi sambil melihat kearah awan dan dia merasa hujan tidak akan berhenti


Mark yang melihat Nana yang seperti itu pun hanya tertawa kecil karena Mark merasa Nana sangat lucu dan terlihat imut sekarang


"ayo, aku akan mengantarkan mu ke rumah" kata Mark dan membuat Nana melihat kearah Mark dengan cepat


"hmmm... tidak perlu" kata Nana menolak "tapi terima kasih karena telah bertanya" sambungnya lagi dengan tersenyum kearah Mark


dan itu membuat Mark ingin sekali mencubit pipi tembem nya Nana


Mark pun sedikit menunduk supaya tingginya sejajar dengan Nana dan mendekatkan wajahnya ke arah Nana


Nana yang melihat itu pun terlihat malu dan muka Nana menjadi sedikit memerah karena Mark yang terlalu dekat dengannya


"lihatlah hujan masih deras dan aku rasa akan lama kalau menunggunya berhenti, dan ini sekarang sudah hampir gelap... jadi biarkan aku mengentarmu ke rumahmu okay?"


Nana berpikir sejenak "baiklah" kata Nana


"ayo" kata Mark yang langsung menarik Nana kearah parkiran motor nya berada sesampainya di parkiran motor Mark langsung memasangkan helm nya pada Nana


"naiklah" dengan itu pun Nana langsung naik ke motor Mark meskipun sedikit susah naiknya dikarenakan motor Mark cukup tinggi


"pegangan yang erat okay" kata Mark dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi


dan itu pun membuat Nana langsung reflek memeluk pinggang Mark dengan erat, Mark yang merasakan pinggangnya di peluk Nana pun langsung tersenyum senang


"pelan-pelan sedikit" kata Nana yang sangat ketakutan


dan Mark pun memelankan sedikit kecepatan motornya


"hmmm rumahku ada di jalan xxx xxx xxx" kata Nana memberi tahu alamat rumahnya tetapi tidak ada tanggapan dari Mark


tubuh Mark dan Nana basah kuyup karena hujan yang bertambah deras ketika mereka sedang di jalan


itu membuat mereka sedikit menggigil karena kedinginan


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


~Time Skip~


setelah perjalanan yang cukup singkat karena Mark melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata, Mark pun menghentikan motornya tepat di depan rumah nya Nana


"kita telah sampai"


tetapi Nana tidak mendengar kata Mark tadi dan masih saja memeluk erat Mark dari belakang dengan mata tertutup


"apakah dengan memelukku begitu membuatmu nyaman hmm??" kata Mark karena masih merasa kan Nana yang memeluknya erat


Nana yang mendengar kata Mark tadi pun pelan pelan membuka matanya dan langsung melihat keadaan sekitarnya


Nana yang baru sadar mereka telah sampai pun langsung saja melepas pelukannya pada Mark dan turun dari motor dengan wajah Nana yang sudah memerah karena malu


Nana yang malu pun langsung berdehem dan melepaskan helm yang dipakainya lalu memberikannya kepada Mark


"terima kasih" ucap Nana


"ingin mampir sebentar?" kata Nana yang melihat Mark menyalakan motornya kembali karena Nana tau kalau Mark pergi sekarang pasti dia akan pulang dengan keadaan basah kuyup karena hujan yang semakin deras dan sepertinya sebentar lagi ada badai


"hmmm" Mark yang masih berfikir


"masuklah sebentar untuk menunggu hujan reda" kata Nana meyakinkan Mark


"baiklah kalau begitu" kata Mark dan langsung mematikan kembali motornya


mereka berdua pun masuk ke dalam rumah Nana bersamaan


sesampainya diruang tamu Mark langsung saja melepas jaketnya yang sudah basah dan meletakkan tasnya di sofa terdekat


Nana yang melihat Mark melepas jaketnya pun terkesima karena ketika Mark melepas jaketnya Nana bisa melihat bentuk tubuh Mark di balik bajunya yang telah basah


"Astaga!!! dia terlihat sangat seksi" gumam Nana dalam hatinya dan masih memperhatikan bentuk tubuh Mark tanpa berkedip


"sudah puas melihatnya??" kata Mark yang melihat Nana menatap tubuhnya


mendengar kata itu pun wajah Nana langsung saja memerah dan Nana mencoba mengalihkan pandangannya dari tubuh Mark


"si.siapa ya.ng .me.melihat.mu" kata Nana tergagap dan hal tersebut langsung membuat Mark tertawa kecil karena sikapnya Nana yang menurutnya sangat imut


Nana yang merasa dirinya di tertawa kan Mark pun langsung mengalihkan pembicaraan


"aku akan membawakan pakaian ganti untuk mu"


"hmmm baiklah"


"tunggulah disini sebentar" kata Nana dan langsung menuju ke kamarnya sendiri untuk berganti baju terlebih dahulu, setelah selesai Nana langsung masuk ke kamar lain yang ada di rumahnya untuk mengambil beberapa pakaian untuk Mark


"ini pakailah" kata Nana menyerahkan pakaian cowok kepada mark


"pakaian cowok??" kata Mark yang bingung kenapa ada pakaian cowok di rumahnya Nana dan itu pun langsung membuat Mark merasa cemburu dan takut. Mark takut kalau saja Nana telah memiliki pacar atau bisa jadi tunangan.


"ini pakaian kakakku pakailah"


"benarkah?!! baiklah" ucap Mark senang karena dia yakin pasti Nana masih singel "syukurlah masih ada kesempatan" kata Mark dalam hatinya


"kamar mandi ada di sebelah sana" ucap Nana menunjuk kamar yang berada di ujung sebelah kiri


melihat Mark yang telah masuk ke kamar mandi Nana pun langsung menuju ke dapur untuk memasak beberapa makanan untuk dirinya dan Mark


Mark yang telah selesai berganti baju pun langsung keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di sofa tempat tasnya tergeletak tadi dan dia membuka handphone nya untuk melihat apakah ada panggilan atau pesan masuk


setelah itu Mark pun memandang kearah Nana yang sedang asik memasak


"sungguh istri idaman banget" gumam Mark yang masih menatap Nana yang menurutnya sangat cantik ketika sedang memasak


Mark pun langsung berdiri menuju dapur dan langsung memeluk Nana dari belakang


"masak apa??"


Nana yang yang merasakan ada dua tangan kekar yang memeluknya pun membuat Nana membeku di tempatnya


"apa yang kamu masak" tanya Mark sekali lagi berbisik dengan suara yang merdu di telinga Nana, dan tangannya Mark masih saja melingkari pinggang nana


Nana pun langsung berbalik dan membuat mereka berhadapan kini tangan Mark berada di samping tubuh Nana sekarang, dan memerangkap tubuh Nana yang terjepit di antara meja dapur dan Mark


wajah Mark sangat dekat dengan wajah Nana dan hal itu pun membuat jantung Nana berdetak dengan cepat dan liar


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bersambung~~~