Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 26 Bekal



sesampainya Nana di ruang tamu, betapa terkejutnya Nana ketika melihat Mark yang telah berada di sana bersama kedua orang tuanya


"Mark!!!"


"kalian saling kenal??" tanya Maria kepada anaknya yang terlihat terkejut karena kedatangan tamunya


"kami berteman Tante dan kami juga satu kelas" jawab Mark


"benarkah??? baguslah kalau begitu" ucap Maria senang "Nana ayo duduk kesini" sambungnya lagi. Nana pun menuruti apa kata ibunya dan duduk di samping ibunya yang memang di sana saja ada tempat yang kosong


"nah sayang perkenalkan ini adalah sahabat ayah namanya adalah Daniel dan yang di sampingnya adalah putera nya dan ayah yakin pasti kalian sudah saling kenal" ucap Simon memperkenalkan sahabatnya


"selamat malam tuan Daniel, nama saya Nana"


"gak perlu manggil tuan, panggil saja om Dan gitu" kata Daniel ramah dan di jawab anggukkan oleh Nana


"bagaimana kalau kita langsung saja makan malam" ucap Maria


"benar sekali, istriku sudah memasak makanan yang banyak untuk menyambut kedatangan kalian"


"baiklah" mereka semua pun menuju ruang makan dan memulai acara makan malam mereka dengan obrolan yang asik


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


setelah acara makan malam bersama tersebut orang tua Mark dan Nana pun melanjutkan obrolan mereka kembali di ruang tamu, sedangkan Nana dan Mark sekarang saat ini sedang asik bermain game di ruang game


"ihhh Mark!!! mengalah sedikit dong!!!" ucap Nana yang tidak terima karena Mark jago sekali bermain gamenya


"dirimu saja yang payah bermain, kenapa menyalahkan ku"


"dasar curang!!! aku tidak ingin bermain lagi!!" ucap Nana melempar konsol game nya dan mendudukkan dirinya di sofa sambil mempoutkan bibirnya kesal


"ayolah kita bermain game sekali lagi" bujuk Mark pada Nana


"gak mau!!! pasti aku akan kalah lagi" jawab Nana yang semakin kesal karena mengingat dirinya yang selalu kalah


"aku akan mengalah... jadi ayo"


"baiklah!! awas aja kalau kamu menang lagi" ancam Nana dan mereka pun mulai bermain game lagi


"Mark!!! kamu bilang tadi akan mengalah!!!" teriak Nana kencang dengan segala kekesalannya


"woahh teriakan mu bisa menghancurkan rumah ini kurasa"


"gak peduli!!! jawab saja pertanyaan ku"


"aku telah mengalah tapi cuma kamu nya aja yang buruk dalam bermain" jawab Mark santai kemudian duduk di sofa mengistirahatkan badannya


"itu karena aku bukan pemain game yang pro!!! aku baru saja belajar ...." lirih Nana dan ikut mendudukkan dirinya di samping Mark, mengambil potongan buah apel yang tersedia di meja tersebut


"salah sendiri gak pro" ejek Mark pada Nana


"tapi baby ak--" langsung saja Nana menutup mulutnya dengan tangannya ketika dia tidak sadar mengucapkan kata tersebut


"kamu bilang apa tadi?? coba ulangi sekali lagi" perintah Mark dengan seringai seksi yang terpampang jelas di wajah tampannya


menyadari Mark yang mendekat pun Nana langsung saja mendirikan badannya dan mencoba menjauh dari Mark


"ti.tidak a.ada... a.aku gak bi.bilang apa-apa tadi" kilah Nana dengan gugup dan terus saja mundur menjauhi Mark


sedangkan Mark yang terus saja mendekati Nana pun hanya tersenyum senang di karenakan melihat Nana yang gugup olehnya disertai juga dengan wajahnya yang sudah memerah padam


"katakan saja lagi!! aku menyukainya" ucap Mark yang semakin mendekat ke arah Nana, membuat punggung Nana menabrak dinding di sebelah komputer game


"Ma.marrk lupakan saja ten.tentang itu" kata Nana dengan gugupnya dan mencoba mendorong Mark menjauh dikarenakan sekarang Mark telah berhasil memerangkap dirinya


"tidak semudah itu" bisik Mark parau beserta seringai nya dan semakin mendekatkan wajahnya pada Nana


Nana yang merasakan Mark semakin mendekat pun hanya pasrah menerima nasib nya tetapi sebelum itu terjadi, terdengar ketukan dari pintu yang mengganggu aksi Mark


"Nana??Mark?? kalian ada di dalam" tanya Maria dari luar


"i.iya Bu, Nana ada di dalam" jawab Nana dan mendorong cepat Mark menjauh lalu membukakan pintu


"Mark dimana?? kata ayahnya mereka akan pulang" ucap Maria setelah melihat Nana membukakan pintu


"Mark di sini Tante" jawab Mark yang berada di belakang Nana "kalau begitu Mark turun dulu" sambungnya lalu melangkahkan kakinya menuju ke bawah bertemu ayahnya di ikuti oleh Nana dan ibunya


"ayah"


"Mark... sekarang kita akan pulang"


"kalau begitu kami pulang terlebih dahulu Simon" ucap ayah Mark kepada ayah Nana dan mereka pun saling berpelukkan


"berhati-hatilah dijalan Daniel" ucap ayah Nana


"berkunjunglah ke sini lagi apabila kalian tidak sibuk" ucap Maria kepada Mark dan ayahnya


"pastinya" jawab Mark dengan seringai nya dan menatap lurus ke arah Nana, sedangkan Nana yang di tatap seperti itu pun langsung saja mengalihkan pandangannya dengan cepat karena malu


"kami pergi dulu" dengan itu pun Mark dan ayahnya pergi menuju mobil mereka dan melaju ke mansion mereka


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


pagi harinya, sekarang Nana sedang bersiap untuk berangkat ke sekolah. sesampainya di dapur Nana di suguhkan dengan banyaknya makanan buatan ibunya yang sungguh menggoda selera


"selamat pagi ibu!! ayah!!!" ucap Nana mencium pipi kedua orang tua nya


"selamat pagi sayang" ucap mereka


"makanannya banyak banget!!! Nana gak sabar memakan semuanya" ucap Nana gembira


"makanlah yang banyak sayang... oh iya!!! jangan lupa juga membawa ini" kata Maria kepada Nana menunjukkan dua kotak bekal makanan


"dua??? satunya untuk siapa??" tanya Nana bingung


"satunya untuk Mark"


"kenapa???" tanya Nana lagi tidak percaya, padahal orang tua nya hanya satu kali bertemu dengan Mark tetapi sudah sangat menyukai Mark


"sstthh... jangan banyak nanya!! siapa tau kan dia bisa jadi calon mantu ibu nantinya" jawab Maria Nana dengan entengnya, membuat Nana membuka mulutnya lebar seakan tidak percaya dengan pendengarannya tadi


"jangan lupa untuk memberikannya nanti" ucap Maria mengingatkan sekali lagi


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


selesai makan Nana pun langsung saja berpamitan kepada kedua orang tua nya dan keluar dari rumah untuk berangkat tidak lupa juga dia membawa bekal untuk Mark


tetapi ketika baru saja Nana keluar, Nana di suguhkan dengan pemandangan Mark yang sedang bersandar di pintu mobilnya seperti sedang menunggu seseorang


"Mark??? sedang apa disini??" tanya Nana yang telah berada di depan Mark


"menjemputmu" jawab Mark santai dan membuka pintu mobilnya untuk Nana


"aku???" tanya Nana sekali lagi sambil menunjuk dirinya sendiri


"hn. masuklah" ujar Mark menarik tangan Nana untuk segera masuk ke mobilnya sedangkan Nana hanya menurut saja dengan apa yang di katakan oleh Mark


Mark pun ikut masuk juga ke dalam mobilnya dan langsung saja melajukan mobil tersebut menuju ke sekolah mereka


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sesampainya mereka di kelas Nana pun langsung saja memberikan bekal tadi untuk Mark


"ini" kata Nana menyerahkan salah satu bekal buatan ibunya tadi


"untukku??" tanya Mark


"iya.. tadi ibu yang bilang kalau ini untuk mu"


"baiklah dan sampaikan terima kasih ku pada ibumu" jawab Mark tersenyum tipis kearah Nana dan di jawab anggukkan kepala dari Nana


"nanti ketika istirahat ikut aku" bisik Mark pada Nana dikarenakan pak guru telah masuk ke ruangan kelas mereka


Nana yang mendengar ucapan dari Mark pun hanya menganggukkan kepalanya setuju dan melanjutkan konsentrasi nya kepada pelajaran


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bersambung~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u all


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ