Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 47 kencan



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sekarang ini Nana sekarang berada di dalam kamarnya, sedang menyisir rambutnya karena dia baru saja selesai mandi. tetapi kegiatan nya menjadi terhenti ketika mendengar ketukan dari pintu


"princess bolehkah aku masuk??" tanya Rama


"masuk saja Hubb" jawab Nana


"kenapa mengetuk pintu Hubb??? tidak seperti biasanya??" tanya Nana bingung setelah melihat Rama mendekat kearah nya karena biasanya setiap masuk ke dalam kamar mereka tidak pernah mengetuk pintu satu sama lain


"tidak... hanya saja aku lihat princess tersayang Hubb ini sudah dewasa karena telah memiliki pacar" goda Rama pada Nana yang sontak saja membuat wajah Nana merona seketika


"meskipun telah dewasa tetapi gadis manis di hadapan mu ini tetaplah adik tersayang mu Hubb" ucap Nana dengan penuh gembira nya


"tapi dirimu tidak marah kan??" kata Nana kembali seraya menatap Rama


"tidak princess... untuk apa diriku marah hmm?? aku akan selalu mendukung hubungan kalian" jawab Rama tersenyum sambil mengelus-elus rambut Nana


"tapi dengan satu syarat" sambung Rama lagi membuat Nana penasaran


"kalau dia menyakitimu sedikit saja aku tidak akan segan-segan membawamu pergi menjauh darinya, mengerti??" ucap Rama serius dan dijawab oleh anggukkan kepala dari Nana


"aku mengerti Hubb" senyum Nana


"baiklah kalau begitu setelah selesai bersiap, turunlah ke bawah kita makan" kata Rama dan melangkahkan kakinya keluar kamar Nana


setelah selesai menyisir rambutnya Nana pun mulai melangkahkan kakinya menuju ruang makan tetapi baru saja beberapa langkah berjalan, aksinya terhenti dikarenakan dering telepon masuk dari ponselnya


Nana yang melihat id penelepon pun langsung saja membuat matanya berbinar dikarenakan yang tengah menelponnya adalah Mark dan tidak membuang-buang waktu lagi Nana pun langsung saja mengangkat telponnya


OTP


"halo??"


"hai princess, sedang apa??"


"hanya ingin makan bersama Hubb, ada apa??"


"hari ini sibuk gak??"


"gak kok emangnya kenapa??"


"hari ini kita kencan oke??"


"hmm bisa"


"baiklah, sebentar lagi aku jemput"


"iya"


"bye princess"


"bye"


selesai menutup telponnya pun Nana langsung saja melompat-lompat kegirangan dikarenakan bahagia memikirkan bagaimana kencan mereka berdua nantinya


dengan perasaan senang dan bahagia pun Nana mulai turun kebawah menuju meja makan karena Rama telah menunggunya di sana


"dirimu yang memasak sendiri Hubb??" tanya Nana penasaran


"tentu saja cowok sempurna seperti diriku ini pastinya... gak bisa masak" jawab Rama dengan percaya dirinya sedangkan Nana menatap Rama dengan wajah tidak percaya dikarenakan ke-pedean Rama yang sudah tingkat tinggi itu


"ya kali aku masak pastinya pesan dong kan kasian tangan cantik dari hub tersayang mu ini nanti kerluka" sambung Rama lagi sambil mengedipkan mata nya kepada Nana


"dasar narsis tingkat tinggi" ejek Nana


"biarin aja yang penting tampan" ungkap Rama percaya diri


"yaudah cepat makan aku sudah lapar" ucap Nana yang mulai menyantap makanan nya karena bosan dengan ke pedean dari Hubb tersayang nya itu dan mereka pun makan dengan santai


"oh iya Hubb aku hari ini mau pergi jalan-jalan yah" ucap Nana seraya mengunyah makanannya


"jalan?? sama siapa??" selidik Rama, sifat over protective nya kembali


"sama Mark" jawab Nana santai


"ciee mau kencan yahh" goda Rama pada Nana


"apalah daya aku yang menjadi jomblo ini" sambung Rama dengan penuh dramatis membuat Nana menghela nafas nya pasrah kerena kelakuan kakaknya ini


"aku selesai" ucap Nana setelah selesai dengan makanan nya


"kok cepat banget"


"sebentar lagi pasti Mark datang jadi Nana harus bersiap dulu" ujar Nana langsung meninggalkan Rama yang masih berkutat dengan makanan nya


Nana pun langsung saja menuju kamarnya untuk bersiap


ketika Nana sedang memoleskan sedikit lip tint pada bibirnya Nana mendengar suara bel dari pintu depan "itu pasti Mark" batin Nana lalu mulai cepat mengambil tasnya yang sudah terletak di atas kasurnya


setelah mengambil tasnya Nana pun mulai melangkahkan kakinya menuju cermin dan melihat penampilan nya sekali lagi


Nana tersenyum ketika melihat pantulan diri nya di cermin "cantik" ucap Nana lalu mulai melangkahkan kakinya keluar kamar


dan ketika sedang menuruni tangga di sana Nana bisa melihat Mark yang sedang duduk di sofa bersama Rama


"Mark" panggil Nana ketika telah sampai di dekat mereka, sedangkan Mark yang terpanggil pun langsung saja menoleh kan wajahnya kearah Nana


"cantik" gumam Mark pelan


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Bersambung ~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u all ~~~


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ