Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 30 Saingan??



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sekarang ini Mark sedang berada di atap sekolah, mencoba untuk menenangkan dirinya dari segala kekesalannya dan amarahnya yang telah meluap-luap


"apakah sekarang aku memiliki saingan??!" ucap Mark frustasi


"gak mungkin!!! Nana milikku dan selamanya akan menjadi milikku" geram Mark lagi


"aku akan membuatnya berada di sisi ku apapun yang akan terjadi!!" mantap Mark lalu mulai mencoba menenangkan emosinya lagi dengan mengambil dan membuang nafasnya perlahan


"aku akan menjauh kan mereka berdua"


dirasa dirinya sudah sedikit tenang Mark pun mulai turun ke bawah menuju ruang kelasnya dikarenakan sebentar lagi


sesampainya Mark di dalam kelas di samping tempat duduknya di sana dia dapat melihat Nana yang sedang fokus mengerjakan sesuatu


Mark pun langsung saja melangkahkan kakinya menuju ke arah bangkunya yang tepat berada di samping Nana


setelah duduk di bangku nya Mark pun mulai menatap Nana dengan intens lagi seakan-akan matanya Mark memberi peringatan pada Nana untuk menjauh dari semua laki-laki yang mendekatinya


Nana yang merasakan seperti ada yang menatapnya pun langsung saja mencari keberadaan tatapan itu dan sontak saja mata Nana membulat terkejut dikarenakan Nana yang melihat bahwa Mark lah yang sedang menatapnya sekarang dengan tatapan yang sangat intens


"m.mark ada apa??" tanya Nana gugup ketika tatapan Mark yang masih saja menatap nya bahkan tidak berpaling sedikit pun


"tidak ada!!" jawab Mark dengan datar masih saja menatap kearah Nana


Nana yang di tatap seperti itu pun mulai merasakan bahwa pipinya mulai memerah karena malu di tatap terus menerus sedangkan debaran jantung nya pun mulai tidak terkontrol lagi


"astaga!!! ada apa dengannya!!! kenapa menatap ku terus!! sangat tidak baik untuk kesehatan jantung ku!!!" batin Nana frustasi lalu mencoba untuk fokus ke dalam pekerjaannya yang tertunda


tetapi ketika Nana ingin melanjutkan lagi pekerjaannya tadi tiba-tiba saja ada yang memanggilnya dan Nana hapal betul dengan suara tersebut


"princess!!!" teriak Rama sedikit nyaring sehingga semua perhatian murid yang berada di dalam kelas pun tertuju pada Rama


"Hubb?!!" ucap Nana dan langsung saja melangkah menuju Rama yang berasal di depan pintu kelas


sedangkan Mark yang melihat interaksi mereka berdua pun langsung saja merasa jengkel lagi


sedangkan di sisi lain kelas


"kalian mendengar itu??!!" ucap Sasu pada Ben dan Andy yang ada di sebelahnya


"iya. dan dia bilang...." jawab Andy yang masih dengan terkejutnya


"dia bilang Nana princess! berarti mereka kemungkinan besar sedang dalam hubungan. dan kurasa bad boy sekolah kita ini kalah" ucap Ben menggoda Mark dengan suara yang sedikit nyaring supaya terdengar mark yang memang tempat duduknya berada di depan Ben


Mark yang mendengar itu pun hanya berdecak kesal "meskipun mereka sedang berada dalam hubungan, aku pasti akan segera memisahkan mereka!" geram Mark yang masih tetap setia menatap Nana dan Rama di depan pintu


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


"Hubb ada apa ke sini??" tanya Nana sesampainya di depan Mark


"aku ingin meminjam baju olahraga mu princess karena baju olahraga ku masih belum ada" ucap Rama


"benarkah?? tapi apakah akan muat kan badannya aku kecil Hubb"


"benar juga yah" lesu Rama


"tunggu sebentar di sini Hubb aku akan mencoba meminjam baju dari teman ku" setelah mengucapkan itu pun Nana langsung saja masuk kedalam kelas dan menuju ke arah Mark


"hmmm... Mark bisakah aku meminjam baju olahraga mu??" tanya Nana sesampainya di samping Mark


"untuk apa??" jawab Mark datar


"itu... untuk Hubb, dia tidak memiliki pakaian olahraga karena baru masuk hari ini" jawab Nana sambil menunduk


Mark yang makin tambah kesal karena Nana mau meminta Mark untuk meminjamkan pakaiannya pada musuh cinta terbesarnya pun langsung saja menolak permintaan Nana


"tidak"


"ta.tapi ka---"


"tetap tidak" potong Mark cepat


"kumohon hmm... plisss" ucap Nana memelas dengan mata besarnya serta wajah cemberut nya yang menurut Mark itu sangat kelewat imut itu pun akhirnya menyetujui permintaan Nana


"baiklah..." ucap Mark pasrah


"terima kasih Mark" gembira Nana


dan Nana pun langsung saja kembali lagi menemui Rama yang masih setia menunggu nya


"Hubb aku mendapatkan baju untuk mu" ucap Nana seraya menyerahkan baju tersebut


"benarkah?? ini milik siapa?? aku akan berterima kasih kepada nya nanti" jawab Rama lalu mengambil baju yang ada di tangan Nana


"namanya Mark dan dia adalah orang nya" tunjuk Nana pada Mark yang sedang menatap kearah luar jendela


"baiklah. ucapkan terima kasih ku padanya okay. kalau begitu aku pergi dulu princess"


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


~Time Skip~


saat ini Nana sedang bersama dengan Rama berjalan mengelilingi taman kota yang ada di dekat rumah mereka


"Hubb aku lapar... ayo kita pulang" bujuk Nana


"baiklah princess" jawab Rama lalu mereka pun mulai menuju ke rumah mereka


selang beberapa menit Rama dan Nana pun sampai di rumah


saat Nana hendak memasuki rumah dengan terus menatap handphone nya, tiba-tiba saja pikiran jahil menghinggapi otak Rama


Rama pun langsung saja merebut handphone nya Nana lalu bergerak cepat untuk masuk ke dalam rumah


"yahhh Hubb!! kembalikan handphone ku!!!" teriak Nana mencoba mengejar Rama


"tangkap kalau bisa!!! aku penasaran dengan apa yang dirimu lihat di handphone ini" ucap Rama yang berhenti di tengah rumah dan mulai mengotak-atik isi handphone Nana


"Hubb!!! jangan buka handphone ku!!!" ucap Nana yang mulai mencoba mengambil handphone nya tetapi di cegah Rama dengan mengangkat tangannya tinggi sehingga Nana tidak bisa mencapai nya


"hehe kurasa dirimu sedang melihat foto seseorang??" curiga Rama dengan senyuman menggoda nya


"tidak!!!" sanggah Nana dengan wajah yang mulai merona dikarenakan ketahuan oleh kakaknya tersebut, dan benar saja sejak tadi Nana memang sedang melihat foto Mark dan dirinya yang sedang berada di Karya Wisata dulu


"kurasa aku mengenal dirinya" goda Rama lagi "siapa yahh namanya.... mar---"


belum sempat Rama menyebutkan nama Mark, Nana sudah terlebih dahulu membungkam mulut Rama dengan salah satu tangannya


Rama pun mencoba melepas tangan Nana dari mulutnya tetapi kegiatan mereka langsung terhenti dikarenakan suara ibu mereka


"kalian berdua kenapa??" tanya Maria pada kedua anaknya itu yang seperti anak kecil saja


mendengar ucapan dari ibunya pun sontak saja mereka berdua terkejut karena di sana mereka dapat melihat di sofa ruang tamu ada kedua orang tuanya bersama dengan 2 tamu


dan yang lebih mengejutkan Nana adalah tamu tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mark beserta ayahnya


"apakah Mark tadi mendengar apa yang dikatakan oleh Hubb tadi??? semoga saja tidak!!" pikir Nana


"hehe sorry!! silahkan lanjutkan" ucap Rama sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal dan tertawa canggung


"kalau begitu kami pergi dulu" ucap Nana cepat setelah sadar dari pikiran nya dan langsung saja menarik Rama menuju ke atas


"ada-ada saja kelakuan mereka berdua" gumam Maria menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melanjutkan pembicaraan mereka tadi


sedangkan Mark yang telah menyaksikan semua kejadian tadi pun hanya diam saja, menatap tajam kearah tempat Nana yang telah hilang di balik tembok


awalnya Mark ikut ke rumah Nana bersama ayahnya hanya supaya bisa memiliki waktu bersamaan dengan dengan Nana tetapi rencana nya itu gagal total karena melihat Nana bersama dengan musuh cintanya


"kenapa mereka naik keatas bersama!! dan kenapa juga ayah dan ibunya Nana membiarkan pria tersebut masuk begitu saja!!! apakah mereka telah merestui hubungan mereka?!!! tidak!!! itu tidak boleh terjadi!!" pikir Mark yang sedang kalut


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bersambung~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u all~~~


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ