Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 13 Taman Hiburan



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sesampainya Nana dan Mark di tempat sahabat sahabat mereka berkumpul, mereka pun langsung dihadiahi dengan berbagai macam pertanyaan


"dari mana aja kalian berdua?" ucap Sasu yang mulai mengintrogasi mereka


"iya nih gak ngajak lagi" sambung Andy dengan muka cemberut yang di buat buat


"biasalah dua anak burung jatuh cinta mah mana mau di ganggu" tambah Ben dengan nada mengejek


"tapi kan kita mau ikut juga bener gak?" ucap Anna sambil memandang yang lainnya dan itu membuat mereka (kecuali Mark dan Nana) mengangguk


"bener tuh!! apa susahnya sih ngajak teman sendiri" sambung Malli sambil memanyunkan bibirnya


"ck kalian emangnya gak ada kerjaan lain apa selain mengganggu kami?!" kesalnya Mark


"gak ada" ucap Ben dengan entengnya


"dasar para orang ketiga!!!" desis Mark jengkel dan langsung menarik tangan Nana menjauh dari sahabat sahabatnya dan duduk di bangku yang kosong jauh dari para sahabat mereka


sesaat kemudian salah satu guru mereka pun memberi instruksi kepada semua muridnya untuk bersiap karena mereka akan segera kembali ke hotel


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


~Time Skip~


keesokkan harinya


hari ini adalah hari ketiga dan hari terakhir mereka melaksanakan karya wisata. setelah sarapan semua murid pun menaiki bus mereka masing-masing untuk menuju ke lokasi wisata mereka terakhir yaitu taman hiburan


didalam bus seperti biasa di sana ada Mark yang terus saja melirik dan melihat Nana, mengamatinya dalam diam dan penuh perhatian


Nana yang merasa di tatap dalam oleh Mark pun hanya diam pura pura tidak menyadarinya


padahal dalam hatinya sudah merasa resah dan malu karena di tatap terus oleh Mark, jantungnya pun terus saja berdetak kencang dan liar


sesampainya mereka di tempat tujuan mereka Mark pun langsung menarik tangan Nana keluar dari dalam bus, tetapi sesampainya di luar bus Mark di hadang oleh Malli dan Anna


"kami ingin jalan-jalan bersama Nana" ucap Anna dan merentangkan kedua tangannya didepan Mark


"tidak!!!" jawab Mark dingin


"ayolah.... kami juga ingin bermain bersama Nana!!! kamu memonopoli nya terus setiap hari!!" kata Malli dengan menghentak hentakan kaki nya


"tidak!!! dan menyingkir!!" desis Mark tajam dan langsung saja menarik Nana menjauh dari mereka berdua


Nana melihat kebelakang menatap Anna dan Malli bersamaan dengan pandangan sedih sedangkan Mark tidak peduli dengan itu


Nana yang ditarik oleh Mark pun mencoba melepaskan gandengan Mark padanya


"M.mark tunggu sebentar..." cicit Nana dengan suara kecil


Mark yang mendengar itu pun langsung menghentikan aksinya dan berbalik menatap Nana dengan tanda tanya


"hmm aku... a.aku..." ucap Nana dengan ragu sambil memainkan kedua jarinya


"aku apa?" tanya Mark dengan tidak sabar


"aku ingin bermain bersama Anna dan Malli juga" jawab Nana sambil menundukkan wajahnya dan meremas kecil ujung baju yang digunakannya untuk menahan rasa gugupnya


"tidak bisa! sekarang dirimu adalah partner ku jadi harus selalu ada di sampingku" ucap Mark tegas dan menatap langsung kearah matanya Nana dengan jarak yang semakin menipis


Nana yang merasakan tatapan dan jaraknya dengan Mark yang semakin menipis pun hanya bisa meletakkan tangannya pada dada Mark untuk menghentikan Mark mendekatinya lagi


dikarenakan dengan jarak yang sangat dekat seperti itu pastinya Mark akan mendengar debaran jantungnya yang keras dan Nana tidak mau hal itu terjadi


"dan juga kalian bisa bermain bersama nanti ketika sudah di kamar kalian sepuasnya" sambung Mark lagi dan melanjutkan perjalanan mereka berdua menuju masuk kedalam taman hiburan


"kamu mau naik apa???" ucap Mark ketika telah berada di dalam taman hiburan tersebut


"hmmm roller coaster gimana??" jawab Nana dan tanpa pikir panjang langsung saja Mark membawa Nana ke wahana permainan tersebut


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


"woahhh itu tadi sangat seru!!!" ucap Nana bahagia menampilkan senyum indahnya, hal tersebut pun membuat Mark ikut tersenyum


Nana yang melihat Mark tersenyum manis pun hanya menatap Mark dengan tatapan takjub


"baru pertama kali aku melihatnya tersenyum, dia sangat tampan ketika tersenyum sepeti itu" gumam Nana dalam hatinya


"mau ice-cream ??" tanya Mark dan langsung saja membuat Nana tersadar dari pikirannya yang melayang tadi


Nana pun hanya mengangguk dan Mark menuntun nya ke tempat toko ice-cream sambil tetap bergandengan tangan


"mau rasa apa??"


"hmmm aku mau strawberry"


Mark pun mengangguk kan kepalanya dan menatap penjual tersebut "ice-cream strawberry nya 1 dan mint choco 1" ucap Mark dan ingin membayar tetapi di hentikan oleh Nana


"hmmm aku saja yang traktir, kan kamu udah sering banget traktir"


"gak boleh, aku yang akan bayar" jawab Mark dan langsung saja memberikan uangnya pada penjual tersebut


"baiklah silahkan di tunggu"


"kita duduk di sana saja" ucap Mark dan membawa Nana ke tempat yang kosong berdekatan dengan jendela


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


setelah pesanan mereka sampai, mereka pun segera memakan ice-cream mereka masing-masing


Mark yang sedang menatap Nana memakan ice-cream nya dengan wajah yang sangat imut menurut Mark pun langsung saja mengeluarkan handphone nya lalu berpura-pura membalas chat atau hal lainnya di handphone nya


tetapi sebenarnya Mark malah memfoto wajah Nana yang sedang memakan ice-cream dan bahkan foto tersebut di jadikan Mark wallpaper utama handphone nya sedangkan untuk wallpaper kunci layar nya dia menggunakan foto mereka berdua ketika di pantai sedang berpelukkan


Nana yang tidak menyadari Mark yang sedang memfoto nya pun hanya asik memakan ice-cream nya


setelah puas memotret Nana, Mark pun langsung menatap wajah Nana tanpa berkedip serta menatapnya penuh cinta dan kasih sayang, tidak menghiraukan keadaan sekitar mereka yang cukup berisik dikarenakan banyaknya pembeli "bagaimana bisa dia semakin hari semakin cantik??" pikir Mark dalam hatinya


Nana yang sangat asik dengan ice-cream nya tersebut pun tidak menyadari bahwa ada sisa-sisa ice-cream yang menempel pada bagian bawah bibirnya


Mark yang sedari tadi terus melihat Nana pun dapat melihat adanya sisa ice-cream itu pun langsung saja berdiri dan menundukkan badannya supaya sejajar dengan Nana


Nana yang terkejut karena Mark yang tiba-tiba berdiri pun hanya menatap bingung dan membulatkan matanya secara tiba-tiba dikarenakan wajah Mark yang mendekat padanya


tanpa buang-buang waktu Mark pun langsung saja mengusap sisa-sisa ice-cream pada bibir Nana tadi dengan ibu jarinya setelah itu langsung saja Mark merasakan ice-cream yang berada di jarinya tersebut di hadapan Nana langsung tanpa pikir panjang


Nana yang melihat adegan itu pun langsung saja membuat Nana membeku di tempat, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus


"astaga jantungku!!!!! bukankah itu juga termasuk ciuman tidak langsung??!!" jerit Nana dalam hatinya "ahhhh Nana lupakan!!! jangan dipikirkan!!!" wajah Nana makin bertambah merah


Mark yang melihat wajah Nana memerah pun hanya menyeringai senang karena berhasil membuat rona merah yang sangat disukainya pada wajah Nana


Mark yang berpikir untuk lebih menggoda Nana lagi


"hei pendek... wajah mu kenapa?! sakit yah??" ucap Mark setelah duduk kembali ke posisi semula


Nana yang tersadar kembali dari lamunannya ketika mendengar kata dari Mark pun, hanya memalingkan wajahnya saja kearah jendela supaya menyembunyikan rona wajahnya yang dia yakini sudah sangat memerah


"t.ti.tidak apa-apa" gumam Nana pelan tetapi masih bisa di dengar oleh mark


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bersambung~~~


jangan lupa like, komen, dan vote yahhh


terima kasih telah mendukung karya ini


selamat bertemu di episode berikutnya


love u all


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ