
saat ini Nana sedang berjalan di lorong sekolah sehabis kabur dari pertanyaan-pertanyaan menyelidik para sahabatnya dan kakaknya itu
"huhf... untung aja berhasil kabur... hampir saja ketahuan" ucap Nana ketika berhenti di depan lokernya seraya mengelus dadanya pelan menetralisir kan detak jantungnya yang berdetak kencang
"kenapa harus kabur" ucap Mark tiba-tiba saja berada di belakang Nana dan itu sontak saja membuat Nana terkejut dan langsung saja Nana membalikkan badannya menghadap kearah mark
"bukan urusan mu! dan lepaskan gelang itu" tunjuk Nana pada gelang yang ada di tangan Mark
"kenapa aku harus mendengarkan mu pendek" ejek Mark pada Nana
"ck aku bilang lepaskan ya lepaskan" perintah Nana lagi mencoba meraih tangan Mark untuk melepaskan gelang yang ada di tangan Mark tetapi Mark dengan cepat mengangkat tinggi tangannya sehingga Nana tidak bisa menggapai gelang tersebut
"coba saja kalau bisa" tantang Mark kepada Nana
"cepat lepaskan!!" kesal Nana yang masih mencoba menggapai gelang itu dengan sedikit melompat-lompat
"tidak! aku gak akan melepaskan nya. ini milik ku, aku bisa melepaskan nya kapanpun aku mau" jelas Mark dengan seringai andalan nya
"dan juga aku yang membeli gelang ini" sambung Mark lagi
Nana yang memang sudah kesal pun mulai berhenti mengambil gelang Mark, lalu menatap Mark tajam
"kalau begitu aku yang akan melepaskan nya" ucap Nana berani
"coba saja"
Nana pun mencoba melepaskan gelangnya tetapi dia tidak sanggup hati karena Nana sangatlah menyukai gelang tersebut dan Nana juga baru satu hari memakai nya jadi Nana merasakan sayang banget kalau dibuang
"kenapa tidak jadi melepas nya??" ucap Mark lagi membuat Nana melihatnya dengan tatapan tidak percaya
Nana yang memang sudah kesal pun langsung saja menatap tajam Mark sedang berfikir keras bagaimana cara supaya Mark mau melepaskan gelang itu
tiba-tiba saja sebuah ide muncul di kepala Nana
"bukankah dulu dirimu sudah berjanji akan melakukan satu permintaan apa saja dari ku" ucap Nana yang teringat ketika Mark berjanji padanya akan melakukan apapun ketika Nana bisa membantu nya menjaga Mia
"iya benar. lalu?? kenapa??" jawab Mark santai yang memang ingat dengan janjinya itu
"kalau begitu aku minta dirimu lepaskan gelang itu" perintah Nana dengan yakin
"oho tidak semudah itu pendek... kurasa permintaan mu sudah tidak berlaku karena itu sudah lama sekali"
"what?!! itu baru saja satu bulan yang lalu lebih sedikit beberapa hari !! kenapa bisa gak berlaku!! bukan kah dirimu sudah berjanji! dan itu harus di tepati!"
"sejak kapan permintaan seperti itu cuma berlaku hanya satu bulan saja!!"
"sejak aku mengatakannya tadi" jawab Mark santai membuat Nana menghela nafas panjang tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya tadi
"apakah kepalamu tadi terbentur?? apa yang dirimu makan tadi??? kurasa itu beracun!!" delik Nana pada Mark
"itu bukan urusan mu pendek"
"ta.tapi kan...." Nana tidak tahu harus bilang apa lagi, berdebat dengan Mark bukanlah pilihan yang tepat menurut nya dikarenakan Nana yakin bahwa otak nya Mark pasti banyak menyimpan berbagai pikiran yang bisa membuat Nana kehilangan kesabaran nya
"jadi, bagaimana?? aku akan melepaskan nya tetapi dengan satu syarat" ucap Mark dengan menampilkan seringai seksinya penuh dengan pikiran liciknya
Nana yang melihat seringai itu pun membuat Nana merinding "ada apa dengannya?? kurasa ada yang gak beres" batin Nana
"syarat apa??"
"cium aku" ucap Mark dengan seringai nakalnya yang semakin melebar membuat Nana membuka mulutnya tidak percaya
"What?!!! gak mau!!"
"yah sudah gelang ini akan aku pakai terus" ucap Mark seraya melangkahkan kakinya menjauh dari Nana
"tu.tunggu sebentar" cegah Nana ketika merasakan Mark ingin melangkah pergi
"a.akan aku pikir du.dulu" gugup Nana
πππ
bersambung~~~
Terima kasih karena telah membaca novel ini
jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh
sampai ketemu di episode selanjutnya
love u all~~~
πππ