
sesampainya Mark di belakang Nana, Mark langsung saja menarik kerah belakang Nana membuatnya melepaskan pelukan nya pada Rama
setelah dirasa pelukan Nana telah terlepas Mark pun langsung saja menyembunyikan tubuh Nana di belakang punggungnya
"menjauh lah dari pacar ku!!!" geram Mark dan mulai mengacungkan pukulannya kepada Rama, tetapi sebelum itu terjadi, tangan Mark di tahan oleh Nana
Nana yang memang sudah sangat marah pun langsung saja melupakan perkataan Mark tadi yang menyebutnya sebagai pacarnya
"apa yang akan dirimu lakukan pada kakakku??" tanya Nana menahan tangan Mark untuk tidak meninju wajah Hubb kesayangan nya dan mencoba melindungi tubuh Rama dengan tubuh kecilnya itu
"ka-kakak!!!!" kaget Mark melebarkan matanya dan langsung saja menurunkan tangannya
"iya dia kakak ku ada apa dengan mu!!!" selidik Nana marah lagi pada Mark
"i-itu a-aku kira...." gugup Mark di tambah dengan rasa malu nya karena salah mengira kalau Rama itu adalah saingannya
"kira apa???" tekan Nana lagi
"i.itu... hmmm..."
"heh... apakah kamu kira kami pasangan??" potong Rama dengan tertawa geli nya
"huh??" bingung Nana menatap Rama tidak mengerti
"tidak apa-apa princess" ucap Rama seraya mengusap rambut Nana "kurasa dia hanya salah paham"
"benarkah??" tanya Nana pada Mark dan hanya di jawab anggukkan oleh Mark
"benarkan! kalau begitu masalahnya selesai... jadi princess tunggu aku di parkiran okay kita pulang bersama" ucap Rama mengakhiri dengan senyum lebarnya, tersenyum kepada Nana, senyum yang biasa nya hanya Rama tampilkan pada Nana dan keluarganya saja
"baiklah Hubb" Nana pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari gedung olah raga tersebut diikuti oleh Anna dan Malli di belakangnya
setelah dirasa Nana telah menghilang dari jarak pandangnya pun langsung saja senyuman cerah Rama tadi langsung saja menghilang, ekspresi wajah nya berubah seketika menjadi datar dan dingin, hal itu pun membuat semua orang yang melihatnya menjadi gugup sekaligus bingung
"apa yang kalian lihat!" ucap Rama dengan suara datarnya "pertunjukan nya sudah selesai! bubar!!" delik Rama pada semua orang yang masih mengerumuni mereka berdua
semua orang yang mendengar ucapan Rama pun langsung saja pergi keluar dari sana
Mark yang mendengar ucapan Rama tadi pun juga mulai melangkah kan kakinya keluar dengan masih menundukkan kepalanya malu
tetapi sebelum Mark melangkahkan kakinya, suara Rama terlebih dahulu menghentikan aksinya
"kau... diam di sini" ucap Rama dingin dan hal itu pun membuat Mark langsung saja kaku diam di tempat
"ma-maaf kak" ucap Mark gugup setelah merasa bahwa semua orang telah pergi dari sana kecuali dirinya dan Rama
"keh... maaf untuk apa?" tawa Rama kepada Mark, sedangkan Mark pun menjadi bingung karena sifat Rama yang tiba-tiba saja berubah lagi menjadi hangat
"ta.tadi--"
Mark yang merasakan ada nada serius dari Rama pun langsung saja mendongakkan kepalanya yakin menatap Rama dengan keseriusan nya
"iya kak!! saya sangat menyukai Nana!"
"baiklah" ucap Rama yang juga menatap Mark serius melihat adanya keyakinan dan keseriusan yang sangat kuat pada Mark seraya menepuk bahu Mark pelan
"ku percayakan Nana pada padamu, tetapi apabila dirimu menyakitinya sedikit saja maka saat itu aku akan membawa Nana jauh dari mu selamanya" ancam Rama dengan dingin dan wajah serius nya dan dijawab oleh anggukkan kepala pasti dari Mark
kemudian langsung saja Rama berbalik melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Mark masih saja berdiri di tempatnya tadi menatap kepergian Rama
tetapi tepat sebelum dia masuk ke dalam ruang ganti, Rama berbalik lagi menatap Mark
"dan jangan terlalu formal padaku, karena teman Nana adalah temanku juga" ucap Rama dan langsung menghilang di balik pintu
sedangkan Mark yang mendengar ucapan dari Rama tadi pun langsung saja melompat gembira karena telah direstui oleh calon Kakak iparnya
πππ
sekarang Nana sedang berada di dalam kamarnya, berbaring di atas tempat tidurnya dengan bosan, karena hari ini adalah hari Minggu
dirinya sekarang tidak memiliki pekerjaan apapun untuk menghilangkan rasa bosannya
sedangkan Rama?? sekarang saja Nana tidak tau keberadaan nya karena ketika Nana bangun Rama sudah tidak ada di kamarnya, padahal Nana ingin mengajak Rama menonton film terbaru bersama
Nana pun membuang nafasnya pasrah, mencoba memejamkan matanya untuk mencoba sedikit menghilangkan rasa bosannya
tetapi baru saja Nana menutup matanya tiba-tiba saja Nana mendengar suara langkah kaki di lantai bawah
"Hubb?!!!"
mengira bahwa itu pasti adalah Rama langsung saja Nana bangkit dari tidurannya dan melangkah keluar menuju lantai bawah
setelah sampai di lantai bawah betapa terkejutnya Nana karena di sana bukan hanya ada Rama saja tetapi ada Mark, Ben, Andy, dan Sasu yang sedang berada di sofa ruang tamu
πππ
Bersambung~~~
terima kasih karena telah membaca novel ini
jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh
sampai ketemu di episode selanjutnya
love u all~~~
πππ