Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 22 Semakin Dekat



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


setelah mengantarkan Mia ke sekolahnya, Mark pun mulai melajukan mobilnya menuju rumah Nana supaya Nana bisa bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah


"masuklah terlebih dahulu" ucap Nana ketika mereka telah sampai di depan rumah Nana dan di jawab anggukkan dari Mark


sesampainya mereka di ruang tamu, Nana pun mempersilahkan Mark duduk sembari menunggunya


"mau minum??" tanya Nana pada Mark


"tidak perlu" jawab Mark


"baiklah... kalau begitu tunggu sebentar aku akan segera bersiap" ucap Nana mulai melangkahkan kakinya menuju kamar nya tetapi sebelum itu terjadi Mark pun berbicara dan hal tersebut membuat Nana menghentikan langkahnya


"Nana bawa juga sekalian pakaian untukmu nanti" Nana yang bingung dengan ucapan Mark barusan pun langsung saja berbalik kearah mark dan menatap Mark penuh tanda tanya


"maksudnya...menginap lah di rumahku 2 hari ke depan, untuk membantuku mengurus Mia dan kurasa juga Mia sangat menyukai mu" jelas Mark lagi


"hmmm baiklah aku akan menginap di tempatmu" ucap Nana dan langsung saja melanjutkan perjalanannya yang tertunda tadi


setelah melihat Nana pergi Mark pun duduk menunggu Nana untuk bersiap-siap


sesudah bersiap Nana pun langsung saja menghampiri Mark yang sedang menunggunya di ruang tamu


"aku sudah siap! ayo!!"


"baiklah ayo"


setelah itu mereka berdua pun langsung saja menuju mobil Mark, dan Mark pun segera saja melajukan mobilnya menuju sekolah mereka


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sesampainya mereka di sekolah, seperti biasa pasti banyak fan girl Mark yang sedang menunggu Mark di parkiran dan bersorak ria untuk Mark


Nana yang melihat mereka mengerumuni mobil Mark dan berteriak-teriak begitu membuat Nana jengkel dan kesal, Nana rasa bisa-bisa sakit nanti telinganya ketika terlalu sering mendengar teriakkan itu


"kenapa belum turun???" tanya Mark yang bingung karena Nana masih saja terduduk di sana sambil menatap keluar


"tidak ada" jawab Nana dan langsung saja keluar dari mobil Mark dan di ikuti oleh Mark


sesaat Nana keluar dari dalam mobil Mark, teriakan dari para fans girl Mark pun seketika berhenti dikarenakan terkejut


bagaimana tidak, mereka terkejut dikarenakan seseorang yang baru saja keluar dari mobil Mark yang tidak lain dan tidak bukan adalah yang mereka yakini itu musuh bebuyutan dan musuh terbesar nya Mark


hal itu pun langsung saja membuat para fans girl tersebut berbisik-bisik ke arah Nana


"apakah mataku salah???" ucap siswi 1


"kenapa dia bisa keluar dari mobil pangeran bad boy kita?" tanya siswa 2 tidak percaya


"dasar munafik katanya dia dan Mark adalah musuh terbesar tapi kenapa dia naik mobil Mark" ucap siswi 3 dengan tidak sukanya dan sengaja membesar kan suaranya supaya Nana bisa mendengarnya


"pura-pura polos tapi sebenarnya ja*lang" sambung siswi 3 lagi


Nana yang mendengar dirinya disebut seperti itu pun langsung saja menatap kepada siswi tadi yang menyebutnya seperti itu dengan tatapan super tajam dan dinginnya


"dirimu bilang apa tadi?" tanya Nana dengan suara yang mempu membuat seluruh bulu kuduk mereka yang ada di sana merinding


"memangnya aku bilang apa?? aku gak bilang apa-apa kok tadi, benar gak??" ucap siswi 3 itu tidak tau malu dan bertanya kepada teman-teman yang sama seperti dia


"benar" jawab temannya bersama


"heh benarkah?!" tanya Nana sambil tersenyum miring "ku kira kamu cepatlah harus pergi ke dokter karena kurasa otakmu sudah tidak berfungsi lagi atau memang dari dulu dirimu sudah tidak mempunyai otak" sambung Nana sambil mendorong kepala siswi tersebut pelan menggunakan dua jarinya


"dan kurasa kalian juga harus periksa ke dokter karena indera pendengaran kalian sepertinya bermasalah" ucap Nana lagi pada teman-teman siswi tadi


"kau!!!" ucap siswi 3 tadi mulai geram karena dikatai seperti itu dan mengangkat tangannya ingin menampar Nana tetapi sebelum tangannya mengenai Nana, Mark terlebih dahulu menghentikan aksinya


"kau!!!! berani sekali menyentuhnya!!!!" geram Mark pada siswi tersebut dan langsung saja menghempaskan tangannya membuat siswi tersebut terjatuh ke tanah


"jangan sesekali dirimu berani menyentuhnya karena sehelai rambut saja dirimu menyentuhnya maka aku akan membalasnya dengan berkali-kali lipat" ancam Mark lagi dan langsung saja menarik Nana pergi dari sana membiarkan semua siswi yang melihat kejadian tadi diam membeku di tempat


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sesampainya mereka di kelas langsung saja mereka berdua menjadi perhatian dari seluruh murid yang ada di sana, bagai mana tidak Mr. bad boy dan Ms. Savage sedang bergandengan tangan menuju kelas dan hal itu pun membuat Nana risih, apalagi ketika sahabat mereka melihat mereka seperti akan memakan mereka berdua hidup-hidup dengan berbagai godaan mereka nantinya


"ma.mark lepaskan tangan ku" ucap Nana yang menggoyang kan tangannya sedikit


"diam lah dan menurut saja" jawab Mark dan terus menarik Nana menuju bangku mereka berdua sedangkan Nana hanya pasrah menerima kelakuan Mark padanya sambil menunduk malu dengan muka yang memerah


sesampainya mereka di tempat duduk masing-masing Mark masih tidak melepaskan genggaman tangan nya pada Nana


"ma.mark sekarang lepaskan tangan ku" cicit Nana pelan karena wajahnya sudah sangat memerah apalagi debaran jantung nya sekarang yang seakan mau meledak keluar


melihat Mark tidak membalas ucapannya pun dan Nana yang merasa Mark sepertinya tidak berniat melepas kan tangan Nana pun membuat Nana menghela nafas berat dan membiarkan tangannya yang terus di genggaman oleh Mark


sedangkan Mark yang melihat Nana sudah pasrah pun langsung saja tersenyum tipis dan sangat tipis sehingga tidak ada yang bisa melihatnya kecuali dirimu menggunakan kaca pembesar


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


***Bersambung~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u guys***


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ