Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 25 Ternyata Sahabat



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


tidak terasa hari ini adalah hari terakhir Nana dan Mark menjaga Mia, sekarang mereka sedang berada di gerbang sekolahnya Mia


"kak Nana!!! terima kasih karena telah menemani Mia selama 3 hari ini nanti jangan lupa berkunjung ke rumah Mia yahh" ucap Mia pada Nana dikarenakan ketika pulang sekolah nanti Mia akan langsung di jemput oleh orangtuanya


"baiklah kak Nana akan berkunjung jika ada waktu" jawab Nana tersenyum sambil mengelus rambut Mia


"janji yah!!!" kata Mia sambil menunjukkan jari kelingking imutnya


"janji" jawab Nana pun dengan menyatukan jari kelingking mereka berdua


"nanti kalau berkunjung jangan lupa sama kak Mark juga" kata Mia sambil menggoda mereka, hal tersebut pun langsung saja membuat Nana menjadi merona mendengarnya sedangkan Mark hanya mendengus kesal


karena dalam 3 hari terakhir Mark selalu ingin romantisan dengan Nana tetapi selalu di ganggu oleh Mia dan hal tersebut pun membuat Mark sangat jengkel


Mia selalu memonopoli Nana sewaktu pulang sekolah sampai malam sebelum tidur sedangkan waktu Nana dan Mark hampir tidak ada kecuali saat mereka tidur berpelukkan


"dasar bocah" gumam Mark


"kalau gitu Mia masuk dulu yahh!!" ucap Mia dan langsung saja mengecup kedua pipi Nana dan Mark secara bergantian


"semoga kak Mark cepat jadian sama kak Nana" bisik Mia pada Mark ketika sedang mencium pipi Mark


Mark yang mendengar itu pun tersenyum kepada Mia dan mencium pipi Mia


"doakan kak Mark semoga berhasil yah!"


"pasti!" dan setelah itu pun Mia masuk ke dalam sekolahnya sedangkan Mark dan Nana pun mulai menuju ke sekolah mereka


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sekarang Nana sedang melangkah ke dalam rumahnya setelah selesai bersekolah dia langsung saja pulang dan diantar oleh Mark dengan mengendarai mobilnya


setibanya Nana di dalam rumah Nana di kejutkan dengan dua orang yang sangat tidak di sangka nya akan berada di sana yaitu ayah dan ibu tersayang nya


"ayah!!! ibu!!!" teriak Nana gembira ketika melihat kedua orang tuanya sedang berada di ruang tamu beristirahat sejenak


"Nana sayang sudah pulang" ucap ibunya Nana ketika Nana telah berada di dalam pelukannya


"kami merindukan mu sayang" ucap ayah Nana dan mulai memeluk Nana dan ibunya juga


"Nana juga rindu sama kalian" jawab Nana selagi melepas pelukannya


"kalian cuma berdua??? Dia apakah tidak ikut??" tanya Nana ketika menyadari bahwa di sana hanya ada orang tuanya saja


"Dia akan ke sini 3 hari lagi dan dia juga akan satu sekolah dengan mu" jawab ayah Nana sambil kembali duduk di sofa dan diikuti oleh nana dan juga ibunya


"benarkah?!!" ucap Nana senang


"iya sayang dia masih ada sedikit urusan jadi akan kembali ke sini dalam beberapa hari lagi" jawab ibu Nana


"hmmm....emangnya tadi yang nganter siapa??" tanya ibu Nana dengan nada menggoda


"bukan siapa-siapa kok cuma teman"


"benarkah??? tapi dia terlihat tampan... ibu rasa dia adalah pacarmu"


"bukan Bu... dia beneran temannya Nana kok"


"hahaha.... baiklah kalau begitu, cepatlah naik ke atas untuk istirahat setelah itu bersiap karena nanti malam ada tamu yang datang"


"baiklah Bu, kalau begitu Nana pergi ke kamar dulu" ucap Nana lalu mulai beranjak dari sofa tetapi terlebih dahulu Nana menyempatkan untuk mencium kedua pipi orang tuanya


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di mansion nya Mark. baru saja Mark memasuki mansion nya dan di sana dia mendapati sosok yang telah lama tidak dilihat nya yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayahnya


"kenapa ke sini??" tanya Mark dengan wajah datarnya


"apakah untuk bertemu anak kandungku harus memerlukan alasan" jawab ayah Mark dan mulai melangkah mendekati Mark lalu memeluknya


"ayah merindukanmu, bagaimana kabar mu belakangan ini??" sambung ayah Mark lagi sambil melepaskan pelukan nya pada Mark dan menuntun Mark menuju kursi untuk mereka saling berbicara satu sama lain


"sangat baik"


"benarkah?? syukurlah... ayah selalu mengkhawatirkan mu di sini" ucap ayah Mark tenang karena mendengar langsung bahwa anaknya sedang baik-baik saja belakangan ini


"hn... ayah akan berada di sini sampai kapan??" tanya Mark penasaran


"tidak ada hanya bertanya"


"baiklah kalau begitu....apakah dirimu malam ini sibuk??" tanya ayah Mark langsung pada inti pembicaraan


"tidak"


"apakah bisa dirimu menemani ayah untuk bertemu dengan sahabatnya ayah??"


"apakah ini perjodohan??!" selidik Mark


"huft... ayah rasa dirimu terlalu banyak nonton drama" kata ayah Mark menahan tawanya "tidak ada perjodohan, hanya makan bersama karena kami sudah lama tidak bertemu sejak masa kuliah dulu" sambung ayahnya lagi


"baiklah Mark ikut" jawab Mark kepada ayahnya


"okay kalau begitu istirahat lah terlebih dahulu kita akan berangkat sekitar jam 7 malam nanti, dan Mark pun langsung saja menganggukkan kepalanya lalu menuju ke kamarnya


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


~Time Skip~~


sekarang sudah jam 6.15 dan disinilah Mark berada di sofa yang nyaman selagi menunggu ayahnya untuk turun ke bawah dan berangkat


setelah ayahnya Mark selesai bersiap dan turun ke bawah pun langsung saja mereka menuju ke mobil mereka dan melakukan mobil tersebut ke tempat yang mereka tuju


sekitar 40 menit berkendara dan disinilah mereka telah sampai di depan rumah dari sahabat ayahnya itu


"bukankah ini rumahnya Nana??" gumam Mark heran di karenakan mobil mereka tepat berhenti di depan rumah Nana


"kenapa Mark??? kamu mengenal yang punya rumah??" tanya ayah Mark yang tadi memang mendengar apa yang di gumam kan oleh Mark


"iya Mark tau yah, karena di sini adalah rumah teman nya Mark" jawab Mark yang masih memperhatikan rumah Nana


"benarkah??? kalau begitu bagus dong, ayah takut nanti kamu akan kebosanan menunggu ayah, dan sekarang karena ini adalah rumah teman mu jadi nya ayah tidak perlu khawatir" jelas ayah Mark


"ayo turun" ucap ayah Mark dan mereka berdua pun langsung saja turun dari mobil dan melangkahkan kaki mereka menuju pintu rumah Nana


setelah menekan bel dan mereka pun disambut oleh orang tuanya Nana


"Simon (nama ayah Nana) bagaimana kabar mu??" tanya ayah Mark dan mereka pun langsung berpelukkan erat


"kabarku baik Daniel (nama ayah Mark) dan bagaimana kabarmu??" balas Simon sambil melepaskan pelukannya


"seperti yang terlihat selalu baik" ucap Daniel tersenyum senang "oh iya!!! perkenalkan ini adalah anak ku namanya Mark" sambungnya lagi


"selamat malam paman senang bertemu denganmu" ucap Mark dengan sopan


"selamat malam juga nak" jawab simon tersenyum "dan ini adalah istriku" tunjuk Simon pada istrinya "sedang kan anak Perempuanku dia masih di atas" sambung Simon lagi


"ayo kita masuk" ucap Maria ( nama ibunya Nana)


mereka pun masuk ke dalam rumah Nana dan mereka pun saling berbicara dengan asik dan senangnya


Nana yang masih berada di dalam kamar pun langsung saja membuat ibunya memanggil nya untuk turun ke bawah


"Nana!!! sahabatnya ayah sudah datang ayo turun sebentar!!"


"baik Bu!!! sekarang Nana akan turun!!"


sesampainya Nana di ruang tamu, betapa terkejutnya Nana ketika melihat Mark yang telah berada di sana bersama kedua orang tuanya


"Mark!!!"


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


***Bersambung~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u guys***~~~


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ