Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 14 Rumah Hantu



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


"hei pendek... wajah mu kenapa?! sakit yah??" ucap Mark setelah duduk kembali ke posisi semula


Nana yang tersadar kembali dari lamunannya ketika mendengar kata dari Mark pun, hanya memalingkan wajahnya saja kearah jendela supaya menyembunyikan rona wajahnya yang dia yakini sudah sangat memerah


"t.ti.tidak apa-apa" gumam Nana pelan tetapi masih bisa di dengar oleh mark


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


setelah mereka menghabiskan ice-cream nya, mereka pun langsung kembali bermain wahana lagi dan kali ini mereka berdua akan menaiki wahana rumah hantu


bukan karena Nana yang ingin masuk kesana tetapi Mark lah yang menyeretnya tanpa memberi tahunya kalau mereka akan masuk ke wahana permainan rumah hantu tersebut


setelah sampai di depan wahana tersebut yang dari luarnya saja sudah sangat mengerikan menurut Nana, membuat Nana ketakutan setengah mati


"m.ma.mark.... aku ra.rasa kita ja.jangan masuk ke.kesana" ucap Nana yang mencoba menghentikan aksinya Mark yang ingin memasuki wahana rumah berhantu tersebut dengan menarik-narik tangan Mark pelan


"ohhh ayolah kita bar saja berada di depannya saja dan kamu sudah sangat takut?!" kata Mark dengan mengangkat sebelah alisnya


"selain pendek ternyata kamu juga penakut!!" sambung Mark lagi dengan seringai an andalannya


karena dibilang pendek dan penakut oleh Mark pun membuat Nana menjadi sangat kesal


"siapa bilang aku penakut!!! aku cuma mengatakannya karena kurasa kamu akan pingsan kalau masuk ke dalam dan bertemu hantu nanti!!!"


"hah!!! mereka tidak Akan berani menakuti ku karena aku adalah raja dari para iblis" ucap Mark dengan percaya dirinya dan hanya di tanggapi Nana dengan muka datarnya tidak percaya dengan apa yang didengarnya tadi, sangat tidak masuk akal menurut Nana


"kurasa dirimu salah makan sesuatu hari ini, bukannya iblis tapi orang g*la" ucap Nana dengan senyum canggung nya menatap Mark dengan tatapan anehnya


"dan ku rasa dirimu yang tuli" ucap Mark tidak terima


dan di mulai lagi lah perdebatan mereka di depan wahana permainan tersebut saling mengejek satu sama lainnya sampai seseorang menyela pertengkaran mereka


"kalian berdua apakah jadi masuk ke sana?? ucap salah satu penjaga dari wahana permainan rumah berhantu tersebut yang melihat semua pertengkaran dari mereka tadi


"iya jadi mas" ucap Mark dan langsung saja menarik Nana kedalam wahana tersebut


Nana yang ditarik Mark pun hanya pasrah mengikutinya dari belakang dan sedikit takut juga karena Itu Nana memegang erat tangan Mark yang menggenggam nya


sesampainya mereka di dalam wahana tersebut aura menyeramkan sudah terpancar dari sana yang membuat Nana yang memang sudah takut tambah merasa takut lagi


"Mark aku takut" Nana menarik tangan Mark menggenggam nya erat sekali dan mencoba bersembunyi di balik tubuh kekar Mark


"tenanglah ada aku disini okay? kamu bisa memelukku kalau takut" ucap Mark yang berbalik menatap Nana yang ketakutan sambil mengelus-elus rambut Nana lembut


"kita lanjutkan saja yah sayang banget kalau dilewatkan" sambung Mark lagi


mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka dengan diiringi suara-suara yang hantu mulai terdengar, Nana yang mendengar suara tersebut pun langsung saja reflek menjerit dan langsung memeluk pinggang Mark dari belakang


Boneka boneka Hantu yang digerakkan oleh mesin tiba-tiba saja muncul di samping Nana dan hal tersebut membuat Nana berteriak keras sambil memeluk Mark lebih erat lagi, bahkan yang lebih menyeramkan adalah ada seorang pegawai yang menyamar memakai kostum hantu dan mendekati mereka berdua dengan wajah menyeramkan


berbeda halnya dengan Nana yang sangat ketakutan Mark hanya diam saja tidak bereaksi dengan semua hal hal mengerikan tersebut, malahan dia sangat senang dan gembira karena Nana yang sedang memeluknya


mata indah Nana mulai berair dan isakkan pun mulai terdengar dari Nana karena rasa takutnya sudah mencapai batas maksimal serta kakinya Nana pun mulai lemas tidak sanggup berjalan lagi


Mark yang terkejut dikarenakan mendengar isakkan tangis dari Nana pun langsung saja membalikkan badannya merengkuh wajah Nana dan menyandarkan kepala Nana ke dadanya yang bidang, memeluknya dengan erat sekaligus menenangkan Nana


Mark mengerahkan kepala Nana untuk menyembunyikan wajah Nana di perbatasan leher dan bahunya


Nana yang mulanya terkejut dan langsung saja membuat wajahnya memerah hebat disertai dengan detak jantung nya mulai kembali berdetak dengan liar sehingga Mark bisa mendengar detak jantung tersebut


meskipun sedang malu hebat tetapi rasa takut yang merasuki Nana mengalahkan semuanya, tangan Nana langsung saja menggenggam dan meremas kaus di dada Mark


meskipun khawatir terhadap Nana tapi anehnya Mark sangat menikmati momen itu


"tenang lah princess aku selalu ada di sampingmu okay?!" ucap Mark menenangkan Nana dari rasa takutnya dan Nana pun hanya mengangguk kan kepalanya


"kita lanjutkan lagi yahh??" tanya Mark yang langsung saja di tanggapi dengan dongakkan kepala Nana kepadanya disertai dengan tatapan Nana yang cemas bercampur takut


"ta.ta.tapi a.a.ku takut..." gumam Nana lemah dan kembali memeluk Mark menenggelamkan kepalanya ke dada bidang itu lagi


"princess lihatlah aku" ucap Mark dan mengangkat dagu Nana supaya menghadap dirinya "sebentar lagi kita akan keluar okay?? tinggal lurus saja kearah sana" Mark menatap mata Nana dengan penuh keyakinan


"baiklah..." jawab Nana pasrah karena dia memang ingin sekali keluar dari wahana itu


"kamu bisa memelukku terus okay? aku akan lanjutkan perjalanan nya" ucap Mark dan hanya di balas anggukkan dari Nana


Nana yang merasa Mark melanjutkan perjalanan nya pun langsung saja menutup matanya untuk tidak melihat hantu yang sangat mengerikan menurut Nana


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


"apakah dengan memelukku seperti itu sangat menyenangkan??" tanya Mark yang langsung saja membuat Nana terkejut dan membuka matanya


dan betapa terkejutnya Nana dikarenakan mereka telah keluar dari wahana rumah hantu tersebut dan mereka menjadi tontonan gratis oleh beberapa pegawai yang berjaga di sana


Nana pun langsung saja melepaskan pelukan eratnya dari Mark dan melihat kearah wajah Mark yang telah tersenyum menyeringai kearah nya


dan hal tersebut pun membuat wajahnya Nana merona lagi


"arrghh, memalukan! Sekarang Mark tahu kalau aku seorang pengecut sejati! dan pastinya dia akan terus mengejekku nantinya"pikir Nana kesal


"Habis ini mau kemana lagi?" tidak membiarkan Nana menjawab pun Mark langsung saja meraih tangan Nana menggandeng nya lalu mulai berjalan lagi untuk menaiki wahana permainan lainnya


selagi dalam perjalanan mereka untuk menuju wahana lainnya Nana pun menghentikan langkah kakinya di karenakan melihat badut kelinci putih yang menurut Nana sangat menggemaskan


merasa Nana yang menghentikan langkahnya pun membuat Mark juga berhenti dan menatap Nana bingung lalu mengikuti arah pandang Nana dan sisanya dia melihat seorang badut


badut yang melihat Nana berhenti dan menatapnya dengan pandangan takjub itu pun langsung saja melangkahkan kakinya ke tempat Nana


Mark yang merasakan badut itu mendekati mereka pun langsung saja memeluk pinggang Nana posesif dan menatap tajam pada badut itu


Nana yang memang pandangannya sangat fokus pada badut kelinci tersebut pun tidak menyadari pelukan pada pinggangnya


sesampainya badut kelinci itu di depan mereka berdua langsung saja ia memberikan balon berwarna merah berbentuk hati pada Nana


"untukku??" ucap Nana menunjuk dirinya sendiri memastikan dan di tanggapi dengan anggukkan dari badut tersebut


"terima kasih banyak!!!" kata Nana dan tersenyum sangat manis kepada badut tersebut


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


***Bersambung~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode berikutnya~~~


Love U all***


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ