
đź’śđź’śđź’ś
“yahhhh!!!! Preman jadi jadian!!! Kembalikan gak hanphone ku!!!” teriak seorang siswi cantik dengan murkanya terhadap orang yang sedang sia teriakan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Nana
Nana sedang meneriaki Mark yang mengambil handphone nya dan mengejar Mark untuk mengambil handphonenya kembali dan Mark pun terus berlari menjauh dari Nana yang sedang mengejarnya
“tidak akan!!!” ucap Mark yang masih saja berlari menjauh dari nana
“ini balasan ku karena telah memanggilku dengan sebutan monster kecil! Kalau saja dirimu memanggil ku lagi dengan sebutan itu!!! Aku bakalan hancurin nih hanphone mu!” katanya yang masih saja berlari mengelilingi kelas tersebut menjauhi Nana
“Mark!!!!!” teriak Nana nyaring dengan kesal karena mendengar kata mark tadi yang ingin menghancurkan hanphonenya
Mendengar teriakan itu pun Mark langsung bersembunyi di belakang temannya untuk melindungi dirinya dari amukkan Nana yang sedang bertambah semakain kesal
Dan itu semua disaksikan oleh semua murid yang berada di kelas tersebut, yang telah terbiasa menyaksikan pertengkaran yang Nana dan Mark lakukan yang hampir ada di setiap jam nya
“hentikan lah kalian berdua!!” kata Sasu yang mulai jengah terhadap kelakuan dua anak yang berada di depannya tetapi tetap tidak di perdulikan oleh mereka berdua
“aku tau di hanphone ini pasti banyak rahasia mu! Karena itu aku gak bakalan memberikannya kepadamu!!” kata Mark yang masih bersembunyi di belakang Ben
“dasar preman ini!!!!”
Setelah itu nana langsung berlari dan mendorong Ben untuk menjauh dari hadapannya dan berhenti melindungi Mark dan langsung melompat kearah Mark.
Mark yang tidak siap dengan serangan tersebut pun langsung terkejut dan secara reflek memeluk Nana yang jatuh kearahnya dan mereka berdua pun terjatuh bersama karena Mark kehilangan keseimbangannya hal tersebut membuat jarak diantara mereka menjadi tidak ada lagi Nana yang berada diatas Mark dan Mark yang ada di bawah Nana.
Mereka berdua pun saling berpandang – pandangan dan saling tenggelam terhadap mata satu sama lainnya tidak mempedulikan murid lainnya Dan semua itu disaksikan oleh semua murid yang berada di kelas tersebut.
“what the ----“
Mendengar kata tersebut membuat Nana dan Mark sadar dari apa yang telah mereka lakukan
Dengan cepat mark pun langsung mencoba mendorong Nana tetapi tidak berhasil “menjauh lah dari ku!!”
Nana yang masih terlihat malu pun langsung memabalas perkataan mark “siapa juga yang mau dekat dekat dengan mu!!!”
Dan pertengkaran mereka pun terus berlanjut sampai terdengar suara pintu kelas yang terbuka dan menampilakan pak Ahmad, mereka semua pun tiba tiba diam
“apa yang terjadi disini??” katanya pak Ahmad
“kalian berdua cepat ikut keruangan ku!!!”
ucapnya lagi dan langsung pergi dari sana
“gara – gara kamu nih!!!” kata Nana menyalahkan Mark
“kok jadi gue sih lo aja kali yang salah” jawab Mark
“udah itu salah kalian berdua!” kata Ben menghentikan pertengkatan mereka
“sana cepat keruangannya pak Ahmad sebelum beliau tambah marah” kata Anna kepada Nana dan Mark
“baiklah” kata mereka bersamaan dan langsung meninggalkan ruang kelas tersebut menuju ruang kantor pak Ahmad
Sesampainya didepan kantor pak Ahmad, Nana pun mengetuk pintu yang ada didepannya
“masuk”
Setelah mendengar kata itu mereka berdua pun langsung masuk kedalam ruangan tersebut dan menghadap ke pak Ahmad
“duduklah” katanya lagi dan mereka pun duduk di kursi didepan meja pak Ahmad sambil menunduk
“apakah kalian tahu kesalahan kalian hari ini?” ucap pak Ahmad dan mereka pun langsung menganggukkan kepala mereka tanda tau
“tapi pam---“ kata Mark pun terhenti saat pak Ahmad mendelik kearah Mark tajam karena tau Mark akan memanggilnya dengan sebutan paman dan Mark pun langsung menutup mulutnya lalu langsung kembali berbicara
“tapi pak Ahmad, Nana yang memulai terlebih dahulu” kata Mark membela dirinya
Nana yang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya pun langsung menatap Mark dengan tajam
“aku tidak ingin mendengar kata – kata lagi dari kalian” ucapnya sambil menatap dua murid yang berda dihadapannya saat ini bergantian
“kalian akan di hukum membersihkan perpustakaan sampai bersih setelah pulang sekolah nanti dan baru boleh keluar perpustakaan sampai aku memperbolehkan kalian berdua keluar” sambungnya lagi
Nana dan Mark pun hanya mendesah pasrah mendengar ucapan dari pak Ahmad “baiklah pak” jawab mereka bersamaan
~Time Skip~
disinilah Nana dan Mark berada di dalam perpustakaan yang luas dan besar tersebut
menghela nafas mereka berat karena mereka merasa pasti hukuman ini akan sangat melelahkan
"ahhhh disini terlalu luas dan banyak yang harus di bersihkan" teriak Nana frustasi
"diam lah dan cepat bantu bersihkan ini aku sudah rindu tempat tidur ku" kata Mark yang mulai membersihkan buku yang berserakan di meja dan mengembalikannya ke rak buku
tidak terasa sudah 1 jam 30 menit Nana dan Mark membersihkan perpustakaan. Nana yang sudah kelelahan dari tadi pun memilih untuk duduk di bangku terdekat dan membaringkan kepalanya di meja karena dia merasa sangat lelah sehingga Nana tidak menyadari dia sampai ketiduran di sana
Mark yang melihat itu pun langsung mendekat ke arah Nana saat dirasa Nana telah terlelap
Mark pun langsung duduk di samping Nana dan menatap dalam wajah Nana yang damai dan imut serta cantik menurutnya ketika tidur
Mark pun menyingkirkan beberapa helaian rambut Nana yang menghalangi penglihatannya untuk melihat lebih jelas wajah cantik Nana ke belakang telinga nya
"cantik seperti bidadari" kata Mark sambil tersenyum kepada Nana
"tidurlah yang nyenyak princess" sambung Mark lagi dan mengecup puncak kepala Nana lalu beranjak dari sana dan kembali merapikan sedikit lagi perpustakaan itu sebentar sehingga...
"apakah telah bersih semua?" tanya pak Ahmad yang tiba-tiba muncul
"iya sudah paman"
"baiklah kalau begitu kalian boleh pulang" ucap pak Ahmad dan langsung pergi dari sana
Mark pun mendekat kearah Nana bermaksud membangunkannya tetapi Mark tidak tega dan karena itu Mark pun membiarkan Nana tidur lebih lama lagi sehingga Mark yang memang mengantuk pun ikut tertidur di samping Nana dan mereka berdua pun tertidur bersama saling berhadap-hadapan
waktu pun berlalu dengan cepat sore hari pun muncul tetapi dua orang yang tengah asik dalam dunia mimpi nya itu masih saja tidur
sehingga salah satu dari mereka perlahan membuka mata indahnya dan menatap seseorang yang ada dihadapannya itu dengan penuh rasa cinta
"sudah sore yah" kata Mark dengan suara parau
Mark pun mengarahkan tangannya kearah rambut Nana yang halus itu dan mengusapnya pelan lalu tidak ketinggalan juga Mark mencium lagi kening Nana sebelum membangunkan Nana
"hei Nana bangun... sekarang sudah sore"
Mark pun sedikit menggoyangkan bahu Nana dan itu pun membuat Nana terbangun dari tidurnya dan mulai mencoba merenggang kan badannya yang sedikit pegal karena tidur dalam posisi duduk
"dimana aku??"
"ada di perpustakaan tentu saja" kata Mark tertawa karena pertanyaan Nana
"baiklah ayo pulang sekarang sudah sore dan aku rasa sebentar lagi hujan akan turun" kata Mark dan mengambil tasnya yang tidak jauh dari Mark, Nana pun melakukan hal yang sama
"sudah selesai??" tanyanya dan Nana pun mengangguk "ayo" kata Mark lagi dan langsung menggandeng tangan Nana keluar dari perpustakaan menuju depan sekolah bersama sama