Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 18 canggung??



setelah merasa tidak ada siapa pun Nana pun langsung saja keluar dari sana mencoba berlari kecil menuju kearah lemari pakaian Mark untuk mencari baju yang cocok untuknya


tetapi baru saja Nana keluar dari kamar mandi tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka dan di sana terpampang lah Mark yang baru saja masuk ke kamarnya


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


melihat hal itu pun sontak saja Mark membalikkan badannya dan langsung beranjak keluar tidak lupa menutup pintu kembali


Nana yang memang sudah sangat terkejut pun hanya diam membeku saja di tempat dia berada otaknya sudah kosong dan tidak bisa berpikir jernih


setelah mendengar bunyi pintu tertutup Nana pun kembali tersentak sadar dan rasa malu pun mulai menggerogoti dirinya


"astaga Nana!!! bagaimana ini" teriak Nana frustasi sambil mengacak-acak rambutnya yang basah


berbeda dengan Nana yang terlihat sangat frustasi didalam kamar lain halnya dengan Mark yang masih berada di balik pintu depan kamar


dirinya menyenderkan punggungnya dibalik pintu sekaligus menenangkan dirinya yang mulai merasa panas dikarenakan melihat pemandangan yang sangat indah tadi menurut Mark


bagaimana tidak indah dihadapan nya ada seorang yang di cintai nya sedang dalam keadaan habis mandi, dengan rambut yang masih basah, serta lekuk badan seksinya nya terlihat memukau, bagaimana bisa itu dilewatkan oleh Mark dan membuat batinnya bergejolak serta menggetarkan imannya


Mark yang masih memikirkan kejadian tadi pun hanya senyum-senyum sendiri di depan pintu sampai pikirannya itu pun terintrupsi oleh suara Nana yang memanggilnya dari balik pintu kamar


"m.m.mark??? kamu ma.masih ad.da di s.sana??" ucap Nana gugup


"iya" jawab Mark yang mencoba menetralkan detak jantungnya


"hmmm... a.aku tidak membawa pakaian ja.jadi b.bisakah kamu pinjam kan a.aku pa.pakaian??


"baiklah, tapi aku harus masuk kedalam kamar dulu baru bisa mengambil pakaiannya"


"ma.masuklah a.aku akan ke kamar mandi"


"hn"


beberapa saat kemudian setelah yakin bahwa Nana telah masuk ke kamar mandi, Mark pun langsung saja membuka pintu kamar dan mendapati kamar yang telah kosong


setelah itu langsung saja Mark menuju ke lemarinya untuk mencarikan sebuah baju untuk Nana


Nana yang berada di kamar mandi pun dengan sedikit tidak sabar karena Mark cukup lama untuk mencarikan baju


"Mark apakah bajunya sudah siap??" teriak Nana dari kamar mandi


"iya sudah tunggu sebentar" jawab Mark


"apakah dirimu juga perlu pakaian dalam??" tanya Mark dengan mudahnya tanpa sadar


Nana yang mendengar itu pun menjadi tambah malu "ti.tidak per.lu"


"baiklah... ini pakaiannya" ucap Mark yang telah berada di depan kamar mandi dan mengetuk pintu nya pelan lalu menyerahkan pakaian yang telah dipilihnya tadi setelah pintu kamar mandi yang sedikit terbuka menampakkan kepala Nana yang muncul dari balik pintu kamar mandi


"te.terima kasih Mark" ucap Nana ketika telah mengambil pakaian yang diberikan oleh Mark lalu dengan cepat masuk kembali kedalam kamar mandi


sedangkan Mark keluar dari kamar menuju dapur dikarenakan Mark yakin pasti asisten rumah tangga nya sudah datang dan bersiap untuk memasak


"bi An... hari ini masak buat tiga orang yah" ucap Mark ketika melihat pengurus rumah tangga yang biasanya ada pada sore hari di rumahnya


"baik tuan"


"ahhh dan juga bisakah bi An membelikan pakaian wanita yang lengkap untuk seseorang yang seumuran dengan ku" lanjut Mark lagi


"iya bisa tuan nanti saya belikan" ucap bi An


"baiklah terima kasih"


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


setelah memberi tahu kepada bi An, Mark pun langsung saja menuju ke kamar Mia untuk melihat apakah Mia telah selesai mandi atau belum


"sudah selesai??" ucap Mark ketika melihat Mia yang sedang duduk di atas kasurnya


"iya sudah" jawab Mai dengan senyumnya


"sini kak Mark sisir rambutnya Mia" kata Mark yang menuju ke meja yang berada di dekat lemari Nana untuk mengambil sisir dan pengering rambut


"sudah selesai" ucap Mark ketika telah menyisir rambut Mia


"terima kasih kak Mark" jawab Mia dengan senang lalu mengecup pipi Mark


"tunggu lah di ruang tamu okay... kak Mark akan segera kesana setelah mandi"


"okay bos" ucap Mia dengan tertawa geli dan langsung keluar menuju ruang tamu


sedangkan Mark pergi menuju ke kamar mandi yang ada di kamar Mia karena Mark tau pasti Nana masih berada di kamarnya jadinya Mark tidak mau membuat Nana tambah tidak nyaman


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


"Mia sendirian??? kak Mark dimana??" ucap Nana sambil mendudukkan dirinya di sofa samping Mia


"kak Mark tadi masih ada di kamar Mia, dan menyuruh Mia ke ruang tamu jadi Mai tidak tau dimana kak Mark" jawab Mia dengan polosnya


"baiklah... Mia sudah mandi??"


"iya sudah baru saja" ucap Mia semangat "dan Mia juga mandi sendiri!! Mia pintar kan?!"


"benar Mia sangat pintar dan Kak Nana sangat bangga" jawab Nana tersenyum lebar sambil mengelus-elus kepala Mia


dan mereka pun melanjutkan menonton TV, sampai.....


"nona... masakannya sudah siap dan saya akan pergi berbelanja sebentar" ucap bi An secara tiba-tiba membuat Nana terkejut karena baru pertama kali melihat bi An dan Nana kira disini hanya ada mereka bertiga saja, Nana tidak menyangka kalau ada bi An juga


"baiklah bi An terima kasih" jawab Mia dengan imutnya


"terima kasih bi" jawab Nana juga dengan tersenyum kearah bi An


"baiklah non kalau begitu saya permisi dulu"


"iya bi berhati-hatilah" setelah bi An pergi mereka berdua pun melanjutkan acara menonton yang sempat tertunda tadi sambil menunggu Mark datang


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


"kak Mark kok lama yahh kan Mia udah lapar" ucap Mia yang sudah tidak sabar menunggu Mark


"Mia tunggu sebentar di sini yahhh kak Nana akan mencari kak Mark dulu"


"siap bos"


"kamarmu ada dimana Mia??" tanya Nana kepada Mia yang yakin pasti Mark sedang berada di kamar Mia


"kamar Mia ada di lantai 2 sebelah kanan dan di depan pintunya ada tulisan nama Mia"


"baiklah tunggu sebentar yahh jangan kemana-mana" dan jawab anggukkan oleh Mia


sesampainya Nana di depan kamar Mia, langsung saja Nana membuka kamar tersebut dan betapa terkejutnya Nana


di sana Nana dapat melihat Mark yang juga baru habis mandi dengan badan yang masih basah dan handuk yang bertengger di pinggangnya menutupi areanya dan satu lagi di bahunya untuk mengeringkan rambutnya


dan juga jangan lupakan badan kekar Mark serta otot-otot perut sixpack nya yang sangat seksi, membuat Nana membeku di tempatnya dan terus saja memandang bentuk tubuh Mark yang menggiurkan


berbeda hal nya dengan Mark yang cukup terkejut karena bukaan pintu tadi dan mendapati Nana yang menerobos masuk


Mark yang melihat Nana masih saja menatap kepadanya pun hanya menyeringai senang dan secara perlahan Mark melangkahkan kakinya kearah Nana


Nana yang tersadar bahwa Mark semakin mendekat dengannya pun terus saja melangkahkan kakinya mundur sampai punggung Nana terbentur dengan dinginnya dinding


melihat Nana yang tidak bisa menjauh lagi pun langsung saja membuat Mark mempercepat langkahnya dan menghimpit tubuh Nana diantaranya dan dinding di belakangnya


Nana yang sudah tidak bisa kemana-mana pun mencoba mengalihkan pandangannya supaya tidak bertemu mata Mark yang penuh dengan berjuta pesona itu


tetapi Nana menyesali perbuatannya itu dikarenakan dengan mencoba mengalihkan pandangannya ke bawah, mata Nana di suguhkan dengan kekarnya dada bidang dan perut sixpack Mark membuat Nana meneguk ludah nya kasar melihat pemandangan indah di hadapannya


"menikmati pemandangan huh?!" ucap Mark yang melihat Nana sedang menatap dada dan perutnya yang Ter ekspos


Nana yang mendengar ucapan Mark pun langsung saja mengalihkan pandangannya lagi kearah lain


"Si.siapa bilang" ucap Nana sambil mencoba mendorong Mark menjauh darinya karena saat ini jantung nya benar-benar berdetak dengan tidak stabil di tambah lagi rasa malu yang Nana rasakan membuat pipi chubby nya menjadi merah


"tidak ada tapi aku melihatnya" jawab Mark dengan melebarkan seringainya karena melihat pipi Nana yang sudah sangat memerah


"ti.tidak mu.mungkin!!! cepat menjauh lah" ucap Nana dengan gugupnya "m.mia sedang menunggu mu untuk makan" sambung Nana lagi


"hn" jawab Mark yang masih saja terus memerangkap tubuh Nana


"men.menjauhlah" lirih Nana lagi yang terlihat sudah mulai lelah mendorong badan Mark menjauh tetapi Mark tidak bergerak sedikit pun


"cium aku baru aku akan menjauh" ucap Mark dan langsung saja membuat Nana menatap Mark dengan mata lebarnya, tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar oleh nya


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bersambung~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u all~~~


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ