
💜💜💜
~Skip time~
*keesokkan harinya*
hari ini Mark bertekat untuk meminta maaf kepada Nana di kerena kan kemarin ketika Mark ingin mendekati Nana untuk minta maaf, niatnya selalu di gagalkan oleh kehadiran Anna dan Malli serta Andre seakan-akan mereka tidak memperbolehkan Mark mendekati Nana meskipun hanya satu meter
mereka bertiga selalu saja menghalangi jalan Mark atau tidak mereka akan langsung mengerumuni Nana lalu membawanya cepat pergi dari hadapan Mark
sama seperti tadi pagi ketika Mark ingin menjemput Nana di depan gerbang rumahnya tapi Nana mengabaikannya seperti menganggapnya tidak ada
sekarang Nana dan Andre sedang asik mengobrol bersama di bangku mereka sedangkan Mark yang berada di belakang mereka hanya bisa mengepalkan tangannya kesal menahan amarah dan rasa cemburunya
"kenapa di lihat terus?? samperin aja sana" ucap Ben pada Mark yang langsung saja mendapatkan hadiah tatapan tajam dari Mark
sedangkan Ben yang sudah terbiasa dengan tatapan itu pun hanya menghela nafas nya pasrah
"udah minta maaf??" tanya Sasu
"ck mendekati dia saja aku gak bisa apalagi minta maaf gimana?? ketiga orang itu selalu menghalangi ku" kesal Mark
"telpon atau chat?? emangnya gak bisa gitu??" tanya Andy penasaran
"udah... tapi gak di bales maupun di angkat"
"minta bantuan Rama aja" ucap Sasu menambahkan
"gila Lo mau di gebukin sama Rama apa??" kata Ben seraya memukul kecil kepala Sasu
"mau bilang gimana?? aku udah nyakitin Nana gitu??" sambung Andy lagi ikut menceramahi Sasu
"kalau begitu bersiaplah di kubur hidup-hidup dirimu" ucap Andy lagi seraya membayangkan mereka berempat di kubur hidup-hidup oleh Rama yang marah karena adik tercinta nya di sakiti
"ck kalian di sini ingin memberi solusi atau mau bikin masalah aja sih" kesal Mark kepada tiga sahabatnya itu
"iya iya nanti kami bantu mikir kok"
💜💜💜
hari pun berlalu tetapi Nana masih saja tetap tidak mau berbicara maupun dekat- dekat dengan Mark
sedangkan Rama yang melihat tingkah aneh mereka berdua pun mulai curiga terhadap mereka tetapi ketika Rama bertanya kepada mereka serta sahabat mereka berdua selalu saja jawabannya sama yaitu mungkin mereka hanya lagi ingin sendiri aja lagi butuh me time
Dan hari-hari itu pun terus berlanjut sampai 7 hari kemudian
~Skip time~
*setelah 7 hari*
sekarang ini di rumah Mark atau lebih tepatnya di dalam kamar Mark yang luas terdapat Mark, Andy, Sasu, dan Ben yang sedang berada di atas kasur dengan posisi lingkaran saling menghadap satu sama lain
Mark dan sahabatnya itu sedang mendiskusikan sesuatu yang sangat penting seperti menyangkut hidup dan mati mereka
“gimana caranya supaya Nana mau ngomong lagi sama aku dan gak mengabaikanku lagi?” Tanya mark kepada ketiga temannya
“hmm… entahlah aku gak puny ide sama sekali” jawab Ben yang memang tidak punya ide sama sekali
“gimana kalau mulai besok Lo juga ikut menghiraukannya dan mengabaikan Nana??? Buat dia bingung kenapa Lo tiba-tiba aja berubah menjadi cuek dan dingin kedia sampai dia mau ngomong ke Lo lagi?? Gimana??” jelas Sasu menyarankan idenya
“hhhmmm… idenya bagus juga sih gue setuju. Kalo gue sih kasih tambahan saran buat dia cemburu juga ketika Lo ngabaiin dia tapi Lo gak ngabaiin cewe yang ngomong ke Lo jadi dia bakalan ngerasa sedih dan terabaikan gitu deh menurutku” sambung Andy menambahkan
“aku juga setuju” ucap Ben mengiyakan
“oke… aku coba aja besok. Tapi kalau gak berhasil gimana??” tanya Mark ragu
“kita liat aja dulu reaksinya kalau gagal kita pikirin lagi gimana caranya” ucap Sasu menyakinkan
“oke… thanks bro”
💜💜💜
...bersambung ~~~...
...terima kasih karena telah membaca novel ini...
...jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh...
...sampai ketemu di episode selanjutnya ...
...love u all ~~~...
💜💜💜