Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 27 Tertidur



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


jam istirahat pun datang, Nana yang telah memberi tahu Anna dan Malli untuk tidak ikut ke kantin bersama mereka berdua


sekarang Nana pun sedang menunggu Mark yang merapikan barangnya supaya mereka bisa pergi bersama seperti kata Mark tadi


"ayo" ucap Mark dan langsung menarik Nana keluar kelas menuju halaman belakang sekolah


sesampainya mereka di halaman belakang sekolah, Mark pun membawa Nana menuju ke bawah pohon rindang yang di depannya sudah tertanam berbagai bunga yang cantik


"wahh aku tidak tau kalau di sekolah kita ada pemandangan se ini" ucap Nana kagum


"tidak banyak yang tau karena disini hanya boleh orang yang mempunyai kunci saja" jawab Mark lalu duduk di bawah pohon


"kunci?? memangnya ini daerah yang tidak boleh dimasuki murid??" tanya Nana mengikuti Mark untuk duduk di sampingnya


"hn. karena disini hanya boleh dimasuki oleh orang yang mempunyai kegiatan ekstrakurikuler berkebun" jelas Mark pada Nana


"benarkah?? kalau begitu kenapa dirimu memiliki kuncinya??" selidik Nana dan menatap Mark penuh kecurigaan


"karena aku pemilik sekolah ini" jawab Mark Entang sedangkan Nana masih menatap Mark dengan tidak percaya, karena Nana merasa tidak mungkin Mark adalah pemilik sekolah ini


"makan sajalah" kilah Nana mengalihkan pembicaraan lalu membuka bekal makanannya tadi, begitu juga dengan Mark. mereka makan dengan lahap dan damai


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


setelah makan siang bersama, Nana dan Mark masih berada di tempat mereka semula, masih nyaman dengan posisi mereka masing-masing sedangkan waktu istirahat makan tersisa 20 menit jadi mereka ingin menikmati kebersamaan mereka


Nana yang sedang berada dalam fokusnya membaca buku yang dia bawa tadi pun terkejut karena tiba-tiba merasakan berat pada kedua pahanya


ketika melihat sumber bebannya itu, betapa terkejutnya Nana di karenakan di sana terdapat Mark yang sedang membaringkan kepalanya di atas paha Nana


"ma.mark apa yang kamu lakukan"


"diam lah sebentar dan biarkan aku tidur seperti ini" ucap Mark yang mulai menutup matanya


"usap rambut ku" perintah Mark lagi dan mengarahkan tangan Nana menuju rambutnya


Nana pun menuruti saja apa perintah Mark dan mulai mengelus rambut Mark pelan


Mark yang merasakan elusan itu pun langsung saja menuju ke alam mimpinya dengan cepat


sedangkan Nana yang masih terjaga pun hanya memandang wajah Mark yang damai ketika dia sedang tidur


"tampan..." gumam Nana kecil


setelah 5 menit berlalu, Nana yang mulai merasa matanya memberat karena mengantuk pun, mulai menutup matanya dan menyusul mark menuju alam mimpinya juga


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


setelah 15 menit berlalu, Mark pun mulai terbangun ketika mendengar lonceng pertanda masuk berbunyi


Mark pun membuka matanya perlahan dan betapa bahagianya dia ketika melihat sang pujaan hatinya ketika dia pertama kali bangun membuka matanya


"cantik..." gumam Mark pelan dan mulai duduk kembali seperti semula


Mark yang melihat Nana tertidur dengan damainya pun, hanya membiarkan Nana tertidur dan mengubah posisi Nana dengan mengangkatnya pelan menjadi berada di dalam pangkuannya


kepala Nana yang berada di dada lebar Mark, membuat Nana tanpa sadar memeluk Mark erat dan menempelkan kepalanya untuk mencari rasa nyaman yang lebih dari dada bidang tersebut


Mark yang merasakan Nana mengeratkan pelukannya padanya pun hanya tertawa kecil


"imut... mimpi yang indah princess" ucap Mark yang menatap wajah Nana dengan intens


Mark mulai mengelus pipi Nana yang lembut dan kenyal lalu menciumnya


"pipi ini milikku"


lalu tangannya pun mulai turun ke bawah sampai ke bibir Nana yang kissable nya


"dan bibir ini juga milikku" lalu Mark pun mulai mendekatkan bibirnya pada Nana dan mulai mengecupnya lembut beberapa kali


sedangkan Nana yang di cium pun masih saja tertidur nyenyak dan tidak menyadari ciuman dari Mark


Mark yang tidak puas hanya dengan beberapa kecupan pun mulai menempelkan bibirnya pada bibir Nana dengan sedikit mel*matnya pelan agar Nana tidak terbangun


merasa tidak ada pergerakkan dari Nana pun Mark mulai menempelkan bibirnya lebih dalam lagi pada Nana, mencium nya dengan ganas seakan bibir Nana itu adalah permen ter enak yang dia makan


ciuman Mark bahkan semakin liar dan sekarang Mark semakin berani menggerakkan bibirnya lincah pada bibir Nana bahkan dia sedikit menggigit kecil bibir ranum tersebut


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bel pulang pun berbunyi dan tentu saja suara tersebut dapat membangun kan salah satu murid yang telah tertidur begitu lama, siapa lagi kalau bukan Nana


Nana yang masih tidak menyadari bahwa sekarang dia sedang duduk di pangkuan Mark pun, hanya mengusap-usap matanya pelan lalu mengedarkan pandangannya mencari Mark


merasakan seperti ada sesuatu yang melilit pinggangnya dan ada hembusan nafas di tengkuknya pun langsung saja Nana berbalik dan melihat Mark yang sedang tertidur lelap menyandarkan kepalanya pada pohon


"Mark bangun lah... ayo ke kelas sekarang sudah bel masuk" ucap Nana mencoba membangunkan Mark dengan menggoyangkan bahunya pelan dan tidak menyadari bahwa bel yang tadi bukanlah bel masuk tetapi bel pulang


Mark yang merasakan guncangan pada tubuhnya itu pun sontak saja membuka matanya pelan


"ada apa??" tanya Mark dengan suara parau nya


"bangunlah sekarang sudah bel masuk"


Mark yang mendengar kata Nana tadi pun hanya tertawa geli


"cobalah lihat jam mu pendek" ucap Mark yang masih saja menertawakan Nana


Nana yang bingung karena ditertawakan oleh Mark pun hanya melihat kearah jam tangannya, dan betapa terkejutnya Nana ketika melihat bahwa sekarang sudah jam 2 sore dan itu adalah waktunya pulang, dan itu artinya bahwa Nana sudah membolos 2 mata pelajaran


Mark yang melihat wajah terkejut Nana pun hanya menambah gelak tawanya lagi


sedangkan Nana yang merasa di tertawkan oleh Mark pun hanya memukul kecil dada bidang Mark


"aww sakit!!" ucap Mark akting kesakitan


"rasakan!!! itu karena menertawakan ku!!" ucap Nana dan mulai memukul Mark lagi


"aww kenapa di pukul lagi" kata Mark tidak terima


"dan itu karena tidak membangunkan aku... dan sekarang aku bolos 2 mata pelajaran" sedih Nana


"ssshhh... tidak apa-apa" ucap Mark menenangkan sambil mengelus rambut Nana


"aku melihat mu tidur sangat nyaman jadi aku tidak mau mengganggu tidur mu" sambung Mark lagi


"ta.tapi kan--" air mata pun mulai menggenang di pelupuk mata Nana


"ssshhh jangan menangis okay aku akan beritahu guru kalau dirimu sedang sakit jadinya tidak dapat mengikuti pelajaran"


"ta.tapi kan itu bohong" kata Nana dan mulai menangis, Mark yang melihat Nana menangis pun merasakan hatinya sangat sakit


langsung saja Mark memegang pipi Nana dengan kedua tangannya


"tidak apa-apa sayang... percaya padaku okay" ucap Mark yang mulai menggerakkan ibu jarinya menghapus air mata Nana yang berada di pipinya, sedangkan Nana yang memang sudah menangis itu tidak terlalu memperhatikan ketika Mark memanggilnya sayang tadi


"berhenti menangis okay??" Nana pun hanya mengangguk mengiyakan dan mulai berhenti menangis


Mark yang melihat Nana berhenti menangis pun mengecup puncak kepala Nana


"baiklah kalau begitu ayo kita pulang" ucap Mark dan membantu Nana berdiri dari pangkuannya, merapikan penampilan Nana yang sedikit berantakan lalu menggandeng tangan Nana membawanya menuju ke arah mobil nya


tetapi sebelum dirinya melangkah, Nana menghentikan aksinya Mark dengan sedikit menariknya ke arah belakang membuat Mark membalikkan badannya menghadap ke arah Nana


"terima kasih Mark" senyum Nana


"seharusnya aku yang berterima kasih" ucap Mark "untuk ciumannya" sambung Mark dalam hatinya yang tentu saja membuat Nana bingung kenapa Mark berterima kasih padanya


"maksudnya??" tanya Nana tidak mengerti


"tidak apa-apa" jawab Mark dan langsung saja menarik Nana membawanya ke kelas untuk mengambil tas mereka lalu menuju mobil Mark dan melajukan mobilnya menuju rumah Nana


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bersambung~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u all~~~


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ