Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 28 Hubby??



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sesampainya Nana di dalam rumahnya, Nana melihat di depannya ada seorang laki-laki yang sedang membelakanginya seperti sedang menunggu sesuatu


Nana yang tau betul siapa yang sedang berdiri di belakangnya pun langsung saja berlari, melompat kearahnya dan langsung memeluk laki-laki tersebut dari belakang


"aku merindukanmu" ucap Nana sambil mengeratkan pelukannya pada pria tersebut


"kau merindukanku???" tanyanya lalu berbalik menghadap Nana dan membalas pelukannya


"bagaimana kabarmu princess???" tanya laki-laki tersebut


"kabarku selalu baik" jawab Nana tersenyum bahagia


"ekhm sudah cukup peluk - pelukan nya... sekarang ayo cepat ke meja makan!! ayah kalian sudah lapar" ucap Maria ketika melihat kedua anaknya itu yang masih saja melepas rindu mereka setelah lama tidak bertemu


Yap benar, laki-laki yang sedang di peluk Nana tadi adalah kakak kandung Nana yang bernama Rama Yudhi


Rama baru saja pulang ke Indonesia setelah urusannya yang ada di Amerika selesai


Rama sangat menyayangi Nana, terkadang juga sering menjahili Nana karena menurut Rama kalau Nana sedang kesal atau marah itu terlihat sangat lucu


tetapi di balik semua itu Rama juga sangat over protective sekali kepada Nana, Rama hanya tidak ingin adiknya terluka atau tersakiti oleh seorang


sedangkan Nana juga sangat menyayangi Mark dan Nana juga suka sekali memanggil Rama dengan sebutan Hubb meskipun Nana terkadang sedikit risih terhadap kelakuan over protective nya Mark


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sekarang Nana dan keluarganya sedang makan siang bersama, suasana di sekitar mereka sangat gembira apalagi dengan kedatangan anak tertua mereka


"Hubb nanti masuk ke sekolah mana??" tanya Nana pada Rama sambil mengunyah makanannya


"hmmm kasih tau gak yahh..." ucap Rama menggoda Nana


"ayolah Hubb beri tau aku" bujuk Nana pada Rama


"kalau aku beri tau nanti bukan kejutan namanya" jawab Rama sambil menjulurkan lidahnya kepada Nana mengejeknya


"ihhh dasar Kaka durhaka!!" kesal Nana pada Rama, selagi bercanda dan mengobrol mereka semua pun melanjutkan acara makan mereka


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


"princess... bagaimana sekolahmu??" tanya Rama yang saat ini sedang berada di dalam kamar Nana mereka saat ini sedang menikmati waktu kakak beradik mereka


"sangat menyenangkan!!! aku memiliki dua sahabat yang bernama Anna dan Malli" ucap Nana senang


"benarkah??? baguslah kalau begitu" jawab Rama dan mulai mengelus rambut Nana pelan


"tidurlah sekarang... besok pagi dirimu harus berangkat ke sekolah" ucap Rama dan mulai beranjak dari duduknya di sofa


tetapi, baru saja Rama berdiri, tangannya langsung saja di tarik oleh Nana sehingga dia terduduk kembali di sofa tersebut


"tunggu sebentar!!! Hubb... dirimu belum memberitahukan aku dimana dirimu akan sekolah nanti" bujuk Nana lagi kepada Mark


"kamu akan mengetahui nya nanti princess" lembut Rama "sekarang tidurlah okay" Nana yang pasrah dengan jawaban itu pun hanya pasrah saja dan menuruti apa yang dikatakan oleh kakaknya tersebut


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


pagi pun tidak dan sekarang Nana yang telah siap untuk berangkat ke sekolah pun sedang berjalan menuruni tangga menuju ke ruang makan


sesampainya di sana, Nana mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari orang yang sedang dicarinya


"ayah!!! Hubb nya Nana ada di mana?? apakah dia belum turun??" tanya Nana pada ayahnya yang sedang duduk menyantap sarapan paginya


"Rama sudah berangkat tadi pagi sekali karena harus mengurus perpindahan sekolahnya" jawab ayah Nana


"baiklah" ucap Nana mengerti lalu ikut bersama ayahnya untuk memakan sarapannya


"sayang nanti mau ayah antar??" tanya Simon pada Nana


"gak perlu yah, nanti Nana bisa naik bus kok" jawab Nana tersenyum


"yakin gak mau di antar??? tapi ayah khawatir"


"ayah, Nana berangkat dulu yah" ucap Nana yang telah menghabiskan sarapannya lalu mengecup pipi ayahnya sebelum beranjak keluar rumah dan tidak lupa Nana membawa bekal yang telah di sediakan oleh ibunya untuk dirinya dan Mark seperti biasa


sesampainya Nana di depan rumahnya seperti biasa Nana akan melihat Mark yang telah menunggunya di samping mobilnya untuk berangkat bersama


"masuklah" ucap Mark membukakan pintu mobil untuk Nana sedangkan Nana pun hanya menuruti kata-kata Mark lalu masuk kedalam mobil tersebut di ikuti oleh Mark kemudian mereka pun berangkat bersama


"Mark bolehkah aku bertanya sesuatu" tanya Nana


"hn"


"kenapa dirimu selalu menjemput ku untuk pergi bersama??"


"entahlah..." jawab Mark enteng tanpa melihat kearah Nana, masih fokus menyetir mobilnya


Nana yang mendengar Mark menjawab seperti itu pun hanya mendengus kesal lalu memalingkan wajahnya kearah jendela luar


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sesampainya mereka di sekolah Mark pun langsung saja memarkirkan mobilnya di tempat biasa


Nana yang baru saja keluar mobil dan iikuti dengan Mark pun tidak sengaja menangkap seseorang yang familier menurut Nana


"Hubb??" gumam Nana pelan tetapi masih bisa di tangkap oleh telinga tajam Mark


"Hubb??? apa maksudnya??? Hubb?? Hubby!!" pikir Mark kesal dan langsung saja menatap kearah tatapan Nana


dan di sana Mark dapat melihat seorang laki-laki yang sedang berjalan di lorong, melihat hal itu pun langsung saja membuat darah Mark mendidih marah


tetapi sebelum Mark bisa menarik Nana menjauh dari menatap laki-laki tersebut, Nana sudah terlebih dahulu melangkahkan kakinya berlari kearah pria tersebut


"Hubb!!!" teriak Nana kencang ketika dirinya melihat Rama yang sedang berada di lorong sekolah, Nana sangat senang di karenakan dirinya satu sekolah bersama kakak kesayangannya


sedangkan Mark yang melihat Nana berlari ke arah pria yang tidak di ketahui oleh dirinya itu pun hanya diam di tempat mengamatinya


di sana Mark bisa melihat Nana yang sedang memeluk pria tersebut erat dan sebaliknya pria tersebut juga memeluk Nana erat


hal itu pun membuat Mark mengepalkan tangannya erat seperti akan siap menghajar siapa saja yang berada di sekitarnya


"Mark ada apa denganmu??" tanya Ben pada Mark ketika telah berada di samping Mark yang berdiam diri mematung di sebelah mobilnya


"benar... sebentar lagi bel masuk akan berbunyi" sambung Sasu yang juga heran kepada sahabat nya itu


"hei kenapa masih diam saja, dia kenapa sih" ucap Andy menambahkan "ayo cepat!!" dan langsung saja Andy menyeret Mark dari sana


meninggalkan Nana dan Rama yang masih sedang asik berbincang ria


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Mark sekarang sedang duduk di bangkunya dengan muka yang sangat muram karena terus teringat kejadian tadi yang pastinya membuat Mark bertambah kesal dan marah


ekspresi wajah Mark sangat sangar terlihat seperti akan membunuh orang ketika orang tersebut berada di dekatnya, membuat semua murid yang ada di sana merasakan aura membunuh dari Mark sehingga membuat semua orang tidak berani berada di dekatnya


termasuk para sahabatnya yang tau betul kalau Mark yang seperti ini sangat tidak boleh diganggu kalau tidak mereka akan merasakan akibatnya


sedangkan Mark sekarang sesekali dia menatap kearah pintu kelas berharap Nana segera muncul dari balik pintu tersebut


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bersambung~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u all~~~


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ