
Nana yang tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang itu pun mulai memberontak melepaskan tangannya dari cengkeraman itu tetapi tidak berhasil
dan Nana di seret oleh seseorang itu ke atap sekolah ketika seseorang itu berbalik dan betapa terkejutnya Nana ketika mengetahui seseorang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Mark
Setelah sampai di atap sekolah Mark pun langsung melepas genggaman tangannya dengan Nana dan bertanya
“ada ada dengan dirimu??” tanya Mark dengan nada yang datar dan dingin penuh cemburu
"bukan urusanmu" jawab Nana enteng dan mulai berbalik badan untuk menjauh dari sana
tetapi sebelum Nana bisa berbalik menjauh, Mark dengan sigap menangkap tangan Nana dan membuatnya mendekat kearah Mark
“kenapa kamu mengabaikan ku?? dan kenapa dirimu dekat dengan andre?”
“bukan urusanmu…” jawab Nana mencoba melepaskan genggaman pada tangannya
"itu adalah urusanku jadi jawab pertanyaan ku" ucap Mark seraya mengeratkan pegangan nya
"berhentilah mengganggu ku dan pergilah bersama pacarmu itu..." lirih Nana mencoba menahan tangisannya lagi ketika teringat Mark bersama dengan siswi tadi
"pacar??" gumam Mark bingung "dengar... aku tidak memiliki pacar seperti yang kamu katakan tadi" sambung Mark lagi
"tidak mungkin aku tadi melihatmu bersama dengannya!!! benarkan?!" selidik Nana dengan suara yang mulai bergetar sedangkan Mark hanya diam dia memikirkan bagaimana cara supaya Nana percaya pada nya
“jawab aku Mark!! Kenapa kamu begini… padahal aku sudah mulai menyukaimu tapi kenapa dirimu menjauh" ucap Nana dengan air mata yang mulai menumpuk lagi di pelupuk mata nya
"aku sakit ketika liat kamu mengabaikan ku dan berdekatan dengan gadis lain seperti tadi… jadi tolong jangan mengabaikan ku seperti tadi…” sambung Nana lagi dan kini air matanya mulai meluncur bebas di pipinya, Nana menangis sejadi jadinya di sana
sedangkan Mark yang mendengar kata-kata itu tadi terkejut sekaligus senang karena Nana juga menyukainya
Mark yang melihat air mata keluar dari mata Nana pun langsung saja mengarahkan tangannya ke pipi chubby Nana dan mulai menghapus air mata tersebut seraya menenangkan Nana
melihat Nana menangis pun membuat hati Mark sangat sakit "hussttt jangan menangis lagi sayang" ucapnya lalu memeluk erat tubuh Nana
“apa benar kau juga menyukaiku juga??” tanya Mark memastikan yang masih tidak percaya dengan pendengarannya tadi
“juga??” Tanya Nana kembali tidak mengerti lalu melepaskan pelukannya pada Mark
“aku juga menyukaimu... tidak tidak aku mencintai mu dari dulu jadi berhentilah menangis" ujar Mark seraya menghapus air mata di pipi Nana menggunakan ibu jari nya
"dan juga aku mengganggu mu hanya karena dengan cara itu supaya aku bisa mendapatkan perhatian mu… dirimu tau kan kalau aku sering di sebut bad boy sekolah, jadi aku rasa dirimu pasti tidak akan mau dekat dengan ku...maaf karena selama ini aku mengganggu” jelas Mark sambil tersenyum
“tidak masalah” kata Nana sambil membalas senyuman Mark
“Hmmm kita telah bersama dan aku milikmu” kata Nana dan mereka berdua pun saling bertatapan penuh cinta dan tersenyum
"jadi bisakah aku..." ucap Mark seraya melihat kearah bibir Nana
tidak menjawab pertanyaan dari Mark, Nana pun langsung saja mengalungkan tangannya pada leher Mark, mulai memajukan wajahnya kepada Mark sehingga bibir mereka berdua menyentuh satu sama lain
merasakan bibir Nana bersentuhan dengan nya pun Mark langsung saja membalas ciuman Nana dengan tidak kalah mesranya dan penuh cinta
Mark juga mulai mengarahkan tangannya ke pinggang Nana untuk menariknya lebih dekat kearah nya sehingga jarak antara mereka berdua sekarang tidak ada sama sekali
mereka berciuman cukup lama, menikmati keberadaan satu sama lain, bahkan sekarang lidah Mark telah masuk kedalam mulut Nana dan mengeksplorasi apa yang ada di dalamnya
setelah merasa hampir kehabisan nafas Mark pun segera melepaskan tautan nya untuk mengambil nafas mereka
Mark tersenyum senang dan manis ketika melihat Nana lalu mencium dahi Nana mesra
"ayo kita kembali ke kelas" ucap Mark lembut seraya mengelus rambut Nana tetapi sebelum mereka beranjak pertanyaan dari Nana menghentikan aksinya
"jadi siapa dia??" tanya Nana yang memang masih penasaran akan kejadian yang membuatnya sakit hati tadi
"entahlah... hanya seorang murid yang ingin menyatakan cinta padaku" jawab Mark santai
"benarkah?? lalu kenapa dirimu terlihat sangat dekat dengan dia tadi" cemburu Nana
"apakah pacarku ini cemburu hemm??" goda Mark dengan tertawa geli nya membuat wajah Nana yang telah merah menjadi tambah merah lagi
"aku telah menolaknya tetapi dia masih saja memaksa dan bahkan ingin mencoba mencium ku jadi aku mencoba memperingati nya dengan kata-kata menyakitkan" jelas Mark bangga
💜💜💜
...Bersambung ~~~...
...terima kasih karena telah membaca novel ini...
...jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh...
...sampai ketemu di episode selanjutnya...
...love u all ~~~...
💜💜💜