Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 10 Karya Wisata II



Nana yang merasakan wajahnya memerah pun langsung saja dengan cepat mengalihkan pandangannya ke luar jendela karena Nana tidak mau Mark melihat dirinya yang memerah karena ulahnya Mark.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Sepanjang perjalanan menuju lokasi karya wisata yang jaraknya lumayan jauh di karenakan dalam perjalanan kesana harus memakan waktu yang cukup lama sekitar 3 jam


lain halnya seperti murid lain yang kebanyakannya sedang tidur, bosan, mengobrol maupun mendengarkan musik. Mark tidak bisa berhenti tersenyum senang karena bisa duduk di samping Nana dan selalu bersamanya selama 3 hari ke depan sambil memandang Nana dari samping dengan pandangan yang sulit di artikan.


Tingkah laku gadis cantik dan imut tersebut terlalu sayang untuk dilewatkan oleh mata Mark yang memandang kagum kearah Nana


Nana sedang menatap ke luar jendela. Kedua mata hitam indahnya memancarkan kekaguman dan membuat Bibir pink Nana sedikit terbuka. Penasaran dengan hal apa yang bisa membuat Nana seperti itu Mark pun mengalihkan pandangan ke luar jendela menatap ke arah yang sedang di lihat oleh Nana


namun Mark tidak menemukan sesuatu yang menarik karena menurut Mark Nana lah yang lebih menarik dari hal apapun.


menghela nafasnya berat. Mark yang sedikit bosan karena dianggap tidak ada oleh Nana pun mencoba memulai pembicaraan terlebih dahulu pada Nana


"hei pennndekk??? lagi liatin apa sih?!" ucap Mark kepada Nana terlalu asyik pada kegiatannya mengamati jalanan dan tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Mark tadi.


tidak mendapatkan jawaban dari Nana, Mark pun hanya mendesah pasrah dan menyandarkan kembali punggung nya ke sandaran kursi Jadilah selanjutnya hanya keheningan yang menyelimuti keduanya.


Nana yang sudah merasa cukup melihat pemandangan pun mulai merasakan matanya yang berat karena mengantuk pun mencoba untuk tidur tetapi ketika Nana mulai memasuki alam mimpinya pun tidak menyadari bahwa kepalanya yang dekat dengan jendela bus dan terbentur dengan tidak sengaja membuat Nana terbangun


"Owwwhh.... sakitttt!!" ucap Nana sambil mengelus kepalanya yang terantuk jendela.


suara lembut dari gadis cantik disampingnya pun membuat Mark menatap kepadanya


Ekspresi Nana yang tengah mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya sambil mengelus kepalanya terlihat begitu menggemaskan Dimata Mark dan membuat Mark menahan keinginan nya untuk tidak mencium pipi tembem tersebut .


Mark pun langsung berdiri Lalu mengambil tas ranselnya yang tersimpan di bagasi atas kursi. Setelah menemukan barang yang ia cari, Mark pun mengembalikan tasnya ke tempat semula.


"Pakailah ini." ucap Mark menawarkan sebuah bantal leher berwarna biru kepada Nana hal itu pun membuat Mata besar Nana berkedip-kedip tidak percaya bahwa Mark sedang berbaik hati padanya.


hal itu pun membuat Pipi tembem Nana dihiasi warna merah muda saat menyadari apa yang dilakukan oleh Mark. Padahal ia pikir Mark akan mengabaikannya dan menggangu nya lagi selama perjalan karya wisata ini.


hal itu pun langsung saja membuat jantung Nana yang awalnya biasa saja menjadi berdebar kencang dan tidak karuan. "gawat debaran jantungku bermasalah lagi" panik Nana dalam hatinya


melihat pipi Nana yang mulai memerah pun membuat Mark gemas dan menahan tangannya untuk tidak ingin mencubit pipi tembem Nana.


Karena Nana yang tidak juga merespon, nada pasrah pun keluar dari bibir Mark. dan langsung saja Mark memakaikan bantal leher tersebut kepada Nana.


dan perbuatan tersebut pun yang membuat Nana terkejut semakin merona dibuat Mark dan untuk debaran jantung Nana tidak perlu ditanya lagi pastinya karena jantungnya saat ini berdebar bertambah liar.


"Te.terima kasih Mark" ucap Nana sembari tersenyum sangat manis. Senyum yang mampu membuat Mark meleleh dan berbunga-bunga di dalam hati tentunya.


Tak lama setelahnya, Nana pun langsung tertidur kembali. Kali ini terlihat nyaman berkat bantal biru yang melingkari lehernya.


Kedua manik berwarna hitam milik Mark diam-diam mengamati wajah gadis yang sedang beristirahat tersebut dengan pandangan yang penuh kasih sayang dan cinta.


Nana terlihat semakin imut saat tidur begitu damai dan tenang. Mark yang gemas melihat itu pun langsung saja memajukan wajahnya kearah Nana dan mengecup singkat kening Nana


"tidur yang nyenyak princess" ucap Mark tersenyum dan menyusul Nana menuju mimpinya juga


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sesampainya mereka di tempat tujuan Mark langsung saja mengambil tasnya dari bagasi di atas kursinya dan tidak lupa juga mengambil tasnya Nana sekaligus supaya mereka bisa keluar dengan cepat seketika setelah pintu bus terbuka


setelah pintu bus terbuka Mark langsung saja menggandeng dan menarik tangan Nana keluar dari bus dengan cepat


Mark terlihat sangat bersemangat karena inilah waktunya dia dan Nana bisa berduaan tetapi kesenangannya terhenti ketika mendengar teriakan dari salah satu sahabat mereka dan menghalangi jalannya


"woi Mark!!! semangat amat sih?" teriak Sasu yang heran melihat Mark semangat sekali karena biasanya setiap ada Karya Wisata Mark selalu berwajah datar dan cuek serta tidak peduli dengan keadaan sekitarnya


Mark tidak menjawab pertanyaan Sasu dan Mark hanya menanggapi dengan tatapan yang super tajam dan menusuk yang membuat Sasu berdecak kesal.


"wowowow santai bro" ucap Ben menenangkan "itu mata hati hati bisa bisa nanti keluar" ejeknya lagi


"ck menyebalkan" gumam Mark kesal dengan sabatnya itu


"kalian semua ngapain sih disini?! Minggir sana!!" ucap Mark mengusir sahabatnya yang menghalangi waktu berduaan nya bersama dengan Nana


"tapi kan kami berdua ingin jalan jalan sama Nana" ucap Anna tidak terima karena sahabatnya itu di monopoli oleh Mark


"iya benar!!" sambung Malli membenarkan sambil mengangguk nganggukan kepalanya


"ck kalian kan sudah ada pasangan, lalu ngapain ngambil pasangan orang!!" ucap Mark dengan wajah datarnya "minggir!!!" lanjut Mark lagi dengan tatapan tajamnya dengan suara yang mengancam seperti mengisyaratkan kepada mereka untuk "menyingkir atau mati"


mendengar itu pun langsung saja membuat Anna dan Malli menyingkir dari hadapan Mark karena takut pada aura membunuh yang Mark keluarkan


melihat mereka telah menyingkir pun Mark langsung saja membawa Nana menjauh dari mereka dengan masih menggandeng tangan nya Nana dan tidak menyadari bahwa wajah Nana sudah memerah akut karena kelakuan pemuda yang sedang menggandeng tangan nya saat ini


Nana dan Mark pun berjalan jalan di sekitar karya wisata sambil tetap bergandengan tangan, dan melihat pemandangan yang sangat indah di sana


sesampainya di atas puncak yang memberikan pemandangan indah baru lah Mark melepaskan gandengan tangannya pada Nana dikarenakan dia ingin memotret pemandangan indah di sana dan sesekali memotret Nana yang menurutnya lebih cantik dari pada pemandangan di sana tanpa Nana sadari


setelah puas memotret pemandangan -ekhm Nana Maksudnya- Mark pun segera menghampiri Nana


"haus??" tanya Mark yang melihat Nana duduk menatap pemandangan yang indah


"sedikit" jawab Nana dengan tersenyum


"tunggulah sebentar di sini aku akan membelikan minuman" ucap Mark lagi dan dibalas dengan anggukkan dari Nana


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


~bersambung...~


jangan lupa like dan komen yahh


tunggu episode selanjutnya


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ