
"cium aku" ucap Mark dengan seringai nakalnya yang semakin melebar membuat Nana membuka mulutnya tidak percaya
"What?!!! gak mau!!"
"yah sudah gelang ini akan aku pakai terus" ucap Mark seraya melangkahkan kakinya menjauh dari Nana
"tu.tunggu sebentar" cegah Nana ketika merasakan Mark ingin melangkah pergi
"a.akan aku pikir du.dulu" gugup Nana
πππ
sekarang sudah tiga menit berlalu, Nana masih saja berpikir apakah dia harus mengikuti syarat yang di ucapkan oleh Mark tadi atau tidak
Nana ingin sekali memakai gelang kesukaan nya itu tanpa harus di curigai memiliki pasangan dengan Mark tetapi di sisi lain Nana juga tidak mau kehilangan ciuman pertamanya kepada musuh terbesar nomor satunya ini.
yang menurut Nana ciuman pertamanya itu masih ada tetapi Nana tidak mengetahui bahwa ciuman pertamanya memang sudah hilang di ambil oleh Mark ketika Nana sedang tidur
sedangkan Mark yang sudah jengah menunggu Nana berpikir lagi pun mulai kehabisan kesabaran nya
"bagaimana?" tanya Mark tidak sabaran
"i.itu...hmmm" Nana yang masih saja ragu
"ya sudah kalau tidak mau" ucap Mark melenggang pergi, tetapi baru saja selangkah suara Nana pun langsung saja menghentikan pergerakan dari Mark
"a.akan aku lakukan..." cicit Nana pelan tetapi masih bisa di dengar oleh gendang telinga Mark
mendengar ucapan itu pun langsung saja Mark membalikkan kembali badannya menatap kearah Nana
"baiklah kalau begitu, lakukan" perintah Mark seraya menundukkan kepalanya supaya sejajar dengan Nana, jadi memudahkan Nana untuk menciumnya
Nana yang melihat wajah Mark mendekat kearah nya pun langsung saja membuat wajah Nana menjadi merah padam
Nana yang sudah kelewat malu pun langsung saja melihat kearah kiri dan kanannya untuk memeriksa apakah ada murid lain di lorong tersebut
dan ternyata untungnya tidak ada seorang pun kecuali mereka berdua di karenakan sekarang memanglah masih jam istirahat jadi kebanyakan para murid berada di kantin, lapangan atau kelas masing-masing
setelah dirasa tidak ada seorang pun, Nana langsung saja kembali menatap wajah Mark
dan betapa terkejutnya Nana ketika wajah mereka hanya berjarak beberapa senti meter saja sehingga hidung mereka berdua saling bersentuhan
"i.itu tu.tuplah matamu" gumam Nana lagi dengan rona pipinya yang semakin memerah seperti kepiting rebus dan hal tersebut pun membuat Mark ingin sekali memakan nya
"ck. merepotkan saja" decak Mark datar
"baiklah" ucap Mark pasrah tetapi sebelum Mark menutup matanya, Mark sudah memerangkap Nana dengan kedua tangan nya yang berada di samping kiri dan kanan Nana sehingga ketika Mark menutup matanya Nana tidak bisa kabur
"ingat jangan kabur" ancam Mark kepada Nana
"baiklah...." Nana pun menghela nafas nya pasrah padahal tadi Nana memang berfikiran untuk kabur ketika Mark menutup matanya tetapi gerak gerik nya sudah di tebak terlebih dahulu oleh Mark jadinya mau tidak mau Nana harus mencium Mark
Dengan wajah yang memerah karena menahan malu dan gugup yang sudah mencapai batas maksimal, Nana pun mulai memajukan wajahnya mendekatkan nya ke arah wajah Mark sambil menutup kedua matanya rapat-rapat
bibir mereka berdua hampir saja bersentuhan dan...
Ring~~~
tanda bel masuk pun berbunyi membuat Nana membuka kembali matanya dan secara reflek mendorong dada bidang Mark menjauh darinya
sedangkan Mark yang memang tidak siap dengan dorongan itu pun membuat dirinya terdorong beberapa langkah ke belakang
melihat Mark yang terdorong pun langsung saja Nana berlari dengan cepat menuju kelasnya dengan wajah yang sudah super memerah
Mark yang melihat Nana sudah berlari menjauh pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah
"ck. hampir saja aku bisa merasakan rasa manis bibir itu lagi" kesal Mark karena ciuman nya harus gagal
"dasar bel menggangu" gerutu Mark lalu mulai melangkahkan kakinya menuju kelas
lain halnya dengan Nana yang kini telah berada di dalam kelas duduk di bangkunya sedang mengatur nafasnya karena berlari tadi
"huft hampir saja" ucap Nana lega dan kembali terpikirkan bagaimana bibirnya dan bibir Mark hampir saja bersentuhan tadi
"akhhhhh!!! Nana Jangan di pikirin lagi dong!!!" seru Nana frustasi
πππ
Bersambung~~~
terima kasih karena telah membaca novel ini
jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh
sampai ketemu di episode selanjutnya
love u all~~~
πππ