Me And My Enemy

Me And My Enemy
Bab 23 Berbelanja Bersama



πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


sekarang sudah waktunya pulang sekolah Mark pun langsung saja mulai menggandeng tangan Nana lagi dan membawanya keluar sekolah menuju mobilnya berada


sesampainya mereka di dalam mobil Mark pun langsung saja melajukan mobilnya menuju arah sekolah Mia


"kak Mark!!! kak Nana!!" teriak Mia sambil berlari-lari kecil ketika melihat Nana dan Mark yang baru saja turun dari mobil untuk menjemputnya


dan langsung saja Mia memeluk Nana yang sudah menunduk untuk menerima pelukan dari Mia


"bagaimana sekolahnya??? menyenangkan??" tanya Nana pada Mia sambil menggendongnya menuju mobil sedangkan Mark yang sudah berdiri di samping pintu mobil kursi penumpang depan, membukakan pintu tersebut untuk Nana dan Mia


"sangat menyenangkan dan juga tadi Bu gurunya Mia bilang kalau Mia sangat pandai" seru Mia dengan senangnya bercerita kepada Nana


Mark yang melihat keakraban mereka berdua pun tersenyum senang, lalu Mark pun memasuki mobilnya dan mulai mengendarai mobil tersebut


"kak Nana hari ini Mia mau makan masakannya kak Nana"


"benarkah??? kalau gitu Mia mau makan apa??? nanti kak Nana buatkan"


"hhhmm.... Mia mau makan soto ayam aja kak!!!" ucap Mia dengan semangatnya dan mata berbinar nya


"baiklah kalau begitu" jawab Nana sambil tersenyum


"yes!!!"


"kalau begitu kita harus ke pasar dulu karena bahan-bahannya di rumah tidak ada" kata Mark tiba-tiba


"baiklah aku setuju" jawab Nana pada Mark


Mark pun langsung saja melajukan mobilnya menuju arah pasar


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


setelah berkendara sekitar hampir 10 menit mereka bertiga pun sampai di pasar


"woahhh banyak banget yang jualan" kagum Mia yang melihat banyak sekali orang yang berjualan


"Mia ayo kita masuk ke dalam" ucap Nana sambil menggendong Nana di dalam pelukannya


sedangkan Mark pun berjalan di samping Nana dan tidak lupa juga tangan Mark yang sedang memeluk pinggang Nana posesif


Nana yang merasa pinggangnya di pegang oleh Mark pun hanya diam saja kerena ingin menyembunyikan suara detak jantungnya yang sudah tidak karuan serta rona merah di pipinya yang tersipu malu


selama dalam proses berbelanja Nana pun mulai memilih sayur yang memang kelihatannya segar, sedangkan sekarang Mia lagi berada dalam gendongan Mark, tetapi meskipun sekarang Mia berada di gendongannya tetapi tangan Mark yang satunya masih saja memeluk pinggang Nana posesif seakan-akan kalau Mark melepas pelukan nya Nana nantinya akan menghilang


Nana yang memang fokus pada memilih sayur pun tidak memperhatikan tatapan menggoda dari nenek penjual sayur tersebut kepada mereka


" keluarga yang sungguh harmonis, kalian sudah menikah berapa tahun??" ucapnya kepada mereka bertiga


"k.kami bu.buk--" sambung Nana lagi tetapi sudah terlebih dahulu di potong oleh nenek tersebut


"gapapa gak perlu malu kok" ucapnya sambil tersenyum "saya dan suami saya juga kalau waktu muda juga seperti itu, memang gak bisa lepas dari suami" sambung nenek tersebut sambil mengenang masa mudanya


bagaimana nenek tersebut salah paham sekarang saja meskipun dilihat dari jarak jauh sekalipun tetap saja semua orang pasti berfikiran sama yaitu mereka adalah keluarga Mark sebagai ayah, Nana sebagai ibu, dan Mia sebagai anak mereka


memang saat ini mereka masih menggunakan seragam sekolah SMA mereka tetapi Mark hanya memakai kemeja putih saja dikarenakan rompi seragamnya dia lepas dan sekarang berada di dalam mobil


sedangkan Nana, dia masih memakai seragam lengkap serta rompinya tetapi lambang sekolah mereka tertutup oleh Hoodie yang dipakai Nana yang di berikan oleh Mark kepadanya ketika pulang sekolah tadi


jadi wajar-wajar saja apabila nenek tersebut tidak tau kalau mereka berdua itu masih anak sekolah


"ta.tap---" Nana ingin mengeluarkan sanggahannya lagi tapi kali ini terpotong karena suara Mark


"terima kasih nek" ucap Mark yang tersenyum sangat senang karena dikira telah menikah dengan pujaan hatinya "doakan kami selalu bersama sampai tua nanti" sambung Mark lagi selagi merapatkan pelukannya pada pinggang Nana dan hal tersebut pun yang membuat wajah Nana semakin memerah ketika mendengarnya


"Amin" jawab nenek tersebut "pilihlah sayuran yang kalian suka dan aku akan memberi diskon pada kalian"


"benarkah??? terima kasih banyak nek" balas Mark tersenyum


Nana yang masih merasa malu pun diam saja mendengar percakapan Mark dan nenek tersebut


"sayang kenapa diam saja ayo cepat pilih sayurannya karena anak kita sudah lapar" ucap Mark dengan lembutnya dan hal tersebut pun membuat Nana langsung mendelik tajam kearah Mark dengan wajahnya yang sudah sangat memerah tersebut


"sayang kepala mu!!!" jawab Nana dengan berbisik ke arah Mark dan dihadiahi pukulan kecil dari siku Nana


"awww sayang sakit" ucap Mark lagi dengan seringai seksinya dan membuat Nana semakin jengah dengan kelakuan Mark dan langsung saja dia kembali memilih sayur-sayur yang akan dia masak nantinya


sedangkan Mia yang memang dari tadi mendengar percakapan mereka pun hanya diam saja di karenakan Mia yang tidak mengerti sama sekali dengan apa yang mereka bicarakan


setelah selesai berbelanja pun mereka bertiga kembali menuju ke mobil Mark yang telah terparkir di sana dan bersiap untuk pulang


Mia yang memang sudah lelah pun langsung saja tertidur di pangkuan Nana, sedangkan Nana masih saja melihat keluar untuk mengalihkan pandangan dan pikirannya yang saat ini sedang kacau menurutnya dikarenakan dalam pikirannya saat ini hanya ada Mark dan Mark


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


bersambung~~~


terima kasih karena telah membaca novel ini


jangan lupa like komen dan vote yahhh


sampai ketemu di episode selanjutnya


love u guys~~~


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ