
đź’śđź’śđź’ś
Nana sedang berjalan dengan senyuman cerianya menuju kesekolah dengan bahagia hari ini Mark tidak menjemputnya, Nana pikir mungkin karena mereka harus latihan basket pagi-pagi sekali karena Nana juga melihat Rama sudah berangkat duluan dari pada dirinya
tapi senyumannya menjadi hilang dan langkahnya tiba tiba terhenti ketika dia melihat sosok yang sangat dia ingin hindari dari kemarin yaitu Mark musuh terbesar nya sedang berada di depan gerbang sekolah seperti menunggu seseorang.
"aduh!!! bagaimana ini apakah dia akan balas dendam tentang kemarin??? apakah dia akan minta lagi persyaratan ciuman kemarin?? gak gak mau!! ayolah Nana pikir jalan keluarnya..." gumam Nana khawatir dengan berbagai pertanyaan yang menghampiri nya
Lalu Nana pun berjalan kembali & pura pura tidak melihatnya dan mengiharukannya serta mencoba menghindarinya.
"huhh kalau saja dia bukan gak ngeganggu aku terus aku bakan confess kedia kalau aku suka sama dia tapi aku takut ditolak karna aku tau dia gak gak bakalan suka sama aku karena dia selalu dingin dan cuek ke cewe" pikir Nana saat melihat Mark yang dengan keren dan tampannya sedang menyenderkan punggungnya di depan gerbang sekolah
Saat Nana sudah berada didekat Mark tiba tiba saja Mark memanggilnya
“woi pendek!!!” teriak Mark pada Nana yang mencoba menghindari nya
“i.itu ada apa lagi ….” gugup Nana karena dipikirkan nya sekarang pasti saja Mark ingin menagih hutang ciuman kemarin
“tugas ku yang kukasih kemarin mana?” ucap Mark datar, sepertinya Mark lupa akan syarat yang dia kasih kemarin dah hal itu pun membuat Nana menghela nafas lega
tetapi kelegaan Nana pun langsung berakhir karena setelah nya Nana terkejut memikirkan kata tugas tadi
dikarenakan Nana yang memang lupa mengerjakannya dan membawanya
"gawat gimana ini aku lupa mengerjakannya dan membawanya" pikir Nana kalut
"i.itu..a..aku l-lupa membawanya…” jawab nana sambil menundukkan kepalanya
Mark pun terkejut mendengarnya pun secara tidak sadar menjadi marah dan menjadi kesal kepada Nana lalu mulai meneriakinya
“yahh!!! Gimana bisa kamu lupa membawanya hah!!!”
“maaf….” sesal Nana seraya menundukkan kepalanya lebih dalam karena menyesal
“kam--” belum sempat mark melanjutkan kata katanya tiba2 saja temannya memanggilnya
“yaa!! Mark!! Sudahlah… sebentar lagi mau bell masuk cepat buruan kekelas jam pertama hari ini guru killer” ucap Andy dari belakang tidak jauh dari mereka berdua
“iya benar cepetan” sambung Sasu lagi
“yup benar kamu gak mau lagi kan dihukum kayak minggu lalu karna telat 3 menit aja” kata Ben sambil merinding memikirkan hukuman minggu kemarin
“baiklah…” kata Mark sambil menghela nafasnya pasrah lalu menatap kembali ke Nana
“huhftt untung saja… hampir aja gak selamat tadi” kata Nana sambil mengelus dadanya merasa lega
"begitu aja sampai marah sih dasar preman jadi-jadian" sambung Nana kesal
“woiii Nana!!! Nagapain masih didepan gerbang?” Tanya malli tiba2 dan itu membuat Nana kaget
“yahh!! dirimu membuatku jantungan saja!!!”
“kamu juga sih… ini kan hampir jam bell masuk tapi kenapa malahan diam di depan gerbang?” ucap Anna
“iya bener… hati-hati nanti kesambet lohhhh” kata Malli mencoba menahan tawanya
“aishhh kalian ini… yaudah ayo masuk” ujar Nana yang memang sudah pasrah akan kelakuan kedua sahabatnya itu dan mereka pun masuk kekelas mereka bersama dengan sesekali mengobrol
Setelah sesampainya di kelas Nana pun langsung disambut dengan tatapan tajam dari Mark dan Nana yang melihat itu hanya menunduk dan menghiraukannya saja lalu menuju ke bangku tempat duduknya yang berada di samping Mark
Nana merasakan suasana yang mencekam dikarenakan tatapan dingin dari Mark masih saja belum berpaling darinya seakan-akan Mark akan menguliti Nana dengan mata nya sekarang ini
Tak lama kemudian guru pun datang dengan seseorang yang ada di belakangnya hal itu pun langsung saja menarik seluruh perhatian murid di kelas termasuk Nana
sedangkan Mark yang memang tidak peduli pun hanya diam dan selalu menatap Nana disampingnya
dan guru itu pun mempersilahkan murid baru tersebut memperkenalkan dirinya
“hai semua perkenalkan nama aku Andre Triady panggil aja Andre… semoga kita bisa berteman” katanya sambil tersenyum
đź’śđź’śđź’ś
...Bersambung ~~~...
...terima kasih karena telah membaca novel ini...
...jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh...
...sampai ketemu di episode selanjutnya...
...love u all ~~~...
đź’śđź’śđź’ś