
"Mark!!" seru Malli ketika telah mengingat siapa pemilik gelang satunya
"Mark?? apakah kalian telah pacaran??!" tanya Anna dengan mata berbinar nya yang sangat ingin tau
"i.itu a.aku rasa cuma kebetulan"
"benarkah... tapi kenapa aku merasa seperti ada yang di rahasiakan??" selidik Anna lagi
"ti.tidak ada! a.aku lapar ayo kita ke kantin" ucap Nana gugup selagi mengalihkan pembicaraan lalu langsung beranjak dari tempat duduknya mencoba menjauh dari pertanyaan-pertanyaan menyudutkan oleh kedua sahabatnya itu
πππ
sesampainya di kantin, Nana langsung saja memesan makanan untuknya dan di ikuti oleh kedua sahabatnya itu
setelah pesanannya telah selesai Nana langsung saja melihat ke sekeliling kantin untuk mencari bangku yang kosong
selagi mencoba mencari bangku kosong untuk mereka bertiga, pandangan Nana tidak sengaja melihat seseorang yang sedang melambaikan tangan nya kepada Nana dan Nana bisa melihat bahwa yang sedang melambaikan tangannya tadi adalah Rama
"Hubb?!!" seru Nana senang melihat Rama
"ayo kita ke sana" ucap Nana kepada kedua temannya itu, mereka pun segera saja mendatangi tempat duduk Rama
Ketika hampir sampai, Nana baru menyadari bahwa bangku yang di duduki Rama
bukan hanya ada Rama sendiri tetapi di sana juga terdapat Mark, Sasu, Andy dan Ben
"princess duduklah Disni" ucap Rama ketika melihat Nana mendekat
setelah Nana Anna dan Malli duduk di tempat masing-masing mereka pun mulai acara makan mereka dengan sesekali mengobrol ria
di sisi lain Mark yang sejak tadi tengah asik dengan makanan nya pun tiba-tiba saja menghentikan acaranya karena merasakan sebuah tatapan yang di arahkan kepada nya
"kenapa melihat ku terus" ucap Mark yang mendapati bahwa Anna lah yang selalu menatap nya sejak tadi
suara dari Mark pun sontak saja membuat seluruh perhatian yang ada di meja makan itu tertuju pada Mark
"tidak ada aku hanya penasaran dengan gelang mu" jawab Anna santai sambil menunjuk kearah gelang yang di pakai Mark
Nana yang mendengar Anna membahas tentang gelang yang sedang di pakai Mark pun hanya meneguk ludah nya kasar
sedangkan Mark yang di tanya oleh Anna pun melirik sekilas kearah Nana yang entah kenapa terasa gugup
"bukan urusan mu" jawab Mark datar
"huh dasar pelit... aku kan cuma mau tau kenapa kalian berdua bisa pakai gelang pasangan" celoteh Anna yang hal itu sontak saja membuat Nana tersedak oleh minuman yang memang sedang di minum nya saat ini
"dirimu baik-baik saja princess" tanya Rama khawatir seraya mengelus pelan punggung Nana menenangkan nya
"aku baik-baik saja Hubb" jawab Nana setelah merasa lega
"memangnya gelang pasangan apa??" tanya Sasu kembali kepada topik itu lagi dikarenakan rasa penasaran nya yang sudah teramat besar
"itu loh gelang yang di pakai sama Mark dan Nana" timpal Malli menjawab seraya menunjuk tangan Mark yang terdapat gelang lalu di lanjutkan dengan menunjuk tangan Nana yang juga terdapat gelang yang sama tetapi dengan warna yang berbeda. kalau gelang Nana berwarna biru sedangkan gelang Mark berwarna merah
"ohoooo.... ada apa dengan kalian berdua??" selidik Andy menggoda mereka
"ti.tidak!!" elak Nana pelan
"benarkah??? lalu bagaimana kalian bisa memiliki gelang yang sama??" sambung Rama menatap mereka bergantian
"i.itu...mmm" Nana yang memang sudah bingung mencari jawaban pun mencoba melirik kearah Mark yang terlihat tidak peduli pada semua pertanyaan yang menurut Nana menyudutkan mereka berdua itu
"entahlah Nana juga gak tau Hubb... mungkin kebetulan" ucap Nana dengan wajah memelas nya yang bisa membuat semua orang luluh padanya "benar gak Mark" sambung Nana menatap Mark yang masih saja tidak peduli
"kenapa bertanya padaku, bukankah dirimu sudah tau jawabannya" jawab Mark dengan seringai nakalnya dan itu membuat Nana jengkel setengah mati
bagaimana tidak jawaban dari Mark sekarang sangat tidak bermanfaat sama sekali dan itu membuat mata semua orang yang berada di meja makan itu kembali menatap Nana penuh selidik, membuat Nana harus memutar otak nya untuk berfikir mencari jawaban yang tepat
"i.itu memang kebetulan... mungkin saja ge.gelang ini sedang po.populer... yahh populer!!!" seru Nana "ka.kalau begitu aku pergi dulu ada pekerjaan yang aku lupakan tadi" sambung Nana dan langsung saja kabur dari mereka semua
sedangkan Mark yang melihat Nana pergi pun mencoba mengikuti nya
"aku sudah selesai. kalau begitu aku duluan" ucap Mark yang langsung melenggang pergi mengikuti Nana dari belakang
"ada apa dengan mereka berdua" ucap Malli ketika melihat Nana dan Mark telah menghilang dari balik pintu kantin
"mereka berdua sangat mencurigakan" sambung Anna lagi
"mereka membuatnya terlalu jelas, benar-benar gak bisa berbohong" ujar Sasu santai
"mereka kira kita gak melihat nya apa?? mereka juga memakai kalung yang sama" ucap Ben
"yup benar aku melihat mereka memakai nya setelah karya wisata di taman bermain dulu" sahut Malli
"biasalah anak burung yang lagi jatuh cinta" tambah Andy yang membuat mereka tertawa terkikik geli melihat kelakuan Nana dan Mark
"kurasa sebentar lagi kita akan mendapatkan kabar baik" ujar Ben seraya menatap Rama
"kenapa menatap ku begitu?? mereka sudah aku restui jadi tenang aja"
"yahh siapa tau kan dirimu seperti kakak di drama-drama itu yang menghalangi hubungan adiknya" jelas Ben santai seraya mengedikkan bahunya
"kurasa dirimu sudah terlalu banyak nonton drama deh" geleng Rama melihat kelakuan temannya ini membuat semuanya kembali tertawa lagi
πππ
bersambung ~~~
terima kasih karena telah membaca novel ini
jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh
sampai ketemu di episode selanjutnya
love u all ~~~
πππ