
πππ
hari ini adalah hari Minggu seperti biasa Nana pastinya akan bermalas-malasan di rumah sama halnya seperti hari ini, jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi tetapi Nana masih saja nyaman dengan tidurnya dirinya yang ditutupi oleh nyamannya berada di bawah selimut dikarenakan Nana memang sudah lelah apalagi karena karya wisata kemarin
saat ini Nana sedang bermimpi tentang dia yang memiliki pacar dan sedang bersenang-senang dengannya, tetapi mimpinya itu di intrupsi oleh adanya seseorang yang menelpon Nana
Nana yang berfikir kalau yang menelponnya itu pasti Anna atau Malli pun langsung saja mengangkat telponnya tanpa pikir panjang selagi masih menutup matanya
"apakah kamu tau kalau aku bermimpi tentang pemuda itu lagi!!!" ucap Nana semangat kepada seseorang yang menelponnya tadi
"pemuda yang mana??!"" ucap seseorang yang berada di sambungan telpon tersebut yang membuat Nana terkejut karena yang menjawab bukanlah Anna atau pun Malli
Nana pun langsung saja membuka matanya lebar, terasa kantuknya langsung saja menghilang
Nana pun langsung mendudukkan dirinya dan melihat ke handphone nya untuk mengecek id penelpon tersebut
dan betapa terkejutnya Nana bahwa yang menelponnya adalah musuh terbesarnya yaitu Mark
OTP
"m.ma.mark?!!" ucap Nana masih dalam efek terkejut nya
"Nana aku perlu bantuan mu" jawab Mark langsung pada intinya
"ada apa lagi sekarang?"
"paman dan bibiku sedang berlibur berdua sekitar 3 hari dan aku harus menjaga keponakanku, jadi bisakah kamu menolongku?? aku tidak mengerti tentang mengurus anak kecil" jelas Mark panjang lebar
"apa kamu serius sekarang Mark?!" ucap Nana tidak percaya "bagaimana nantinya jika kamu punya anak di masa depan??"
"karena aku dimasa depan nanti punya istri jadi tidak masalah untukku" jawab Mark langsung
"aku rasa aku tidak bisa membantumu" ucap Nana dengan senyum andalannya, pikirannya ingin menjahili Mark sekarang
"ayolah Nana, bisakah kamu datang... aku mohon... aku akan melakukan apapun untuk mu" ucap Mark lagi dan membuat senyum Nana semakin lebar karena inilah yang sangat dia inginkan
"apa pun??!" jawab Nana lagi memastikan
"iya benar apa pun"
"baiklah aku akan kesana, chat aku dimana alamat mu nanti" ucap Nana senang dan langsung saja mematikan telpon tersebut
Nana pun langsung bangun dari kasurnya dan cepat menuju kamar mandi untuk bersiap-siap ke tempat Mark
setelah selesai mandi Nana pun menggunakan baju yang simpel tetapi cukup imut dan mengikat rambutnya tinggi keatas serta memoleskan sedikit makeup pada wajahnya
setelah bersiap Nana pun langsung mengecek handphone nya untuk melihat chat dari Mark yang memberitahukan alamat rumahnya, setelah itu langsung saja Nana berangkat menuju ke sana
sesampainya Nana di depan mansion yang sangat mewah di depannya, Nana pun langsung memencet bel dan menunggu beberapa menit
muncullah seorang gadis kecil yang cantik dan sangat imut membukakan pintu untuk Nana
Nana yang melihat gadis kecil itu pun membuat Nana tidak bisa menahan senyumnya karena Nana suka sekali dengan anak kecil
"hai?? ada apa??" ucap gadis kecil tersebut dengan Nana imut nya
"hai, apakah kakak mu ada di sini??" ucap Nana dengan tersenyum lembut "astaga dia sangat imut!!! aku ingin sekali memainkan pipinya itu dan memeluknya seperti boneka Teddy bear" gumam Nana dalam hatinya dan terus menatap gadis kecil tersebut
"ahha!!! baiklah, Kak Mark Kakak cantik ini mencari mu!!!" teriak gadis kecil tersebut supaya Mark mendengarnya
Nana yang di panggil cantik dari gadis kecil tadi pun hanya bisa menahan keinginannya untuk tidak memeluk dan mencium wajah imut dari anak tersebut
"baiklah aku akan segera datang!!! Mia bawa dia masuk ke dalam" teriak Mark dari dalam rumah
"masuklah" ucap Mia dan melebarkan pintu untuk Nana dengan senyum imut nya
"terima kasih!! kamu bisa memanggilku dengan sebutan Nana" ucap Nana tersenyum sambil masuk kedalam dengan menggandeng tangan Mia
mereka pun sampai di ruang tamu rumah Mark
setelah beberapa saat Mark pun datang menemui mereka yang berada diruang tamu
"huh akhirnya dirimu datang juga" ucap Mark yang ikut duduk di sofa depan Nana dan Mia
"dari mana saja dirimu?!" ucap Nana dengan nada menyelidik "apakah dirimu habis menangis di suatu tempat?" sambung Nana lagi dengan mengejek sambil tertawa kecil
"kata siapa aku menangis!!!" ucap Mark menatap tajam Nana "dia berbuat masalah di dalam rumah jadinya aku harus membersihkan semua nya" sambung Mark lagi dan menatap Mia dengan memanyunkan bibirnya kesal
mansion yang di tinggali Mark memang tidak ada asisten rumah tangga sekarang dikarenakan Mark yang memang tidak suka ketika ada orang asing disekitarnya jadi untuk hal membersihkan mansion Mark hanya ada beberapa asisten rumah tangga yang hanya datang pagi untuk membersihkan dan membuat sarapan lalu sore untuk membersihkan serta membuat makan malam saja
"huh yang benar saja!!! tuan bad boy preman sekolah membersihkan rumah!!!" ucap Nana tidak percaya
"bad boy??" tanya Mia dengan wajah polosnya menatap Nana dengan wajah bingung nya
"Mia, apakah kakak mu ini selalu nakal disini???"
"tidak dia selalu baik kepada Mia dan selalu memberikan Mia hadiah yang Mia mau dan juga kak Mark selalu datang ke rumah Mia ketika dia sedang libur untuk bermain dengan Mia" jawab Mia dengan senyum polosnya
"be.benarkah!!!!!" ucap Nana dengan terkejutnya dan menatap Mark tidak percaya
"kenapa menatapku seperti itu?!" desis Mark sambil mengalihkan pandangannya kearah lain karena rahasia Mark terbongkar menurutnya
Nana yang melihat reaksi Mark pun langsung tertawa dengan keras dan langsung ditatap oleh Mark dengan tatapan tajamnya yang membuat Nana berhenti tertawa dan sekaligus merinding dikarenakan tatapan menusuk dari Mark
"aku bisa bersikap baik ketika dihadapan paman dan bibiku saja tetapi tidak kalau mereka tidak ada" ucap Mark yang berdiri dan mendekat kearah Nana
Nana yang melihat Mark mendekat pun langsung saja membunyikan alarm bahayanya untuk menjauh sejauh mungkin dari Mark
"M.Mia ayo kita bermain di sana" ucap Nana gugup dan membawa Mia untuk bermain boneka di TV
Mark yang melihat Nana gugup karena nya pun langsung saja tertawa kecil dengan kelakuan Nana yang menurutnya sangat imut
Mark pun ikut bermain juga bersama mereka dengan gembiranya sampai mereka tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang
"kak Mark... Mia lapar" ucap Mia sambil mengelus perut nya yang sedang keroncongan
"baiklah kalau begitu tunggu sebentar kakak akan memesankan makanan" jawab Mark yang ingin berdiri mengambil handphone nya untuk memesan makanan
"Mia gak mau makanan dari luar" ucap Mia sambil memanyunkan bibirnya " Kak Nana masakin makanan buat Mia boleh gak" sambung Mia lagi dengan menatap mata Nana penuh harap
"baiklah Kak Nana akan masakin makanan yang lezat untuk Mia" jawab Nana sambil tersenyum dan mengelus-elus kepala Mia
"tunggu sebentar okay" ucap Nana kepada Mia yang dijawab anggukkan kepala semangat dari Nana
"aku akan menunjukkan dapur nya untukmu dan membantumu memasak" ucap Mark yang juga ikut berdiri dan di jawab anggukkan kepala dari Nana
"Mia tunggu yah jangan kemana-mana bermainlah disini, apabila ada orang menekan bel jangan di buka beri tahu Kak Mark terlebih dahulu okay?" ucap Mark kepada Mia
"siap bos" jawab Mia penuh semangat dengan senyum lebarnya
setelah itu Nana dan Mark pun menuju ke dapur dan mulai memasak untuk mereka bertiga
πππ
bersambung~~~
terima kasih karena telah membaca novel ini
jangan lupa untuk like komen dan vote yahhh
sampai ketemu di episode selanjutnya
love u all~~~
πππ