Marry Me!

Marry Me!
Episode 6



“Kamu mau kan lihat Mama bahagia? Lihat Mama tenang di alam sana.”


“Aku benci kalau Mama membicarakan tentang kematian!”


“Semua makhluk hidup akhirnya akan mati juga, Justin! Berhentilah keras kepala!” bentak Safira dan Justin menatap mata Safira yang memerah menahan tangis.


Justin berdiri dari bangku kamar Safira lalu keluar dari kamar Safira dengan suara pintu bedebum yang sangat keras.


Safira pun menghela napasnya. Air matanya perlahan jatuh juga. Dia tidak menyangka, Justin akan seperti ini. Padahal Safira ingin yang terbaik untuk anak semata wayangnya dan sebenarnya ada hal lain yang ingin Safira katakan sebelum dia meninggal. Dia ingin…, punya cucu. Melihat cucunya mirip dengan ibu dan ayahnya yang bahagia. Hanya itu.


……………………………………………………


Keira menundukkan kepalanya di depan kamar Safira. Rasa malu dan juga rasa kesal menjadi satu. Kala dia tahu kalau anak dari majikannya itu tak sengaja masuk ke kamar mandi saat dirinya tertidur waktu berendam.


BRAK! Keira kaget mendengar suara bedebum pintu yang sangat keras. “Awas!” bentak Justin pada Keira. Pria itu baru saja keluar dari kamar Safira dan Keira bisa melihat kemarahan Justin yang tak biasa.


Keira pun menyingkir dari hadapan Justin lalu segera perlahan membuka pintu kamar Safira karena Safira bilang ingin membicarakan sesuatu padanya.


“Masuk,” kata Safira dari dalam. Keira akhirnya masuk ke kamar Safira dengan kepala menunduk menghormati sang majikan meski sebenarnya dia juga sangat malu dengan Safira.


“Maaf anak saya pulang hari ini. Memang, awalnya saya punya rencana untuk menjodohkan kalian, tapi ternyata rencana saya tidak berjalan mulus. Jadi, saya punya tawaran untuk kamu Keira.”


“Ta-tawaran?” tanya Keira tidak mengerti tawaran seperti apa yang Safira maksudkan.


Langkah kaki Keira tiba-tiba mundur beberapa langkah. Dia baru tahu kalau pemakaman itu ternyata pemakaman tidak berbayar. Ini pasti gila! Padahal dia kira, diakhir hidup orangtuanya. Tantenya akan memberikan kebahagiaan sedikit untuk peristirahatan mereka.


“Saya akan memindahkan makam orangtua kamu di manapun yang kamu mau. Saya juga akan menjamin hidup kamu karena di umur 20 tahun nanti. Nyawa kamu terancam dengan Tante kamu, iya kan? Bahkan, saya akan membiarkan kamu masuk ke salah satu Universitas ternama di Indonesia jika kamu mengabulkan satu permintaan saya.” Kata Safira. Dia sudah mengerahkan semua kemampuan dia untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


“A-apa, Nyonya?”


“Kamu harus membuat Justin jatuh cinta. Apapun caranya, kamu harus selalu peduli dengan kehidupan Justin.”


Keira tak mampu berkata apa-apa. Bukankah tujuan awal dia kesini hanya untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tapi kenapa tiba-tiba ada tujuan lain yang Safira berikan padanya.


“Saya hanya ingin itu sebelum saya benar-benar istirahat seperti orangtua kamu. Kamu mau kan?” tanya Safira dengan wajah memohonnya. Berbeda dengan Safira yang dia kenal tadi pagi. Safira kali ini, sungguh menunjukkan bahwa dirinya sangat sayang pada anak laki-lakinya.


“T-tapi Nyonya, saya hanya pembantu di sini.”


Safira menggenggam tangan Keira kuat-kuat. “Setelah kamu mendepatkannya, tidak lagi. Kau bukan pembantu di rumah ini. Kau akan jadi istri Justin.”


Keira menatap tidak percaya pada Safira, bagaimana bisa wanita ini percaya pada Keira?”


..........................................


Maaf ya kalau updatenya lama :( Lanjut nggak nih?? Jangan lupa like dan komennya ^^