
“Saya mau istirahat saja. Kamu bisa kan antar makan ke kamar saya?”
“Iya Nyo-“
“Mama,” sela Safira. “Saya tidak mau mendengar kamu memanggil saya Nyonya lagi.”
Keira pun mengangguk pelan.
“Iya, Ma. Nanti Keira bawa ke kamar Mama, tapi tadi Keira terlanjur menelepon Tuan Justin dan mengatakan kalau Mama pingsan.”
“Katakan saja kalau saya hanya anemia dan akan minum obat setelah makan. Tolong jangan ganggu saya karena saya akan istirahat.”
“Iya Ma,” ucap Keira lalu keluar dari kamar Safira.
………………………………………………
Setelah tadi Keira kembali ke kamar Safira untuk membawa makanan. Safira sudah tertidur dengan perut terisi makanan dan juga obat. Wanita itu telah beristirahat dan Justin hanya bisa menghela nafasnya lega.
“Maaf Tuan. Nyonya bilang, Nyonya tidak mau diganggu,” kata Keira pada Justin yang memperhatikan Safira yang tidur di atas ranjangnya.
Justin pun menghela nafasnya sekali lagi dan mengangguk mengerti. Pria itu segera menutup pintu kamarnya dan menggulung lengan kemejanya seraya menuruni anak tangga.
“Tadi Mama kenapa pingsan?”
“Sepertinya hanya anemia, Tuan. Tadi setelah saya menelepon Tuan. Nyonya sadarkan diri dan meminta saya mengantarkan makanan untuk pengantar minum obat.”
Justin lagi-lagi mengangguk. Pria itu langsung duduk di meja makan dan Keira segera menyiapkan makanan untuk Justin.
“Mama gak pernah terlihat selemah itu. Sepertinya ada sesuatu yang Mama tutupi.”
DEG! Mau bagaimanapun Keira tutupi. Batin seorang anak dan seorang Ibu memang sangat kuat. Keira tidak bisa memungkiri kalau Justin pasti akhirnya akan tahu kalau Safira menyembunyikan sesuatu.
“Tapi aku sangat berterima kasih padamu karena kau ada di sini menjaga Mama.”
Keira tidak menjawabnya, tapi Keira menyodorkan piring yang sudah dia penuhi dengan lauk-pauk yang tadi dia masak.
………………………………………….
Justin baru saja akan memanggil Keira, tapi dia melihat wanita berwajah seperti boneka itu tengah tertidur lelap dengan tangan yang dia jadikan bantalan. Justin jadi tidak tega karena sejak pagi, siang dan malam. Wanita muda ini sudah bekerja keras untuk menyiapkan makan dan juga beres-beres rumah.
Akhirnya Justin mendekat ke arah Keira dan mengangkatnya perlahan dari tumpukan beberapa buku yang sepertinya dia mengenal buku-buku itu.
“Hemmm, Papa.” Ucap Keira ketika Justin mengangkat tubuh Keira dan tangan Keira pun reflek memeluk leher Justin nyaman.
Nampaknya, wanita ini biasa tertidur dalam keadaan belajar dan yang mengangkat Keira ketika tidur, pasti Papanya.
Justin segera membawa Keira ke dalam kamarnya. Tentu saja dia tidak berbaik hati menaruhnya ke atas ranjang besarnya melainkan ke atas sofa yang sudah dia klaim bahwa sofa kamarnya adalah ranjang bagi Keira.
“Papa,” ucap Keira seraya menahan tangan Justin ketika Justin akan meninggalkannya.
Justin pun menatap tangan yang menahannya. Dia lihat wajah Keira yang terlihat tidak tenang di dalam tidurnya. Apakah Keira tengah mimpi buruk tentang Papanya?
“Sutttt,” Justin pun mengelus pelan punggung Keira dengan tangan lainnya. Dia mencoba menenangkan Keira seperti seorang bayi yang sulit tidur.
Cukup lama Justin mengelus punggung Keira dan dia mulai terpesona dengan wajah boneka milik Keira. Entah kenapa dia agak curiga dengan latar belakang kehidupan Keira. Wanita ini terlihat seperti anak orang kaya dan terlihat seperti wanita yang sangat berpendidikan, tapi kenapa dia menjadi pembantu?
Justin mulai mengerutkan alisnya. Dia melihat sebuah luka di leher Keira sebelah kanan. Lalu semakin penasarannya, Justin pun menarik sedikit baju Keira hingga terlihat luka itu membekas sampai bahunya.
“Ini aneh. Anak ini pasti korban kekerasan,” bisik Justin pada dirinya sendiri lalu kembali merapikan kerah baju Keira dan menarik tangannya perlahan dari genggaman Keira.
Sekali lagi Justin menatap Keira. Perasaan lain yang menyergap hatinya malam ini nampak begitu menusuk hatinya.
Gadis berumur 18 tahun hidup nikmat dan hidup dengan kesengsaran. Gadis berumur 18 tahun yang cerdas, tapi tidak kuliah. Gadis berumur 18 tahun menjadi seorang pembantu dan akan dijodohkan dengannya.
Benar-benar tidak masuk akal. Apa hubungannya dengan Justin?
…………………………………………………