Marry Me!

Marry Me!
Episode 17



“Duhh gue ngantuk banget nih. Anter gue ke kamar lo dong,” kata Erik seolah dia tidak melihat kalau Justin sedang memeluk seseorang.


“Iya, iya ayo. Lo jalan duluan,” kata Justin dan Erik yang berjalan sempoyongan pun jalan lebih dulu.


Begitu dia sudah masuk ke dalam. Justin melepas pelukannya lalu menatap Keira ke bola matanya langsung. “Jangan memakai baju ini lagi! Kau tidak tahu malu! Bagaimana kalau Erik melihatnya.” Lagi, Keira harus mendengar kata-kata tidak enak dari bibir Justin, tapi Keira tetap harus bersabar. Ini kan baru misi pertamanya bersama Safira.


Justin langsung menyusul Erik dan Keira menutup kembali pintu rumah. Dia sedikit berlari kecil untuk berjalan di belakang Justin.


“Mau makan sesuatu?”


“Tidak, sudah malam. Tidurlah,” ucap Justin dan Keira pun mengangguk, tapi dia tahu kalau malam ini. Dia harus tidur di atas sofa ruang TV karena tidak mungkin dia tidur di dalam kamar Justin yang ada Erik.


Bisa-bisa dia kena marah lagi dari Justin.


"Oh ya satu lagi, jangan lakukan hal yang kau tidak suka. Jika Mama menyuruhmu memakai itu, kau harus menolaknya."


Keira menundukkan kepalanya, dia memainkan jarinya seraya menggelengkan kepala. "Aku tidak bilang tidak suka. Aku suka, makanya aku melakukannya," ucap Keira membuat Justin semakin menganga lebar dengan jawaban gadis di depannya ini.


Sungguh! Keira di luar perkiraan Justin. Dia kira, Keira polos, tapi ternyata wanita ini gigih juga melakukan apapun untuk mendapatkan hatinya.


"Aku suka tinggal di sini. Rasanya lebih baik daripada harus memikirkan kapan aku mati di tangan orang-orang yang membenciku," kata Keira dan tiba-tiba Justin merasa tidak enak hati.


"Ehem!" Justin pun sedikit berdeham. "Mmm yasudah, sudah malam. Kau tidak boleh tidur di kamarku, mengerti?!" ucap Justin meski sedikit agak kasar tapi Keira mengerti kenapa Justin melarangnya.


…………………………………………………………………


Justin terbangun dalam tidurnya. Dia merasa sangat haus, tapi air di gelasnya sudah habis. Terpaksa dengan mata mengantuk. Justin pun menurunkan kakinya satu persatu dan memakai sandalnya.


Dia keluar dari kamar dan perlahan menuruni anak tangga, tapi sebelum dia benar-benar berada di bawah. Dia melihat seseorang tidur di atas sofa depan ruang TV. Justin rasa dia tahu siapa dia. Justin kembali ke atas dan mengambil sebuah selimut baru miliknya.


Setelah mendapatkan apa yang dia cari. Justin kembali turun dan menghampiri wanita berwajah boneka itu. Justin menghela napasnya sendiri. Kenapa wanita itu tidak mengatakan sejujurnya kalau dia tidak mau berpakaian seperti ini. Justin tahu kalau Keira tidak mungkin melakukannya sendiri. Apalagi pakaian ini terlihat sangat mahal. Pastilah ini ulah Mamanya, tapi jelas Keira tidak bisa menolaknya karena Justin sendiri sangat tahu bagaimana Safira dengan ambisi-ambisinya.


“Kak…,” Keira terbangun. Wanita itu mengangkat kepalanya dari sofa lalu berusaha bangun dari ringkukannya.


“Kakak butuh sesuatu?” tanya Keira pada Justin yang nampak salah tingkah.


“Tidak,” kata Justin langsung berdiri lalu berjalan menuju dapur.


Keira pun melihat kepergian Justin. Lalu matanya beralih pada selimut yang dia pakai. Lagi-lagi Justin cukup peduli dengannya. Dia memang tidak secuek itu.


Keira pun turun dari sofa. Dia menyusul Justin ke dapur dan melihat pria itu sedang minum.


“Kakak lapar?”


“Tidak,” kata Justin kembali mengisi gelasnya dengan air mineral. Dia merasa tiba-tiba tubuhnya panas dan butuh banyak air untuk medinginkannya. Apa perlu dia mandi lagi malam ini?


“Aku lapar. Aku mau masak nasi goreng, tapi aku tidak suka makan sendiri,” kata Keira.


Justin yang akan meminum airnya pun tertahan.


“Kakak mau ya temani aku. Sebentarrrr saja.”


Justin terdiam. Dia tidak sama sekali menjawabnya, tapi Keira masih menunggu jawaban Justin.


“Ya?” tanya Keira lagi kali ini dia mendekat ke arah Justin dan melihat ekspresi Justin yang kaku.


“Baiklah,” kata Justin lalu meminum air miliknya sampai habis membuat Keira tersenyum.


…………………………………