Marry Me!

Marry Me!
Episode 38



“Sembarangan! Aku tidak pernah memutuskan hal seperti itu. Aku mencintaimu.” Mendengar pernyataan itu. Tangisan Keira pun terhenti. Kini mata Keira hanya tertuju pada suaminya.


“Sejak kapan Kakak suka Keira?”


Kini Justin yang terlihat kikuk. Dia tidak menyangka Keira akan bertanya hal memalukan ini.


“Entahlah, tapi sejak Erik mengatakan bahwa dia menyukaimu. Aku sangat tidak suka dan ingin memilikimu. Bahkan ketika laki-laki sialan yang mengantarmu ke rumah muncul gi hadapanku. Aku ingin sekali menendangnya hingga ke planet lain.” Keira tertawa. Dia tidak tahu kalau Justin sangat menyukainya dan dia tidak tahu kalau Erik pun naksir padanya.


“Jadi kemarin Kakak meminta maaf ke Kak Erik karena hal itu.” Kini Keira tahu apa yang terjadi diantara mereka berdua.


Justin pun menganggukkan kepalanya. Dia cukup malu, tapi ingin bagaimana lagi kalau kenyataannya memang seperti itu.


“Yasudahlah lupakan hal itu. Sekarang yang penting aku tahu kalau kau memang sudah dewasa.” Kata Justin terkekeh seraya mencolek dagu istrinya.


“Aku mau mandi dulu ya. Jangan tidur duluan!” ancam Justin pada Keira.


Keira terkekeh sejenak melihat kepergian Justin. Lalu dia bangun menuju lemarinya untuk memakai gaun yang pernah Safira berikan padanya.


…………………………………………………………………


Keira sudah berdandan sangat cantik. Dia bahkan memakai gaun milik Safira dan berbaring di atas ranjang menunggu suaminya yang sedang mandi.


Ketika Justin keluar dari kamar mandi seraya bersiul. Keira pun tersenyum dan mengubah posisinya dengan gaun yang bisa menampilkan auranya. Tentu saja Justin sangat bersemangat karena Keira mengundangnya.


Pria itu segera melempar handuk kecil yang tadi dia buat usap kepalanya dan langsung naik ke atas ranjang. “Kau menunggu lama, Sayang.” Ucap Justin menarik Keira ke dalam pelukannya seraya membelit kaki mereka masing-masing.


“Lama sekali,” kata Keira manja dengan jari telunjuk yang bermain di dada Justin.


“Kita sungguh akan melakukannya malam ini kan?” tanya Justin meyakinkan Keira sekali lagi dan tentu saja Keira menganggukkan kepalanya.


Justin pun merapatkan tubuhnya ke tubuh istrinya. Perlahan Justin pun memegang tengkuk Keira lalu mendekatkan wajahnya.


…………………………………………………….


 


 


“Terima kasih, Sayang.” Ucap Justin pada Keira.


Keira mendekatkan dirinya ke Justin. Dia mengecup pipi Justin lalu membiarkan kepalanya berada di atas dada suaminya.


“Aku juga makasih atas kebaikanmu dan Mama.”


“Ya…, mungkin tanpa Mama kita tidak akan pernah bertemu.” Ungkap Justin dan Keira sangat setuju.


“Kak aku ingin memberitahumu sesuatu.”


“Oh ya?” Justin menolehkan kepalanya ke arah Keira.  “Katakan saja,” ucap Justin.


“Sebenarnya saat kemarin aku tes ujian masuk kuliah. Aku mengisinya dengan ngasal.” Mendengar itu, Justin bangun dari baringannya.


“Apa?”


“Jujur saja, semangatku sudah hilang saat orangtuaku meninggal. Aku sudah tidak punya lagi semangat untuk hidup, tapi mereka pasti akan sedih melihatku seperti itu. Aku memaksa diriku untuk kembali kuliah dan belajar, tapi setelah kutimbang-timbang. Jika nanti aku menikah denganmu. Aku tidak mungkin bisa menjalani dua peran itu. Itu pasti akan berat dan aku harus memilihnya.”


“Demi Tuhan, Keira! Aku tidak pernah memintamu untuk tidak kuliah.” Ucap Justin. Dia tidak suka Keira yang seperti ini.


“Aku yang mau, Kak. Aku ingin punya anak darimu. Aku tidak mau menundanya. Kalaupun Mama masih bisa melihat bayi kita. Mama pasti akan bahagia. Dulu, aku ingin sekali menunjukkan bayiku pada Papa, tapi Papa sudah lebih dulu pergi. Sekarang aku tidak mau kau menyesal. Aku ingin bahagia denganmu dan sekarang hanya kamu satu-satunya yang aku punya.”


Justin tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Istrinya sungguh dewasa untuk memikirkan ini dan Justin tidak tahu harus mengatakan apa pada Keira karena dia sangat bersyukur Keira seolah tahu apa keinginannya untuk membahagiakan Safira.


Justin pun menarik Keira ke dalam pelukannya. “Terima kasih, Sayang. Terima kasih,” ucap Justin lalu Justin mengecup kening istrinya sangat lama membuat malam ini terasa sangat manis.


……………………………………



Geys! Jangan lupa baca karyaku yang lain loh! Ada 4 karya yang udah selesai jadi jangan takut digantungin heehehe.  Nyesel deh kalau enggak baca wkwkw. Jangan lupa like, komen, share dan juga follow aku ya!


Btw, kalau kalian bingung caranya gimana sih caranya bisa baca karyaku yang lain? Kalian bisa search aja dengan judul di atas atau kalian bisa klik foto profilku nanti pilih karya dan akan muncul karya2ku^^