Marry Me!

Marry Me!
Episode 39



Pada akhirnya Keira bisa datang ke makam orangtuanya. Dia dengar dari Justin sebelum Safira meninggal. Ya, Safira meninggal satu bulan setelah Keira melahirkan anaknya yang pertama. Safira meminta agar tanah makam ini mereka beli secara pribadi.


Lalu Safira meminta pada Justin untuk sedekahkan saja uang mereka ke makam ini. Makam Safira pun letaknya tak jauh dari makam orangtua Keira hingga mereka bisa menjenguk orangtua mereka di sini. Baru saja mereka menjenguk makam Safira. Kini Justin menguatkan Keira agar datang ke makam ke dua orangtua Keira.


“Permisi Ma, Pa, saya Justin suami Keira. Maaf ketika kami menikah, saya tidak izin dulu pada kalian. Sekarang, Keira lagi mengandung anak kami yang ke dua. Do’akan ya Ma, Pa agar anak-anak kami sehat.” Ucap Justin pada ke dua orangtua Keira yang pastinya semakin tenang karena anaknya sudah ada pria kuat yang menjaganya.


“Saya janji, saya akan menjaga Keira sekuat tenaga saya,” ucap Justin di akhir kalimatnya.


Keira pun memeluk Justin. “Terima kasih, kau selalu menjagaku,” ucap Keira dan Justin mengelus pelan rambut Keira.


“Ayo kita pulang. Rey pasti menunggu kita,” ucap Justin seraya menggenggam tangan Keira


…………………………………………………………


Justin sedang memandangi foto ketika dirinya masih kecil. Album foto yang ternyata Keira simpan adalah kenangan kecil yang Safira pernah abadikan. Sungguh Justin merindukan ke dua orangtuanya, tapi dia bisa apa selain berdo’a untuk mereka agar tenang di alam sana.


Setidaknya, ketika Safira akan meninggalkannya. Semua keinginan Safira sudah terpenuhi. Justin sudah menikahi Keira, mereka juga sudah punya anak dan Justin sangat bahagia dengan keluarga barunya. Hal terakhir yang Justin ingat dari Safira. Safira mengatakan bahwa dirinya sudah tenang untuk pergi.


Melihat Justin yang bahagia dengan orang yang tepat sungguh membuat Safira tenang. Bahkan Safira juga sudah melihat cucu pertamanya. Bagi Safira, wajah Rey sangat mirip dengan Justin, tapi mata dan juga kulit Rey menurun dari Keira. Rey sungguh tampan sekali karena perpaduan dari Keira dan Justin.


“Papa!!!” teriak Rey, anak pertama mereka yang masih berumur 2 tahun setengah.


Justin tersenyum seraya bangun dari kursi kerjanya. Dia lihat Rey masuk ke dalam ruangannya dengan Keira yang membuka pintu ruangannya yang terbuat dari kaca besar.


“Sayang, aku kan udah bilang kamu istirahat aja di rumah. Kamu kok bandel sihh dibilanginnya.” Kata Justin membawa Keira perlahan untuk duduk di atas sofa.


Keira pun terkekeh. Dia duduk perlahan dengan perut yang membesar. Sungguh mood-nya hari ini sedang sangat bagus. Memang sejak kehamilan ke dua ini. Mood Keira terkadang naik turun, tapi Keira merasa hari ini mood-nya tidak boleh jelek karena suaminya sedang berulang tahun.


“Nggak papa, Pa. Aku mau kita makan siang bareng. Dedek lagi manja nih mau ketemu kamu terus,” kata Keira mengelus perutnya.


Justin pun terkekeh. Dia langsung mengambil alih handbag yang Keira bawa. Lalu mengeluarkannya satu persatu dan membukanya.


“Wahhh baunya enak banget,” ucap Justin. Istrinya ini memang semakin cerdas memasak. Apalagi mereka juga punya restoran baru yang dekat dengan kantor Justin. Memang setelah Keira memutuskan untuk tidak kuliah. Dia pun berkeinginan memiliki tempat makan yang bisa dibangun dekat kantor Justin. Akhirnya Justin pun mengabulkannya dan kini Brandon membantu kelancaran restoran mereka.


........................


Finally!! Ini udah bab terakhir!!! Thanks yang udah baca karyaku^^



Geys! Jangan lupa baca karyaku yang lain loh! Ada 4 karya yang udah selesai jadi jangan takut digantungin heehehe.  Nyesel deh kalau enggak baca wkwkw. Jangan lupa like, komen, share dan juga follow aku ya!


Btw, kalau kalian bingung caranya gimana sih caranya bisa baca karyaku yang lain? Kalian bisa search aja dengan judul di atas atau kalian bisa klik foto profilku nanti pilih karya dan akan muncul karya2ku^^