
Safira benar-benar penasaran apa yang terjadi dengan mereka berdua.Wanita itu malah segera membuka kamar Justin, tapi dia malah mendapatkan wajah keponakannya.Jadi, di mana mereka?Ah jangan-jangan di kamar lain.Safira terkekeh pelan-pelan selamat senang sekali.
Dia hampir ingin lompat dari tangga karena senang berhasil rencana dia buat berhasil, tapi semuanya sirna kompilasi dia lihat siapa pun tidur di atas sofa.
Safira segera cepat menuruni tangga dan melihat siapakah itu?Tidak ada yang bisa menyelesaikan kompilasi melihat Keira dan Justin tidur berpelukan di atas sofa.
Safira menarik selimut mereka dan tidak sesuai yang dia ingat, tetapi lebih dari mereka bisa semanis ini jika bersama.Apalagi saling pelukan dengan tubuh kekar Justin yang memeluk Keira.Safira jadi kembali bernostalgia dengan ingatannya.
"Ma," Keira terbangun dari tidurnya.Dia mengucekahkan sementara, tapi dia merasa kesulitan sekali.
Keira pun melihat di hadapannya ada Justin yang sedang tidur memeluknya dan Safira tersenyum ke arah Keira.Keira sangat malu dilihat oleh Safira.Dia langsung beristirahat di dada Justin membuat Justin tergangggu oleh tidurnya.
Pria itu menguap dan mengangkat tubuh dari Keira.Sepertinya dia belum sadar kalau Keira berada di sebelahnya."Tidur Kakak nyenyak?"tanya Keira.
"Aku tidak pernah merasa senyenyak ini," kata Justin, tetapi dia tidak sadar siapa yang bertanya.Hingga akhirnya dia berhenti diangkat dan menoleh ke sumber suara.
"Aaaaaa !!"Justin kaget hingga jatuh ke bawah lantai."Kenapa kau ada di sampingku?"
Keira sendiri tersenyum dan Safira terkekeh ke arah miring.
“Dasar singa lapar.Bilang aja kalau lapar, ngaku-ngaku gak lapar. ”
Justin menoleh ke arah Mamanya yang nampak sudah mandi."Maksudnya?"tanya Justin tak mengerti.
"Ya, ayo kalau kamu mau makan Keira, tapi pura-pura gak mau makan."Kata Safira seraya berjalan menuju Dapur.
“Enak aja!Aku gakikirkan gitu ya, Ma.Aku ini cowok gentleman.Gak suka sama kembang muda. "Kilah Justin.
Safira terkekeh lagi mendengarnya.“Udah sana mandi!Nanti kamu telat berpartisipasi.Keira mandi di kamar Mama aja ya, Sayang.Di kamar Justin ada dua singa, ”kata Safira membuat Keira tahu siapa lagi singa yang Safira maksud.
Dapatkan lemas sekali hari ini.Padahal hari ini da sudah meminum obatnya dan tidak melakukan hal-hal yang berat.
"Ma, ada apa?"tanya Keira yang sedang belajar dengan duduk di bawah. Safira berada di atas sofa sedang menonton TV.
Mama ngerasa lelah sekali.Mama istirahat ya, Sayang.Nanti jika teman kamu sudah datang.Dapatkan uang Anda untuk membeli cemilan, ”kata Safira memberikan uang 200-an pada Keira.
“Makasih Ma.Ayo Keira antar ke kamar. ”Kata Keira menggandeng tangan Safira membuat Safira benar-benar bersyukur bahwa Tuhan sudah mempertemukannya dengan Keira.
“Mama benar-benar gelisah dengan Justin.Apa semalam dia benar-benar tidak melakukan apa pun? ”tanya Safira seraya menaiki anak tangga satu persatu.
Keira pun tersipu malu jika bertanya apa yang terjadi semalam Justin memeluknya dan mengatakan kalau dia pasti akan mengizinkan Keira.
"Enggak sih, Ma, tapi kayanya lambat menang juga akan luluh," kata Keira tersipu.
Setelah mereka sampai di lantai atas.Keira pun membantu Safira berbaring di atas ranjangnya.
“Tapi, Ma apa yang tidak lebih baik, Mama mengatakan apa saja penyakit Mama sebenarnya.Keira, takut jika Kak. Justin, harus marah sama Keira. ”
Safira menggelengkankan."Biarkan dia fokus dengan pekerjaannya."
Keira pun menggenggam tangan Safira lalu mentap langsung ke bola mata wanita yang ada di hadapannya."Kalau Mama butuh apa-apa langsung ke Keira ya."
Safira pun tersenyum.Dia menepuk pelan punggung tangan Keira.Lalu menganggukkan setuju.“Iya, Sayang.Kamu bikin cara ke dua ya agar Justin mau melirik kamu. ”
Keira mengangguk mengerti.Sebenarnya, tadi malam sebelum dia ingin tidur.Dia berpikir seperti itu.Berharap sampai sekarang, dia masih benar-benar mencari rencana itu.
Ting ..., nong ...,