Marry Me!

Marry Me!
Episode 32



Keira sangat semangat ingin segera pulang. Dia ingin mengatakan pada Safira kalau kedekatannya dengan Justin semakin intens.


“Keira!” panggil seseorang membuat Keira membalikkan tubuhnya dan menemukan pria yang dia kenal.


“Brandon kau belum pulang?” tanya Keira karena mereka berbeda ruangan jadi Keira tidak tahu kalau Brandon masih ada di kampus.


“Aku menunggumu. Bagaimana ujiannya?”


“Yaaa lumayan. Kau?”


“Ya, lumayan memusingkan, tapi aku bisa karena sudah kau ajarkan,” kata Brandon seraya tersenyum. “Ohhh ya ayo aku antarkan pulang. Ini sudah lumayan gelap sepertinya akan hujan juga.” Kata Brandon ketika mendengar suara petir di telinganya. “Angkutan umum di sini sangat susah didapat loh!”


Keira tidak mau banyak berpikir. Dia pun menganggukkan kepalanya. Lagipula, uangnya bisa dia irit untuk membeli sesuatu.


“Sudah siap?” tanya Brandon. Keira pun menganggukkan kepalanya. Dia mencengkram jaket Brandon dan tiba-tiba gerimis turun ke bumi.


……………………………………………………………


Sesampainya di depan rumah. Keira pun melepas helmnya. Tubuh mereka sedikit basah tapi bersyukur buku Keira tidak kebasahan karena mereka tadi sempat menuduh sebentar untuk memakai jas hujan.


Keira sedang melepas jas hujannya, tapi dia mendengar suara deheman dari seseorang. Keira membalikkan tubuhnya dan menemukan Justin berada di belakang tubuhnya. “Kakak sudah pulang?” tanya Keira begitu senang karena Justin sudah pulang.


Namun Justin tidak menanggapinya dan malah tertarik melihat pria lain di depannya. “Kau siapa?” tanya Justin pada Brandon. Akhirnya Justin bisa melihat pria ini juga.


“Oh saya temannya Keira, Kak,” kata Brandon mengulurkan tangannya ke arah Justin, tapi Justin tidak menanggapinya. Justin malah menarik tangan Keira hingga menubruk tubuhnya.


“Sudah tidak hujan. Terima kasih sudah mengantarnya dan jangan antar atau jemput dia lagi. Kau paham?!” ucap Justin lalu menarik jas hujan yang Keira pegang dan dia berikan pada Brandon.


“Kakak! Apa sih! Kok gitu sama teman aku,” kata Keira melepas dekapan Justin ketika mereka sudah di dalam dan mendengar suara motor Brandon meninggalkan rumah mereka.


Justin pun tidak mau mendengar gerutuan Keira. Dia malah berjalan masuk ke dalam lalu menaiki tangga menuju kamarnya. Keira pun mengikutinya dan masuk ke dalam kamar.


“Kakak! Kenapa seperti itu? Dia kan baik sama Keira,” kata Keira lagi, tapi Justin tidak menjawabnya. Pria itu malah mengambil handuk dan lagi-lagi menarik Keira. Kali ini Justin menarik Keira ke dalam kamar mandi.


“Aku sudah siapkan air hangat untuk kamu mandi. Bersihkan dirimu dulu lalu kita bicara,” ucap Justin dan Keira pun terdiam ketika Justin mengatakan dirinya menyiapkan air hangat untuknya.


Justin sungguh sudah bisa memperlakukannya dengan baik. Jadi, rasanya tidak mungkin kalau Justin tidak menyukainya.


Keira menganggukkan kepalanya menurut.


……………………………………………………………………


Begitu Keira keluar. Justin  yang sedang duduk di atas ranjang pun tersenyum seraya melambaikan tangannya agar Keira menghampirinya. Keira pun menghampiri Justin dan duduk di hadapan Justin. Justin mengusap rambut Keira dengan handuk yang Keira belitkan di atas kepalanya.


“Bagaimana tadi tesnya?” tanya Justin.


“Sangat lancar. Aku bisa menjawabnya,” kata Keira tersenyum.


Justin pun ikut tersenyum lalu meminta Keira untuk duduk di atas pangkuannya. Keira pun menurutinya dan melingkarkan pula tangannya di leher Justin.


Justin memeluk Keira dan menikmati harumnya gadis ini. Keira pun terkekeh seraya mengelus pelan rambut Justin. “Tadi Kakak kenapa seperti itu sama Brandon. Dia kan baik sama aku.”