Marry Me!

Marry Me!
Episode 30



Sepulang dari mengantar bekal tadi. Safira begitu khawatir karena Keira cukup lama tidak kembali. Keira pun menceritakan apa yang terjadi diantara mereka tadi dengan rasa malunya. Namun berbeda denga Safira, dia justru sangat bahagia mendengarnya. Itu berarti Justin memang mulai mau menerimanya.


Lalu Safira kembali membuat ide konyol yang membuat Keira kalang kabut. Berulang kali Keira memikirkan ini, tapi Keira tidak bisa menolaknya. Mungkin Safira benar kalau ini jalan lain untuk membuat Justin semakin tertarik padanya.


“Aku bisa!” ucap Keira pada dirinya sendiri di depan cermin.


Namun kini sudah pukul 12 malam, tapi Justin belum juga muncul. Bahkan Keira sudah bosan membaca buku dan juga memecahkan rumusan matematika yang dia pelajari.


CKLEK


Keira mendengar suara pintu terbuka. Dia mematikan lampu tidurnya dan menaruh bukunya di atas nakas.


“Kenapa gelap sekali,” suara gerutuan dari Justin terdengar di telinga Keira.


Justin pun menekan saklar lampu kamarnya. Matanya langsung tertuju ke arah ranjangnya di mana Keira tertidur di sana. Justin langsung berjalan menghampirinya dan melihat pakaian yang Keira gunakan.


Justin terkekeh dan melempar tasnya asal ke arah sofa yang biasa Keira jadikan tempat tidur.


“Lagi-lagi dia menggodaku,” suara Justin membuat Keira tersipu. Ternyata Justin sudah tahu maksudnya.


Justin pun membuka kancing kemejanya satu persatu lalu berjalan ke arah kamar mandi. Keira mengintip dari celah matanya. Dia lihat Justin sama sekali tidak tertarik padanya.


Mengingat Rachel memang memiliki wajah dan tubuh yang indah melebihi Keira. Keira pun sadar kalau dia memang tidak ada apa-apanya. Justin pasti lebih suka wanita seperti Rachel itu. Akhirnya, malam ini misi Keira dan Safira gagal lagi. Keira pun memutuskan untuk tidur saja. Toh, Justin memang tidak tertarik padanya untuk apa menunggu Justin yang sedang mandi.


………………………………………


Perlahan bergerak perlahan pada bibir Keira yang terlihat ranum dan…


Justin langsung membuang wajahnya dan mengibaskan tangannya  seolah ada api yang berhasil membuatnya kepanasa.Bisa-bisanya wanita ini berhasil menggodanya tanpa melakukan apapun.Namun Justin kembali menatap wajah Keira.Dia mendekatkan ke wajah Keira.Perlahan, bibirnya menyentuh warna ranum yang sejak tadi memenuhi otaknya.


Namun Justin tidak mau terlalu terlena karena oleh bibir ini.Dia hanya mengecupnya sekilas lalu terkekeh sendiri."Kau sudah berhasil menggodaku," katanya pada Keira yang tertidur.


Justin bangun dari duduknya dan membenarkan baju Keira yang terlihat terbuka.Pria itu berlajan ke ranjangnya dan mengambil selimut yang memang sudah disediakan untuk Keira. Dalam hitungan detik, Justin kembali menghampiri Keira seraya menutupi tubuh wanitanya dengan selimut.


"Tunggu sebentar lagi, aku akan membuatmu jadi satu-satunya dalam hidupku dan kau tidak boleh melirik siapapun selain aku," bisik Justin sangat pelan seraya melihat wajah Keira.


Sekali lagi dia berhasil mencuri ciuman di bibir Keira dan terakhir kening Keira.“Selamat malam, Sayang.Malam ini, malam terakhir kau bisa memimpikan pria lain. Setelah malam ini, aku akan selalu datang ke dalam mimpimu, ”kata Justin yang mendadak membuat dirinya sendiri mendadak tertawa pelan.


Dia pun melangkahkan kaki ke arah ranjangnya."Apa aku terlalu posesif," ucapnya pada diri sendiri dan memasukkan seluruh ke dalam selimut yang hangat.


Sebelum Justin tidur, dia segera memeriksa HP-nya dan membaca beberapa pesan penting dari partner kerjanya.Setelah dia membalas semuanya, Justin membuka pesan terakhir dari sepupunya.


Dari: Erik


Bro, Keira udah tidur belum? Gue mau dong ngobrol sebentar sama dia. Seharian gak ketemu kangen nih!


***Justin segera menghapus pesan itu dengan perasaan dongkol. Moodnya tiba-tiba langsung rusak karena Erik. ***