
Setelah apa yang terjadi semalam. Keira yakin kalau Justin tak tertarik padanya, tapi ternyata pagi ini tiba-tiba Justin jadi perhatian padanya.
Justin mengantar Keira ke kampus. Pria itu menepuk pelan kepala Keira dengan senyumannya. “Kenapa cemberut? Kan mau tes?”
Keira menggelengkan kepalanya. “Makasih sudah mengantar aku.” Ucap Keira lalu berusaha membuka pintu mobil Justin, tapi pria itu malah menarik lengan Keira.
“Sepertinya kau butuh baterai, Sayang.” Ungkap Justin dan dia menarik tengkuk Keira ke arahnya. Keira terkejut bukan main. Kenapa pria ini tiba-tiba bersikap manis seperti ini?
Justin pun tersenyum seraya mengelus rambut Keira. Sementara Keira terlihat malu sekali dengan Justin. Dia sangat suka panggilan sayang tadi dari bibir Justin dan dia suka dengan sikap manis Justin meski cukup mendadak.
“Semangat dong!!” ucap Justin mengacak rambut Keira.
Keira pun tersenyum dan mengangguk. Lalu dia mencium pipi Justin sekilas dan segera turun dari mobil. Sebelum dia menutupnya, lagi-lagi Keira tersenyum ke arah Justin. “Makasih, bateraiku sudah penuh,” ucap Keira lalu menutup pintu mobil Justin dan melambaikan tangannya seraya berlari ke dalam gerbang kampusnya.
Justin menggelengkan kepalanya. Bodohnya, dia merasa seperti anak kecil yang kembali jatuh cinta.
…………………………………………
Justin tidak bisa fokus dengan pekerjaannya sejak tadi. Dia terus saja memikirkan Keira dan tersenyum sendiri. Ingin rasanya Justin mendengar suara wanitanya, tapi Justin ingat kalau Keira tidak memiliki HP.
“Ahhh seharusnya aku membelikannya,” kata Justin merengut membuat Erik yang sejak tadi duduk di atas sofa menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah laku Justin yang aneh.
“Aku rasa kau benar-benar gila,” kata Erik. Justin yang sama sekali tidak sadar kapan Erik masuk terkejut seraya merapikan dasinya dan duduk di atas bangku kebesarannya dengan benar.
“Hemm kapan kau masuk?! Kau tidak mengetuk pintu dulu!” ucap Justin begitu tidak suka kalau dia ketahuan sedang asyik memikirkan seorang gadis berumur 18 tahun.
Justin pun bangun dari bangkunya. Dia menarik tangan Erik agar keluar dari ruangannya. “Hehhh kenapa kau menarikku! Sial!!” dengus Erik di depan ruangan Justin setelah Justin berhasil mengeluarkannya dari sana.
“Aku sedang tidak enak badan. Jangan keluar-masuk ruanganku tanpa kepentingan, oke!” kata Justin membuat Erik langsung kesal mendengarnya.
“Heii! Ini penting! Aku sedang menunggu calon istriku. Biasanya dia datang jam segini. Kenapa hari ini dia tidak datang ya?” ungkap Erik seraya menengok ke arah dalam ruangan Justin lalu menengok ke kanan-kiri untuk melihat keberadaan wanita itu.
“Kau menyembunyikannya ya! Aku ingin lihat di kamarmu itu!” kata Erik mendorong tubuh Justin, tapi tentu saja tidak bisa dia kalahkan karena tubuh Justin jauh lebih besar darinya.
“Kau menyebalkan! Aku ingin melihat wanitaku!”
Benar-benar Erik membuatnya kesal karena menyebut Keira wanitanya. Jelas saja, Justin tidak terima! Dia pun mendorong Erik semakin keras membuat sekretarisnya terkejut karena mengira mereka bertengkar.
“Pak,” ucap sekretaris Justin, ingin melerai. Namun Justin memberikan isyarat pada sekretarisnya untuk tak perlu khawatir.
“Sudah! Sudah! Aku ingin lanjut bekerja. Hari ini Keira tidak datang! Dia sedang ujian masuk kuliah,” jelas Justin dan dirinya masuk berlalu ke dalam ruangan kerja.
...............
Hayo! Jangan lupa like dan komennya^^