Marry Me!

Marry Me!
Episode 11



“Oh ya, kita saudaraan. Aku sepupunya Justin. Sometime, kita bisa makan bersama dengan keluarga kita,” kata Erik dan Keira pun menganggukkan kepalanya.


“Oke Keira. Mana makanan Kakak dari Mama. Kemarikan dan ini uang untuk pulang. Jangan main kemana-mana ya langsung pulang,” kata Justin seolah Keira ini benar-benar adiknya.


Keira pun sebenarnya ingin mendengus, tapi dia melihat tatapan Justin seperti sedang mendesaknya untuk segera keluar. Akhirnya Keira pun menerima uang dari Justin lalu memberikan tas kecil yang berisikan tupperware di dalamnya.


“Ini Kak, Kei pulang ya,” kata Keira lalu menunduk sopan pada Erik seperti dia sedang mengatakan ‘mari’.


Begitu Keira keluar dari ruangan. Erik pun langsung memukul punggung belakang Justin membuat Justin meringis.


“Parah! Kayanya dia cocok banget deh sama kriteria gue. Kok lo gak bilang punya Adik angkat,”


“A-apa? Kriteria apa maksud lo?”


“Ya kriteria jadi calon istri lah, tapi gue PDKT-in dulu. Lo sebagai Kakak. Mau kan bantuin gue,” ucap Erik menaik turukan alisnya sehingga membuat Justin memikirkan sesuatu yang tiba-tiba menyentil hatinya.


Ide bagus! Kalau nanti Keira jatuh cinta juga pada Erik. Dia akan bebas dengan permintaan Safira itu dan Safira tidak mungkin memaksa Justin untuk menikah dengan Keira karena Justin akan segera mencoba mencari wanita yang sepadan dengannya.


“Baiklah, itu masalah gampang,” kata Justin dengan senyumannya.


………………………………………………………


Keira memperhatikan uang 100 ribuan yang Justin tadi berikan padanya. Bisa-bisanya pria itu bilang bahwa Keira adalah adiknya, tapi Keira tidak begitu masalah. Lagi pula dia bisa berbuat apa di depan Justin. Keira juga tidak berhak meminta Justin untuk melakukan ini demi Safira. Memang pernikahan itu kan sesuatu yang sangat sakral. Kalau melakukan kesalahan, pasti bukan hanya Justin yang menyesal, tapi semua orang yang terlibat pun akan menyesal.


“Keira!!” Keira mendengar suara seseorang yang memanggilnya. Dia pun menolehkan kepalanya ke sumber suara dan apa yang dia dapatkan?!


“Kei,” itu Brandon. Sahabat laki-lakinya di SMA. Brandon ini lebih tua darinya karena Keira dapat kesempatan loncat kelas di usia mudanya.


“Brandon,” Keira pun melambaikan tangannya begitu senang melihat Brandon yang sudah lama tidak bertemu.


“Iya, aku sangat merindukanmu,” ucap Keira berseri-seri membuat Brandon yang melihatnya ingin menarik Keira ke dalam pelukannya karena Keira sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


“Aku juga. Sekarang kau di mana?” tanya Brandon. “Aku dengar Ayahmu meninggal? Maaf aku tidak bisa hadir di pemakaman Ayahmu.”


Keira mengangguk pelan. “Tidak apa. Sekarang aku sudah baik-baik saja dan tinggal bersama teman Ayahku,” bohong Keira dan Brandon pun menghela nafasnya sejenak.


“Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Oh ya, bagaimana dengan kuliahmu? Aku dengar kau sempat ke luar negeri?”


“Iya, aku berhenti dan tahun ajaran baru. Aku akan mendaftarkan diri di dekat rumahku nanti.”


“Memang di mana rumahmu?”


“Daerah Ciputat.”


“Serius? Aku juga loh. Wahh gimana kalau kau satu kampus denganku besok aku baru mau daftar.”


“Boleh, boleh,” kata Keira dengan bersemangat.


“Ini nomerku. Kau bisa menghubungiku kan?” tanya Brandon dan Keira pun mengangguk pelan.


“Baiklah, aku akan melanjutkan kerjapart time-ku. Aku duluan ya,” kata Brandon menepuk puncak kepala Keira dan Keira pun tersenyum ketika Brandon menyeberang jalan lalu masuk ke dalam café.


……………………………………………………………


Terima kasih karena terus ikutin cerita Justin^^