Marry Me!

Marry Me!
Episode 29



Keira sudah menunggu Justin terlalu lama hingga dia tertidur di atas sofa ruangan kerja Justin. Justin yang melihat Keira tertidur di atas sofa pun hanya mampu melebarkan senyumnya seraya menggelengkan kepalanya.


Lalu Justin mendekat ke arah Keira dan mengangkat tubuhnya menuju kamar yang kemarin mereka gunakan untuk menghindari Rachel. Justin merebahkan tubuh gadis yang membuatnya mulai merasakan detakan itu dan Justin tertarik sekali untuk menyingkirkan sebagian rambut Keira yang menutupi wajahnya.


“Kalaupun aku pedofil. Biarkan pria tua ini mencintaimu perlahan, gadis kecil.” Ucap Justin seraya mengelus pelan wajah Keira.


Lama-lama dia sungguh menyukai wajah Keira yang tertidur. Justin pun ikut merebahkan tubuhnya di sisi Keira lalu menarik Keira ke dalam pelukannya. Biarkan istirahat siang ini dia habiskan tidur bersama Keira. Dia yakin Keira juga lelah karena habis belajar untuk tes kuliah nanti.


Oh ya, Justin jadi mengingat pria yang kemarin mengantar Keira. Melihat gelagat Keira semalam yang bersemangat ingin tidur bersamanya. Justin kira pria itu bukan kekasihnya. Erik pasti hanya menafsirkannya sendiri. Lagi pula Justin tidak takut untuk merebut Keira dari pria itu. Dia masih anak-anak dan Justin jelas jauh lebih tua dari mereka. Sebelum janur kuning melengkung. Keira memang bukan milik siapa-siapa, tapi Justin akan segera membuat janur kuning itu ada untuk mereka berdua.


SEGERA!


………………………………………………………


Keira membuka perlahan matanya. Dia mencoba mengumpulkan kesadarannya ketika dia lihat ruangan yang tidak begitu asing di matanya. Keira rasa, ini adalah kamar Justin yang ada di dalam ruang kerjanya.


Keira pun merasakan kehangatan di punggungnya. Dia membalikkan tubuhnya perlahan dan mendapatkan wajah pria tampan yang mampu membuat detak jantungnya berdegup keras.


Keira senang bahwa Justin yang memeluknya. Dia rasa, ini pertanda baik untuk hubungan mereka. Kalau begitu Keira pun tidak akan menyerah membuat Justin semakin jatuh cinta padanya. Keira menyentuh pelan wajah Justin. Lalu perlahan Keira berusaha mendekatkan wajahnya ke wajah Justin. Dia ingin sekali mengecup bibir pria di hadapannya ini, tapi…


“Apa yang kau lakukan?” tanya pria yang ada di hadapannya dengan mata terpejam.


“Maaf aku ketiduran. Tadi aku menunggu Kakak, tapi ternyata meeting Kakak lama.” Ucap Keira tidak berani melihat wajah Justin.


Justin pun bangun dari baringannya. Dia merapikan jasnya dan juga rambutnya di depan kaca besar. “Ayo keluar. Aku akan kembali bekerja dan pulang cukup larut.”


Keira pun mengikuti langkah Justin dari belakang lalu ikut duduk di samping Justin ketika pria itu mengambil posisinya di atas sofa.


“Mama bilang jangan lupa minum vitamin Kakak kalau lembur. Jangan sampai kelelahan karena sibuk bekerja.” Ingat Keira seraya membuka bekal yang dia buat untuk Justin.


“Kamu juga jangan lupa makan yang teratur dan minum vitamin. Jangan terlalu sibuk belajar. Kau bisa saja sakit,” ucap Justin membuat pipi Keira tersipu. Dia sangat senang mendengar nada perhatian dari Justin. Apa dia berhak merasa semakin yakin kalau Justin mulai bisa menerimanya.


“Iya Kak. Ayo makan dulu.” Kata Keira menyodorkan bekal-bekal yang sudah dia buka dan memberikan sendok pada Justin.


Keira memperhatikan Justin makan dengan lahap. Matanya tak bisa berhenti menatap wajah tampan Justin dan sesekali Justin tersenyum ke arahnya seperti anak kecil. Keira pun sesekali mengusap ujung bibir Justin dengan tisu seolah di sini Keira yang sangat menjaga Justin.


Justin juga pertama kalinya terdiam kaku melihat perlakuan Keira. Wanita ini sungguh tidak bisa dia tebak, tapi Justin tidak bisa berlama-lama bohong pada hatinya sendiri kalau dirinya memang sudah mulai jatuh cinta pada Keira


………………………………