Marry Me!

Marry Me!
Episode 37



Justin masuk ke dalam kamarnya dengan kelelahan. Hari ini niatnya akan mengantar Mamanya ke Rumah Sakit tidak jadi. Dia tidak menyangka malam ini dia harus lembur karena pekerjaannya yang tiba-tiba menumpuk. Namun Safira akhirnya tetap jadi ke Rumah Sakit bersama Keira yang mengantarnya.


Justin menyalakan lampu kamarnya. Dia lihat Keira tidak berada di atas ranjangnya melainkan di atas sofa seperti dulu pertama kali Justin menyuruhnya tidur di sana. Tidak salah lagi. Pasti ada sesuatu yang salah dengan istrinya.


“Sayang,” Justin membangunkan Keira dengan lembut. Dia menyentuh pipi istrinya dan menepuk lengan Keira agar bangun. “Kenapa tidur di sini?” tanya Justin pada Keira yang setengah sadar.


“Kakak sudah pulang?” ucap Keira segera bangun dari tidurnya. Kini posisinya setengah duduk menyamping seraya mengikat rambutnya.


“Kakak lapar?” tanya Keira, tapi anehnya kenapa istrinya seolah baik-baik saja dan tidak ada yang salah dengan dirinya.


“Aku udah makan, Sayang. Kamu kenapa tidur di sini?”


Keira menggelengkan kepalanya. “Nggak-papa. Mau aku siapin air panas?” tanya Keira hampir beranjak dari sofa, tapi Justin menahannya.


“Kamu sedang menghindari pertanyaanku. Kenapa kamu tidur di sini? Kenapa tadi pagi kamu gak izin sama aku?”


“Hindari apa maksud Kakak? Tadi pagi aku udah izin sama Mama karena Kakak masih tidur.”


Justin pun menghela nafasnya. “Kamu kan bisa bangunin aku.”


“Kakak pasti kelelahan. Jadi, aku gak mau ganggu istirahat Kakak.”


Justin pun menatap mata istrinya. Dia menemukan kebohongan di sana dan Justin pun menggenggam tangan Keira dengan lembut.


“Kita udah menjadi pasangan yang sah. Apa kamu mau terus begini? Kamu gak mau jujur sama aku? Aku bukan pria yang mudah mengartikan bahasa wanita. Apalagi kita baru mengenal satu sama lain. Cobalah bantu aku mengerti kamu. Kamu sedang menghindariku, Keira!”


……………………………………………


“Aku takut kamu belum siap untuk melakukannya. Makanya aku tak pernah memintanya atau memaksamu untuk melakukannya. Aku akan siap menunggumu sampai menurutmu itu sudah sanggup kau lakukan.”


“Aku gak pernah bilang gak mau melakukannya. Aku hanya bilang kalau waktu itu kita memang belum pada ikatan yang sah.” Jelas dari kata Keira bahwa dirinya bukan tidak mau melakukannya dengan Justin karena bagi Keira tidak ada yang salah dengan itu jika mereka sudah menikah.


Justin pun menyesal. Dia sudah berpikir kalau Keira masih terlalu sangat muda. Dia pikir Keira ingin menikmati masa muda yang tidak mungkin bisa kembali dua kali, tapi ternyata wanitanya tidak sama sekali berpikir seperti itu.


“Yasudah aku minta maaf. Berhentilah menangis, nanti Mama kira aku ngapa-ngapain kamu.” Ucap Justin mengusap air mata yang jatuh dari pipi Keira.


“Maaf kalau Keira menghindari Kakak, tapi Keira Cuma takut semakin jatuh cinta sama Kakak kalau Keira gak jaga jarak. Keira gak mau sakit nantinya kalau Kakak mencintai Keira memang hanya karena Mama,” kata Keira seolah dirinya sedang mengungkapkan uneg-unegnya.


“Heh siapa yang bilang kaya gitu?”


Keira menggelengkan kepalanya. “Memang tidak ada yang bilang, tapi aku pikir Kakak memang menikahiku karena Mama.”


“Sembarangan! Aku tidak pernah memutuskan hal seperti itu. Aku mencintaimu.” Mendengar pernyataan itu. Tangisan Keira pun terhenti. Kini mata Keira hanya tertuju pada suaminya.


 



 


Geys! Jangan lupa baca karyaku yang lain loh! Ada 4 karya yang udah selesai jadi jangan takut digantungin heehehe.  Nyesel deh kalau enggak baca wkwkw. Jangan lupa like, komen, share dan juga follow aku ya!


Btw, kalau kalian bingung caranya gimana sih caranya bisa baca karyaku yang lain? Kalian bisa search aja dengan judul di atas atau kalian bisa klik foto profilku nanti pilih karya dan akan muncul karya2ku^^