
#dengan dinda
"nooonnn merah amat iniii" kata bi darsem
"iya ya bi.. Ehhmm pantes berat..."
"leher nya mau di kerok enggak"
"jangan dulu bi.. Enggak enak masa leher aku ada tatoo nya, malu iih"
"heheheheh takut mau di kerok"
"enggak usah.."
Setelah di kerok, tubuh dinda di urut oleh bi darsem..
"besok-besok sekalian di lulur ya non, kan mau jadi pengantin"
"ehmmm... Iyaaa bi.. Sama bi darsem ajah ya"
"siap.."
Saking enaknya di urut oleh bi darsem, dinda pun tertidur..
Keesokkan pagi nya
Dinda bangun pagi-pagi sekali.. Karena takut brama menjemput nya ia belum siap..
Jam 06.30 wib brama datang menjemput nya
"assalamu'allaikum"
"wa'allaikum salam.. Eeh ada mas bram.. Masuk.." sambut mama..
"iya ma.. Dinda ada.."
Dinda berlari dari ruang makan dengan mulut masih mengunyah makanan..
"iya.. Hadir..!!! Ma aku berangkat ya" kata dinta sambil mencium tangan mama nya
"brama enggak sarapan dulu.."
"sudah tadi ma.. Di rumah.."
"ya sudah, hati-hati yaa.."
Dinda dan brama pun pergi menuju ke mobil brama..
Tanpa berkata apa-apa dinda langsung masuk ke dalam mobil..
Di dalam mobil
Brama melirik ke arah dinda..
"kalau lagi makan tuh di kunyah dulu samlai selesai.. Baru jalan jangan lari kaya tadi.."
Dinda melirik, malu ke arah brama yang sedang fokus nyetir..
"hari ini test kesehatan kan.." tanya dinda
" iya.. Test keperawanan, mau lihat kamu masih perawan atau enggak"
"ehmmm..." dinda mengangguk sambil melirik ke arah brama
Sesampainya di kodam..
Mereka sibuk nguru-ngurus berkas dan test kesehatan..
Tak terasa hari sudah sore, mengurus pernikahan militer sangat, sangat melelahkan bagi dinda..
Perjalanan pulang
"mau makan dulu enggak?"
"enggak usah.. Aku pusing banget pengen tidur"
"oowh ok.."
Ternyata dinda tertidur di dalam mobil,
Brama melihat ke arah dinda yang sedang tertidur pulas..
Ia terus memandangi dinda.. Dan mengambil jacket miliknya untuk menyelimuti dinda..
Diam-diam brama ternyata perhatian kepada dinda..
Sesampai nya di rumah dinda..
"din.. Dinda.." brama membangunkan dinda..
Dinda langsung terbangun
"ehmm iyaa.. Sudah sampai yaaa.."
"sudah"
"maaf ya aku ketiduran tadi"
"iya, enggak apa-apa.."
Dinda pun langsung turun dari mobil..
Sebelum menutup pintu, brama memanggil nya
"din.."
"iya kenapa?"
"besok jangan lupa, pagi-pagi"
"oowwh iya.."
Pintu mobil pun di tutup oleh dinda, dan brama pun melaju kan mobil nya
Di dalam rumah
"assalamu'allaikum"
"eeh non sudah pulang"
Dinda langsung menuju dapur dan melepas semua pakaiannya kecuali pakaian dalam..
"tolong cuciin ya biii.."
Dinda berlari menuju kamar nya.. Dan langsung mandi..
#dengan brama
"assalamu'allaikum, bu lagi pada ngapain"
"ini ngitung undangan, baru selesai"
"ooowh.. Souvenir nya sudah bu"
"itu pihak dinda yang urus"
"oowwh ok"
Brama pun langsung pergi mandi dan istirahat...
Setelah mandi ia merebahkan dirinya di atas kasur..
Ia merenung sebentar lagi ia akan menikah, menikahi wanita yang baru beberapa hari ia kenal.. Ia tidak tahu dinda ituu seperti apa sifat nya, kesukaannya, dan lain sebagainya..
#dengan dinda
Keesokkan pagi nya
"semangat dindaaa ini hari terakhir kamu ngurus izin menikah.. Selanjutnya kamu harus ke KUA dan beres..!" gerutu nya sambil memakai baju persit nya..
Dan seperti biasa brama menjemput nya pukul 06.30 wib..
Di dalam mobil
"kamu sudah sarapan.." tanya brama
"sudah tadi, kenapa?"
"enggak nanya ajah.."
Sesampainya di kodam dinda dan brama langsung menhadap pimpinan brama..
"waahh mas bram.. Akhirnya nikah juga" kata pimpinan brama
"iya.. Pak.."
"selamat ya... Semoga langgeng, sukses buat kalian"
Wejangan demi wejangan di dapat dinda dan brama setiap ia menghadap kepada pimpinan nya..
Hari ini tidak sesibuk kemarin, siang hari pun sudah selesai
"nanti surat nikah kantor nya biar aku ajah yang ambil"
"ok.."
"nanti setelah menikah, kamjmu jangan kaget. Kita bakalan tinggal di perumahan militer"
"emang nya harus ya"
"laah iya..sampai beberapa tahun.. Soalny kamu bakalan sering di tinggal nanti"
Dinda terdiam ia berfikir belom juga belom udah pusing.. Plus mikirin tinggal di perumahan militer kaya gimana ya..
Berat amat perasaan..
Brama membawa dinda ke rumah orang tua nya
"mampir dulu ke rumah ya.. Ibu ku mau kenal ketemu kamu"
Dinda. Hanya mengangguk, bingung
Di dalam rumah
"assalamu'allaikum.. Bu"
"eeeh ada nak dinda...masuk.. Masuk.."
Dinda hanya tersenyum manis.. Dan duduk di ruang tamu..
Rumah brama adem, benar-benar asri.. Bau daun basah dan tanah basah menjadi satu.. Membuat tenang..
Di dinding ruang tamu terpasang foto brama ketika masih jadi taruna akmil..
Ia jadi teringat adik nya dipo yang masih pendidikan di sana..
Tak lama citra adik brama datang membawa minum
"mbaa silahkan di minum.."
"makasih ya.."
"kenalin aku adik mas bram, citra"
"oowwh iyaa de citra.." dinda tersenyum kaku
"mba.. Aku sering lihat mba loh.. Di acara supermodel.. Mba model kan"
Dinda tak menyangka kalau citra tahu profesi nya
"tenang mas bram enggak tau.. Dia mah enggak pernah nonton TV.. Jadi yaa agak-agak kurang update"
"heheheheh.. Citra kerja atau di rumah"
"aku kerja mba di bank.. Neh baru pulang sambil jualan kue sama ibu.."
"oowh iya.. Kue apa"
"kue apa ajah.. Kue kering kadang bolu apa ajah lah kalau ada pesanan ajah.."
"ooowh... Hehehehe kapan-kapan aku pesan yaaa.."
"siap di tunggu..! Mba aku tinggal dulu ya.."
Dinda hanya mengangguk seraya tersenyum manis ke arah citra..
Brama benar-benar keluarga yang sederhana, tidak neko-neko..
Pantas saja papa mungkin sering ke sini.. Sekedar ngobrol dengan om subagyo
Ibu pun datang
" maaf ya dinda.. Rumah ibu mah kecil.."
"iih ibu.. Apa kali.. Enak rumah ibu mah masih asri banget.. Bau pohon sama tanah jadi satu.. Ehmm enak banget bikin relax"
"hehehhehe bisa ajah, kamu kaya papa mu yaa.. Beliau selalu betah di sini.. Entah dari mana bisa kenal sama bapak.. Yang pasti mereka dekat banget.."
"iyaa dinda tau kok.. Pasti papa sering ke sini hanya untuk sekedar. Mengobrol"
Brama datang dan sudah berganti pakaian..
"gimana brama ke kamu din" tanya ibu tiba-tiba
"iih ibu apaan seeh nanya nya" kata brama malu
"hehehehhe.. Kan ibu nanya doang ya nak dinda"
"hehehhe iya bu.. Brama baik kok"
"ehmm.... Brama tuh pemalu sebenarnya, maka nya susah banget kenal sama cewek.."
"iihh ibu.. Jangan buka kartu dong"
"biarin ya nak, sebentar lagi kan kalian nikah, jangan ada yang di tutupi! Iya enggak nak dinda"
"betul bu.." dinda tersenyum..
Tak terasa hari mulai sore, dinda yang begitu nyaman di rumah brama sampai lupa waktu..
"bu...dinda izin pulang dulu ya"
"iyaa hati-hati ya nak, salam buat mama"
"iyaaa"
Brama pun mengantar dinda pulang...
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like, vote and coment