
"kamu kenal wanita itu dari mana"
"dia waktu itu ngeliput pimpinan mabes buat di chanel milik TNI tentang kegiatan gitu, enggak sengaja ketemu! Aku seh biasa ajah.. Tapi dia ngejar-ngejar terus! Udah aku bilangin jangan ganggu.. Malah ngancem"
"kamu kok jadi laki-laki lemah banget seh mas"
"aku udah marah, kesel tapi dia nya malah makin jadi, aku bingung"
"ya udah.. Nanti biar aku ajah yang urus"
"jangan enggak usah.. Biar aku ajah yang nyelesaiin"
Dinda terdiam kesal..
"aku tuh bingung.. Cewek zaman sekarang tuh gitu ya.. Suka. Om-om kaya aku"
"hehehehehhe enggak semua mas.. Dia nya ajah yang aneh! Mungkin dia kurang kasih sayang mas"
"bisa jadi...!kamu masih marah sama aku"
"masih mas.. Kesel mah pasti! Aku enggak percaya kamu enggak ngapa-ngapain"
"astagfirullah diinn.. Lihat aku.. Lihat mata aku"
"ehmm.. Ada belek nya"
"iihh kamu tuh.. Masa iya aku bohong..!ngapain juga din..,aku udah punya kamu udah punya gendis"
"tapi kan aku belum bisa hamil mas"
"din.. Itu kan masalah nya bukan di kamu tapi kan di aku"
"ehmmm...."
"kamu ajah bisa nerima aku apa adanya masa iya aku harus khianatin kamu din.. Kamu kan bisa ajah nyari laki-laki yang bisa ngasih keturunan"
"kamu gila apa.. Ngomong tuhh hati-hati mas..!enggak ada kepikiran juga aku tuuh kaya gitu"
"yaaa enggak gitu..! Habis kamu tuh enggak percaya sama aku"
"kemarin.. Kemarin seeh aku percaya semenjak kejadian ini agak hilang lah rasa percaya aku sama kamu..."
"terserah kamu dehh.. Aku bingung ngejelasinnya" brama kesal lalu masuk ke kamar
Dinda pun mengikuti nya di belakang
"kok jadi kamu yang marah seh"
"bingung sama kamu tuh harus bagaimana lagi"
Brama merebahkan diri..
"yaaa perempuan kalau marah tuuhh lama sembuh nya"
"ehmm terserah kamu"
Dinda membersihkan diri lalu tidur di sebelah brama...
"mas.. Besok kamu kerja"
"iyaa lah din.. Pertanyaan kamu tuh ya"
"salah"
"enggak.. Tapi kan kamu tau besok tuh senin.. Ya pasti aku kerja sayang"
"aku mau ikut"
"ikut kemana??"
"kamu kerja"
"ehmm kaya enggak ada kerjaan ajah"
"terus aku salah"
"ya enggak.. Cuma aneh ajah din"
"ehmm ya udah aku antar trus aku jemput"
"yo wiss kalau gitu.. Terserah kamu ajah"
Dinda tersenyum..
"kamu lagi haid din"
"ehmm iya.. Kenapa mas"
"ehmm ya sudah.. Aku mau tidur ajah"
"ehmm.."
"ehmm doank balasannya"
"iya selamat malam.. Mimpi indah"
"gitu doank"
Brama membalikkan badannya menghadap ke arah dinda
"kenapa.. Enggak usah melotot" kata dinda
"ehmm enggak melotot.. Aku cuma ngelihatin kamu ajah! Enggak boleh"
"boleh ajah..."
Tiba-tiba handphone brama pun berdering, lagi-lagi dari nomor yang tidak di kenal..
"ssstttt... Biar aku ajah yang ngangkat telponnya" kata brama
Dinda terdiam kesal..
Brama pun mengangkat telpon itu di depan dinda
" assalamu'allaikum... Ya"
"haloo.. Mas"
"maaf siapa ini"
"hehhehehe erika.. Lupa gitu"
"maaf erika.. Saya mohon jangan ganggu saya lagi.. Saya punya keluarga yang harus saya jaga"
" kamu takut yaaa sama istri kamu"
"kan sudah saya bilang.. Ini komitment.. Nanti kalau kamu sudah nikah akan tahu itu"
"persetan dengan komitmen"
"terserah... Yang pasti saya tidak mau di ganggu..!terima kasih..!
Telpon pun di tutup..
" mas kamu yakin dia enggak bakal hubungin
kamu lagi"
"entah lah.. Biarin ajah.. Toh aku enggak ngeladenin.."
"ehmm ya sudah lah.. Mulai besok aku antar sama aku jemput"
"iyaaa.. Gimana kamu ajah.."
"ehmmm...."
"kamu beneran lagi haid"
"iyaaa mas.. Mau aku tunjukkin"
"enggak usah.."
Dinda tertawa
"kalau bohong kamu dosa"
"niihhh.." dinda menarik tangan brama untuk menyentuh ***********
Dan ternyata benar.. Ada pembalut terpasang
"iihh kamu tuuhhh.... Jahil banget" brama berlari ke kamar mandi untuk mencuci tangannya..
Dinda hanya tersenyum melihat tingkah brama..
Walaupun hati dinda masih sakit tapi ia berusaha untuk tetap memaafkan brama..
.
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like vote and coment