
Pagi hari nya..
"diinn.. Aku mau ngurus-ngurus surat mutasi dulu ya ke mabes.."
"iyaa.. Hati-hati"
Brama berangkat ke mabes lagi..
Di mabes seperti biasa ia sibuk mengurus-ngurus mutasi nya ke bandung..
Dan lagi-lagi ia bertemu erika..
Kali ini erika lebih berani..
Ia mulai berani mendekati brama...
"Ndan bram..." sapa erika
Brama cuek, hanya tersenyum biasa..
"sudah makan Ndan?"
"sudah"
"kirain belum.. Mau ngajak makan bareng"
Lagi-lagi brama cuek..
Setelah selesai mengobrol dengan rekan-rekan yang lain brama pun pergi pulang..
Ketika erika akan mengejar nya, tiba-tiba tangan erika di tarik oleh ario
"aku cuma ngasih tau ajah, bram itu enggk seperti yang kamu bayangkan! Dia lelaki yang sulit.. Enggak bisa kamu tembus begitu saja! Udah jangan ganggu dia"
"justru aku suka laki-laki yang seperti itu"
"jangan sampai kamu malu..."
Erika pun tidak menggubris kata-kata ario..
Ia tetap kekeh mengejar brama ke parkiran mobil..
Ketika sampai di parkiran ia tidak melihat mobil brama lagi..
"sial.. Keburu pergi..." gerutu erika sambil menghentakkan kaki nya
#dengan dinda
Tiba-tiba gendis panas badannya dan rewel..
"uuu.. Sayang... Sakit iya.. Gendis pusing iyaa" kata dinda sambil menggendong gendis..
"non.. Mau ganti enggak air kompres nya"
"iya bi ganti ajah yaaa..."
Bi juju langsung ke dapur mengambil air hangat untuk kompres gendis..
Dinda terus. Melihat jam.. Ia begitu bingung mas bram belum juga pulang
"iyaaa Sayang.. Ini mama... Cantik!"
Jam menunjukkan pukul 22.00 wib..
"assalamu'allaikum" suara mas bram
"wa'allaikum salam" jawab dinda..
Brama kaget. Melihat gendis sedang di gendong oleh dinda..
"udah mas.. Mandi dulu sana"
Brama pun menurut.. Ia langsung pergi mandi sebelum memegang anak nya..
Setelah selesai mandi
"kenapa sayang" tanya brama sambil menyentuh kening gendis
"tiba-tiba panas, rewel... Enggak tau deh kenapa! Tapi sekarang udah mendingan.. Udah minum obat"
"mau gantian gendong.. Enggak.."
"mau di ttidurin.."
Dinda pun menaruh gendis di kasur.
Gendis sudah lebih tenang.. Ketika di letakkan di tempat tidur ia tidak bangun..
"ehmm akhirnya... Pundak mama sampe pegeeeelll"
"sini aku pijetin."
Brama. Pun memijat pundak dinda..
"besok kamu jadi ke bandung"
"kaya seh jadi din.. Ngasih berkas ke sana sama ngelihat rumahnya"
"ehmm sabar yaaa..."
Dinda tersenyum sambil mencium pipi brama..
Keesokan pagi nya
"aku berangkat ya.." kata brama sesudah sarapan
"iya hati-hati... Kira-kira pulang jam berapa mas"
"ehmm malam kaya nya lihat situasi ajah.. Nanti"
"oowh ok.. Kalau mau nginep di sana kasih tau ya"
"iyaaa... Sayang..!"
Gendis yang baru bangun tidur pun mendekati brama dan dinda..
"uuu anak papa..!" sambil menggendong gendis
"itut...papa.." kata gendis
"nanti yaaa..! Nanti kita jalan-jalan lagi yaaa.. Cium dulu siniiii"
Brama mencium gendis.. Dan langsung berangkat...
#dengan brama
Ia langsung menelpon ario..
"io.. Dimana..?"
"uy.. Aku di rumah.. Ke sini ajah dulu.."
"ok.. On the way.."
Brama langsung meluncur ke rumah ario..
#dengan dinda..
Ibu menelpon dinda
"assalamu'allaikum.. Iy bu"
"wa'allaikum salam.. Din.. Bisa ke rumah.."
"kapan buu...?"
"hari ini.. Bantuin ibu ya.. Ngurusin pesanan"
"oowh iya.."
"ajak gendis ya.. Sam bi juju..! Kangen ibu sama gendis.."
"iya buu.. Aku beres-beres dulu ya.. Nanti langsung ke sana"
Dinda langsung mandi dan membereskan perlengkapan gendis untuk di bawa ke rumah eyang nya
#dengan brama
Setelah menjemput ario.. Mereka langsung menuju bandung
"bro.. Kamu jadi neeh pindah rumah juga ke bandung"
"iya lah pusing aku... Pindah-pindah mulu.. Kalo ada rumah kan enak"
"kenapa enggak di Jakarta?"
"enggak lah.. Di bandung ajah..!"
"eeh si erika ngedeketin kamu ya"
"hehheheheh iyaa gelagat nya lah.. Kenapa?"
"bahaya tuh cewek.. Ojo main-main laahh"
"ndak.. Aku mah biasa ajah.. Dia nya ajah yang kaya gimanaaa gitu"
"uwis.. Ojo main api..!kasian karo istrimu anak mu..."
"iyoo aku tahu... Lagian aku enggak nanggepin kok"
Ario terdiam..
Brama pun ikut terdiam...
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like vote and coment