
Keesokkan pagi nya..
Dinda terbangun karena merasa ia seperti memeluk boneka besaarr
Dinda membuka mata nya perlahan.. Betapa kaget nya,ia melihat mas bram yang ia peluk
Dinda langsung melepaskan pelukkannya
"dari semalem kamu melukkin aku mulu.." mas bram ternyata sudah bangun
Dinda langsung bangun dari tidur nya
"tenang kamu aman kok, aku belum ngapa-ngapain.."
Dinda hanya terdiam, salah tingkah..
" mandi sana, kita kan mau pindah ke rumah dinas"
Dinda tidak menjawabnya, ia langsung berlari ke kamar mandi
Melihat tingkah dinda, mas bram hanya tersenyum..
Setelah mereka bersiap, mereka langsung menuju ke ruang makan
"gimana tidur nya kalian.. Pulas" ledek ibu
"hehhehehe ada yang pulas banget seh bu" kata Mas bram nyindir dinda
Dinda spontan menyubit mas bram..
"auh.. Sakit ih"
"heheheh bagus dong pulas berarti betah. Di rumah"
"iya ya bu.." dinda membela diri
"ini kalian langsung ke rumah dinas"
"iya aku udah janjian sama pak naryo, ada rumah perwira yang kosong" kata mas bram
"terus barang-barang kalian gimana.."
"gampang bu, mau lihat dulu ajah..."
"oowh ya sudah, kalau belum punya barang tinggal di sini dulu ajah, sambil ngumpulin barang"
"iya.."
Dinda dan mas bram pergi melihat rumah dinas yang akan mereka tempati..
Mas bram menemui pak naryo terlebih dahulu..
Dinda dan mas bram di minta untuk menunggu di depan rumah dinas itu
Dinda dan mas bram melihat-lihat dari luar,
Terlihat memang bangunan lama.. Khas bangunan zaman dulu.. Ubinnya pun masih ubin lama..
"mas.. Kita tinggal di sini"
"iyaaa.. Kenapa.."
"kita cuma berdua, terus nanti kalau kamu pergi tugas, aku sama siapa?"
"kamu takut sendirian"
Dinda terdiam sambil melihat-lihat sekeliling rumah itu dari luar..
"nanti kita renovasi sedikit"
"terus, selama renov kita tinggal dimana"
"ngontrak dulu, enggak apa-apa kan! Yang deket sini ajah.."
Tak lama kemudian pak naryo datang, ia memberi hormat
"siap ndan, selamat yaa akhirnya"
"sama-sama pak..! Ini rumah sudah berapa lama enggak di tempatin"
"baru 2 minggu yang lalu" kata oak naryo sambil membuka pintu rumah itu..
Pas dinda masuk, terlihat benar-benar bangunan lama.. Ada beberapa lemari ada di sana sepertinya memang inventaris
Ada 3 kamar.. Dan bentuk nya besar-besar..
Dinda berjalan ke arah dapur.. Dapur nya pun luas daann ada piring - piring inventaris juga..
"lumayan ya pak.."
"iya ndan,.. Kapan rencana mau di tinggalin"
"mau di beresin dulu lah pak.. Di benahi sedikit"
"boleh nanti saya cari tukang nya"
"oke... 1 minggu kira-kira bisa ya pak"
"siap bisa"
Setelah selesai melihat-lihat rumah dinda dan mas bram kembali ke mobil..
"gimana.. Kita renovasi dulu ya"
"iyaa.. Uang nya ada.."
"tenang ajah kalo masalah itu mah, yang pentin kamu mau dulu"
"iyaaa..terus kita tinggal dimana mas selama nunggu renovasi rumah"
"ngontrak ajah palingan"
"mas, maaf bukannya aku sombong! Aku punya apartemen hasil kerja aku dulu.. Mau enggak kita tinggal sementara di sana"
Mas bram terdiam..
"ehmmm. Fasilitas nya udah ada semua, jadi nanti kita tinggal nambahin yang kurangnya apa.. Nanti aku bawa barang-barang aku ke rumah dinas.."
"ehmmm.. Ya sudah kalau begitu.. Kita tinggal di apartemen kamu dulu.."
Dinda tersenyum "beneran mas.."
"iya selama di renovasi ajah, selesai itu ya kita tinggal di rumah dinas"
"iya mas.., kita mau langsung ke apartemen aku"
"boleh.."
Dinda dan brama akhirnya menuju ke apartemen milik dinda..
Mas bram cukup kaget ternyata dinda sudah lebih dari mapan, mas bram jadi merasa tidak enak kepada dinda..
Sesampai nya di apartemen..mereka langsung masuk ke dalam
Mas bram melihat-lihat sekeliling apartemen dinda
" duduk mas, mau minum apa"
"kopi ada.."
"ada.. Sebentar ya.. Kalau mau istirahat bisa di kamar pojok sana, itu kamar aku"
"nanti ajah, gampang"
Dinda sibuk membuatkan kopi untuk mas bram
Setelah selesai. Membuatkan kopi dinda langsung memberikannya kepada mas bram
"maaf ya kalau apartemen nya berantakan"
"aah enggak apa-apa, kamu sudah lama tinggal di sini"
"setelah papa meninggal saja.."
"udah setahun dong kalau begitu"
"iyaaa.."
Mas bram tambah minder dengan dinda, padahal dinda sama sekali tidak ada maksud pamer!
Tetap saja sebagai laki-laki mas bram punya gengsi tersendiri...
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like, vote and coment