
Pagi hari nya H-1 sebelum brangkat ke papua
"sayang.. Bangun!" brama membangunkan dinda yang masih tertidur, kelelahan
"ehmm iya mas..! Mas udah mau berangkat"
"iyaa.. Udah kamu lanjut tidur ajah.."
"eehmm sarapan sama kopi nya belum aku buat"
"udah enggka apa-apa.. Aku bisa buat sendiri"
Dinda bangun dari tidur nya, ia mencoba duduk..
Brama yang melihat dinda tidak memakai baju sehelai pun langsung spontan menutupinya dengan selimut
Dinda tersenyum, ia mengerti suami nya tidak bisa tahan kalau lihat ia tidak memakai baju
"heheheh kanapa mas..! Takut mau lagi ya?" ledek dinda
"eehmm iya.. Nanti aku enggak berangkat kerja lagi!"
"ehmm ya enggak apa-apa!"
"enak ajah.. Sekarang mau rapat sama persiapan keberangkatan besok"
Dinda hanya tersenyum manis sambil memakai pakaian dalam nya dan baju..
Dan langsung menuju dapur untuk membuatkan kopi dan sarapan untuk mas bram..
Brama mendekati dinda di ruang makan
"kopi nya mas..."
"ehmm..."
"pulang jam berapa mas.."
"ehmmm kaya nya sore deeeh.."
"jangan lama-lama...!!" dinda mendekat dan duduk di pangkuan mas bram..
Brama hanya tersenyum, melihat gerak gerik dinda yang manja
"kalau kamu kaya gini ajah.. Aku kapan berangkat nya iniih.."
Dinda tersenyum manja..
Ia pun bangun dari pangkuan mas bram..
"aku berangkat yaaa.." brama mencium kening dinda..
"iyaaa.. Hati-hati ya jangan malam-malam pulang nyaaa.."
"iyaa.."
Brama pun berangkat kerja..
Dinda langsung mandi dan bersih-bersih
Setelah itu.. Dinda pergi belanja bahan makanan..
Tanpa di sengaja ia bertemu dengan andri.
"dindaa.." andri menyapa dinda
"oowh hai ndri.."
"sama siapa?"
"sendiri ajah.. Lo sama siapa?"
"sendirian juga.."
Mereka hanya mengobrol sebentar...
Andri terlihat biasa saja kepada dinda, tidak ada gerak gerik kalau ia mempunyai rasa kepada dinda..
"aah gw ny ajah kali yang ke GeeR an!!" gumam dinda dalam hati..
Sehabis belanja kebutuhan dapur dinda pun pulang ke rumah..
Sesampai nya di rumah.., dinda langsung memasak untuk makan malam dengan mas bram
Sekitar jam 5 sore.. Mas bram pun datang
"wa'allaikum salam.."
"aku mandi dulu yaa.."
Dinda pun menyiapkan kan baju untuk brama..
Setelah brama selesai mandi
"kamu masak apa?"
"masak sayur lodeh.. Sama tempe bacem"
"makin lama kamu makin pinter ajah masak.."
"belajar sama bi juju.."
Brama sudah tak sabar menyantap masakkan istrinya..
Ketika sedang asik makan..
Dinda terlihat tertunduk..
"kamu kenapa.."
Dinda tidak menjawab
"sayang kalau kamu gitu ajah nanti malah aku nya yang enggak tega ninggalin kamu nya"
"aku tuh mikirin kamu.. Nanti kamu di sana makan pakai apa..!"
"iihh kamu tuh hehehehhe! Ya makan nasi laah.. Pasti dapat makan din.. Masa iya aku kelaparan"
"hadeehh pikiran aku udah kemana-mana ajah mas..."
Brama tersenyum.. " percaya sama aku.. Aku bakalan pulang dengan selamat"
"iya aku percaya mas.. Percaya banget malah..!tapi kaannn... Aahh entah laah" tangis dinda makin tak terbendung..
Brama hanya terdiam.. Melihat istrinya nangis terus menerus..
"kok kamu diem ajah seh.."
"habis aku bingung din.. Aku harus bagaimana..? Kamu bikin aku ikutan galau juga.."
Dinda terdiam, ia mengusapkan air mata nya..
"aku ngeyakinin kamu udah.. Ngejelasin udah.. Terus aku harus bagaimana lagi"
Dinda menatap brama..
"kan udah di jelasin duluu.. Kalau nikah sama tentara ya gini.. Harus siap di tinggal-tinggal"
Dinda tidak bicara sepatah kata pun.. Ia langsung masuk ke kamar..
Brama pun mengejar nya
"kamu mah aneh mas.. Istri nya khawatir malah bilang begitu.."
"iyaa boleh kamu khawatir.. Tapi enggak berlebihan seperti ini din.. MasyaALLAH dinda"
Dinda hanya diam.. Tidak menjawab..
"yang penting kamu tenang di rumah, doain mas biar di sana selamet sampe pulang.." kata brama sambil memeluk dinda..
Dekapan hangat brama memang selalu bikin tenang dinda.. Dadanya yang bidang memang enak buat bersandar..
Hangat..
Makin hari rasa cinta dinda begitu besar kepada brama.. Yang tadi nya ia tidak saling kenal.. Sekarang malah makin cinta..
Dulu saling benci sekarang di tinggal sebentar pun rindu nya bukan main..
.
.
.
❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like, vote and coment