Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 12



Dinda tertidur di kasur


Brama masuk ke kamar dinda dan melihat dinda sudah tidur pulas...


Brama merasa aneh, ia tidak mau menyentuh dinda jiga dinda tidak mengizinkan..


Akhirnya brama tidur di bawah kasur dengan beralaskan selimut dan 1 bantal


Tengah malem sekitar pukul 3 dini hari, dinda terbangun, kaget..


"brama tidur dimana yaaa.. Kok enggak ada" gerrutunya..


Pas ia menengok ke bawah ternyata mas bram tidur di bawah..


Dinda tidak mau membangunkannya..


"begini nih kalo nikah tanpa ada rasa cinta, ujung-ujung nya masing-masing! Ehmmm mungkin dia enggak mau satu ranjang sama aku" gumam nya dalam hati


Pagi hari nya.. Mas bram bangun subuh dan langsung lari pagi dengan dipo


Sedangkan dinda masih asik tidur...


Alarm dari ponsel dinda pun berbunyi.. Membangunkan dinda yang sedang terlelap..


"ehmmm... Hadeeehhh badan kuuuu! Ya ALLAH capek banget.." gerrutunya


Ia menoleh mencari - cari mas bram.. Sudah tidak ada di kamar..


"kemana yaa mas bram.. Kabur kali ya.." katanya dalam hati


Dinda pun langsung turun ke meja makan..


"sepi pada kemana bi"


"non dian belum bangun, nyonya tadi bangun sebentar terus masuk lagi ke kamar.. Den dipo sama suami mba dinda tadi keluar, lari pagi katanya"


"ehmm lari pagi.. Keren euy itu lelaki dua.."


"non dinda enggk ikut lari..."


"enggak ah.. Males, masih capek"


Dinda hanya duduk menunggu mas bram datang..


Tak lama kemudian mas bram dan dipo datang..


"kamu baru bangun"


"iya.. Lari kemana gitu"


"keliling komplek ajah.."


"mau makan??"


"nanti ajah, aku mau mandi dulu"


Mas bram masuk ke kamar dinda di ikuti oleh dinda


"ehmm mau pakai baju yang mana?"


"enggak usah aku bisa sendiri kok.."


Dinda terdiam, ia hanya duduk dikasur menunggu mas bram selesai mandi


Setelah mas bram selesai mandi


"kamu mandi sana.. Nanti kita ke rumah bapak!"


"nginep mas di sana"


"iya.."


"ok deh kalau begitu"


Dinda pun langsung bergegas mandi dan dandan..


Setelah selesai, dinda langsung keluar menuju ruang tv


Disana mas bram dan dipo asik main playstation..


"de.. Kamu kapan balik ke Magelang" tanya dinda


"sore ini mba.." jawab dipo sambil asik main


"soreee.. Sama siapa!"


"siapa ajah yang mau nganter.."


"ngacooo kamu, serius iniiih"


"hehehhe sama mas prapto, mba dian"


"mba dian?? Tumben mau nganter"


"ada meeting dia di yogya, jadi sekalian"


"ooowh... Maaf ya de, mba enggak bisa nganter"


"enggak apa-apa iihh.. Kapan-kapan nganter aku ya mas, buat nostalgia"


"siiiaappp..." jawab mas bram


Mereka pun tertawa bersama, seperti sudah kenal lama..


Dinda masuk ke kamar mama..


"maaa.. Mama"


"iya sayang, ehmm mama capek banget jadinya tiduran ajah di kamar.."


"aku ke rumah orang tua mas bram dulu ya.. Teruuss besok kaya nya aku langsung ke rumah dinas nya mas bram"


"iya maa.. Maafin dinda ya, ninggalin mama"


"enggak apa-apa sayang, sekarang kamu tuh udah menjadi istri, berbakti lah sama suami,! Surga nya istri tuh ada sama suami.. Ingat jangan membangkang! Mama yakin mas bram itu orang yang baik buat kamu, pilihan papa kamu, hadiah buat kamu"


Tak terasa dinda menitikkan air mata..


Mama mengusap air mata dinda


"dinda kangen sama papa maaa!"


"iyaa mama tauuu, tauuu banget, kesayangan papa ya kamu! Neeh papa udah ngasih hadiah suami yang baik buat kamu! Ingat jangan kecewain keluarga.."


"iya maaa.. Akan aku jaga nama baik keluarga aku, mulai sekarang aku akan belajar jadi istri yang baik"


"iya sayang..!panggil mas bram ke sini.. Mama sakit kaki nya"


Dinda keluar dari kamar mama dan memanggil mas bram


"mas.. Di panggil mama.."


Tanpa berkata apapun mas bram langsung ke kamar mama di ikuti dinda..


"iya maa.. Mama sakit??"


"biasa.. Kaki mama, ntar juga sembuh! Kamu mau ke rumah bapak"


"iya ma, rencana besok langsung ke rumah dinas"


"iyaaa enggak apa-apa, satu pesan mama jaga dinda ya, kasih tau kalau dinda salah, jangan KDRT ya, usahakan bicara baik-baik, pecahkan masalah kalian berdua jangan sampai orang tua atau orang lain tau..!mama tau kalian belum saling kenal, bisa di bilang bener-bener buta tapi mama yakin dengan berjalannya waktu kalian akan saling memahami"


"iya maa, aku akan menjaga dinda dengan baik" ucap mas bram yakin


Setelah mereka berdua berpamitan dengan orang rumah, dinda dan brama langsung pergi ke rumah orang tua brama..


"pakai mobil aku ajah..mobil kamu di rumah bapak kan"


"ehmm iya.."


Di perjalanan entah kenapa dinda begitu berat meninggalkan mama.. Padahal selama ini ia tinggal di apartemen, kali ini benar-benar berbeda


"ehmmm... Aku boleh manggil kamu mas atau mau di panggil yang lain"


"mas ajah..!" jawab brama singkat


"ok.."


"aku manggil kamu, apa ya"


"terserah.. Tapi aku lebih seneng panggil nama ajah dulu.."


"din.. Udin.. Didin" brama becanda


Dinda tidak menjawab, hanya diam..


"terserah lah,.. Mau panggil apa.. Enggk penting juga.." gumam nya dalam hati


Sesampai nya di rumah orang tua brama..


"assalamu'allaikum"


"wa'allaikum salam..." sambut bapak dan ibu


"ehmmm mantu ibu dateng.." kata ibu senang


Dinda dan brama langsung mencium tangan bapak dan ibu


"sudah pada makan..?" tanya bapak


"sudah pak..."


"makan dulu yuk.. Ibu masak kesukaan mas bram, sayur lodeh"


"waduhh kedengeran jadi bikin lapar" ucap brama


Brama dan dinda pun makan bersama..


Padahal tadi dinda dan brama sudah sarapan


Setelah selesai makan, dinda langsung beres alat makan dan cuci piring..


Di dapur


"sudah dinda.. Biarin ajah"


"iih enggak bu, cuma cuci piring kok! Citra kemana bu"


"citra ada kerjaa. Mendadak.."


"hari libur.."


"biasa kalau di bank yaaa gitu..maka dia mau berhenti kalau sudah menikah nanti"


"kapan nikah nya bu"


"tahun depan kaya nya, tahun sekarang kan udah mas nya, satu-satu duluu"


"ehmm iyaaa.."


Dinda langsung akrab dengan ibu mertua nya, ia berusaha untuk beradaptasi dengan keluarga baru nya


.


.


.


❤️❤️❤️❤️😘


Jangan lupa like, vote and coment