Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 16



Mas bram terus bolak balik enggak jelas, dinda pun bingung dengan kelakuan mas bram


"mas kamu laper lagi" tanya dinda


"ehhmm lumayan!"


"mau aku bikinin mie ato nasi goreng"


"mie instan ada.." kata mas bram sambil membuka lemari di dapur


Dinda mendekat


"sebelah sini mas" dinda menunjukkan tempat mie


Mas bram mengambil nya dua


"besok kamu kerja mas.."


"iyaaa"


"baju dinas kamu mana.. Sini aku rapihin"


"iihh koper nya di mobil"


"ya udah ambil dulu sana, sini mie nya aku masakkin"


Mas bram langsung turun ke parkiran mengambil koper nya..


Dengan cepat ia langsung kembali


"wiihh. Cepet banget ngambil nya" kata dinda


"ngapain lama-lama, taro dimana ya?"


"di kamar sebelahnya mas, tempat baju mah.."


Brama membuka kamar yang di tunjuk dinda


Betapa kaget nya brama melihat penampakan kamar itu..


Baju tertata rapih ada lemari baju, lemari tas, lemari sepatu dan satu lagi lemari perhiasan dan jam tangan


Selama ini brama hanya melihat nya di drama-drama yang suka di tonton citra tapi ini nyata..


Ia bingung sebenarnya, dinda tuh dulu kerja apa..


"dia tuh dulu kerja apa ya, masa iya simpanan om.. Om..!! Gini niih kalau enggak kenal saat nikah! Gumam brama dalam hati


Dinda mendekati ruangan pakaiannya.. Ia mengintip mas bram, yang sedang membereskan baju nya..


" mas, mau aku bantu"


Mas bram menoleh..


Dinda mendekat "baju dinas buat besok mana?sini aku setrika"


Mas bram memberikan baju PDL nya kepada dinda, dinda pun langsung menyetrika baju itu.


Dengan telaten dinda menyetrikanya


"mie kamu sudah mateng tuh.. Nanti ngembang enggak enak" kata dinda sambil fokus nyetrika


Brama pun menuju dapur dan memakan mie buatan dinda..


"din.. Dinda" panggil mas brama


"iya sebentar mas, tanggung" teriak dinda


Dinda membereskan setrikaannya dan langsung mendekati brama di dapur..


"iya kenapa mas??"


"kamu enggak makan.."


"ehmmm kirain mah apa..! Enggak mas, aku enggk pernah makan malam"


"ehmm berarti ini aku habisin ya"


"iya, itu masang pangkat kamu gimana ya? Banyak banget pernak perniknya aku enggak ngerti masang nya"


Setelah selesai makan, brama mengajar kan memasang beberapa pernak pernik di baju dinas nya..


Dinda memperhatikan nya dengan serius


"udah gitu, rapihkan" kata brama


"iyaaa rapih.. Nanti aku coba pasang, kalau salah kasih tau ya.."


Brama tersenyum ke arah dinda.. "iya"


Brama langsung keluar ke ruang tv.. Di ikuti dinda..


"din.. Aku mau nanya sama kamu"


Dinda mendekat "iya nanya apa mas??"


"ehmm kan kita belum saling kenal banget, kalau kamu kan udah tau pekerjaan aku apa, aku di bagian mana! Sekarang aku mau tanya kamu dulu kerja apa, enggak apa-apa terbuka saja sama aku! Toh kita udah menikah ini"


Dinda terdiam...


"din..!!enggak apa-apa"


"aku dulu tuh kerja sebagai model mas, ehmm peragawati.. Terus suka di kontrak untuk iklan-iklan, ya iklan kecil-kecil lah.. Kadang model untuk produk baju atau perancang terkenal"


"kamu model! Model majalah juga"


"iya majalah fashion, majalah wanita, kalau majalah dewasa pernah beberapa kali"


Brama membayangkan dinda selama ini kerja tubuh nya di perlihatkan ke orang banyak, pantas muka nya tidak asing, mungkin dia pernah melihat nya di majalah dewasa..


"kenapa, kamu nyesel baru tahu aku"


"enggak.." muka brama kembali berubah, berubah dengan tatapan agak marah


Dinda makin mendekat duduk nya


"aku kan udah jujur mas.. Dulu ya aku kerja seperti itu, sekarang mah udah enggak.. Kan aku udah jadi istri tentara"


"kamu dulu pernah tidur dengan siapa ajah"


Lagi-lagi brama menanyakan hal yang menyinggung perasaan dinda


"tidur..?? Maksudnya mas??"


"tidur sama laki-laki sebelum nikah"


Muka dinda berubah kesal


"kan aku udah bilang mas, enggak sembarangan yang masuk ke sini tuh! Aku bukan wanita yang mas kira ya, walaupun aku model! Enggak semua model itu seperti yang mas bayangkan.."


Brama terdiam


"malah aku justru mau tanya, kenapa kamu enggak nikah-nikah, kenapa harus di jodohin! Kamu pasti punya pacar kan!"


"kok kamu jadi kemana-mana seh ngomong nya!"


"ya habis kamu nanya nya gitu ajah, aku pernah masukkin cowok apa enggk ke sini, udah tidur sama laki-laki lain lah, jangan-jangan di otak kamu, juga nyangka ny aku simpanan om-om senang!!"


Brama marah menatap dinda


"aku enggk seburuk yang mas bayangin! Pikiran mas terlalu kotor tentang aku..!!"


Brama benar-benar tidak bisa berkata apa-apa..


Hati dinda benar-benar sakit dengan segala tuduhan brama kepada nya..


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like, vote and coment