Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 53



" Ndan bram di panggil pimpinan"


Brama terkejut.. "ya.."


" di panggil.. Pak widodo..." bisik ario


"oowh iya..."


"masih pagi bengong ajah loh" ledek ario


Brama tersenyum sambil memukul pelan pundak ario


Brama pun ke ruang pimpinan pendidikan


Laaamaaa ia menghadap pimpinan


Setelah selesai.. Brama kembali ke ruangan


"kenapa bro.."


"biasa persiapan buat pendidikan bulan depan"


" lu jadi pemimpin pelatihannya"


"iyaa..."


"mantaabb... Kerjakan"


" hehheheheeh... Asisten aku kamu ya io"


"jangan iihh aku pelatih ajah.. Asistennya dia atas aku ajah"


"ehmmm... Yo wiss"


"besok taruna akmil yang ke sini"


"iyaa.. Campur sih.. Ama secaba juga"


"tapi aku di suruh pegang taruna akmil nya"


"mantabb..semangadh"


"baru masuk tugas nya udah lumayan berat"


Setelah berbincang dengan rekan yang lain, mengatur strategi pengajaran dan pelatihan..


Brama dan arios pergi ke kantin kantor..


Sekedar ngopi dengan rekan-rekan yang lain..


Ketika sedang asik ngopi dan ngobrol..


Ada seseorang wanita yang mencari brama..


Ario menepuk pundak brama "bro...lihat dech.. Siapa yang dateng tuh"


Brama menoleh sambil menyipitkan mata nya..


Betapa terkejutnya ia, erika datang mencari dirinya


"aiiihhh... Di samperin loh.." lata ario


"gilaa bener emang neeh cewek, enggak ada kerjaan lain gitu"


"entah laahh.. Urus tuh..! Jangan sampe rekan yang lain lihat.. Enggak enak.. Lo anak baru di sini"


"kacau banget emang! Males aku berhubungan sama dia"


"beresin.. Bikin dia enggk dateng ke sini!! Gila lo ya"


"ehmmm..."


Brama mendekati erika..


"tuh komandan nya" tunjuk erika ke brama..


Brama langsung menarik tangannya dan di masukkannya ke mobil


"aduuuhhh pelan dong pak! Kasar banget" kata erika sambil mengelus-ngelus tangannya yang habis di genggam oleh brama


"kamu ngapain ke sini"


"nyamperin kamu"


"gila kamu yaa.. Ini tuh tempat pendidikan..."


"terus..."


" udah jangan ganggu saya lagi.. Saya sudah punya istri punya anak..!"


"aku enggak peduli"


"kalau memang kamu mau nikah sama tentara, junior ku banyak.. Yang perwira nanti aku comblangin"


"enggak mau.. Aku mau nya bapak"


"enggak bisa..! Kamu tuh masih muda.. Masih panjang perjalanan kamu.. Cowok yang seumuran kamu banyak"


" dengerin yaa.. Saya enggk mau adu argument sama kamu! Yang pasti saya enggak mau.. Lihat kamu di tempat kerja saya.. Kamu nyari-nyari saya..! Saya punya istri dan anak..!udah mending kamu pergi..!apa kamu enggak malu"


"ok...aku pergi.. Tapi aku minta nomor handphone bapak..! Aku janji aku pergi.."


"buat apa nomor handphone saya?"


"ya udah kalau enggka mau ngasih.. Saya enggk mau pergi"


Dengan muka kesal.. Brama memberikan nomor handphone nya


"jangan boong" erika mencoba nomor itu.. Ternyata benar itu nomor brama


"aku manggil mas ya! Mas bram makasih" sambil mengecup pipi brama dengan cepat


Brama terdiam ia terkejut..


Erika pun turun dari mobil brama, sambil senyum-senyum sendiri..


"gila bener cewek zaman sekarang tuh! Maenannya om-om" gerrutu brama..


Setelah erika pergi brama pun mendatangi ario di kantin


"gimana.. Udah lo usir"


"udah.."


"siipp.. Baguus.. Bagus"


"ehmmm..."


#dengan dinda


Dinda sedang menelpon ibu mertua nya


"besok ibu, bapak sama citra mau ke sana yaaa.. Nganter si cantik neeh"


"iya bu.. Di tunggu yaaa"


"ya sudah.. Sampe ketemu besok ya"


"iya buu hati-hati yaaa..."


Telpon pun di tutup


Dinda masih sibuk membereskan sisa-sisa perabot yang belum ia masukkan ke lemari..


Dan ia menemukan foto pernikahan ia dan brama..


"ini 8 tahun yang lalu..! Belum kenal satu sama lain.. Belum paham sifat masing-masing! Dan sekarang betapa aku mencintaimu mas..!brama wicaksono" kata dinda dalam hari sambil mengusap foto pernikahan itu


Sore hari nya.. Brama pulang


"assalamu'allaikum..."


"wa'allaikum salam..udah pulang mas"


"aku bersih-bersih dulu ya..."


"mau di bikinin teh apa kopi"


"teh ajah.."


Brama pun pergi mandi..


Kebetulan kamar mereka ada kamar mandi nya..


Setelah selesai mandi..


" teh nya di meja ya mas!"


"iyaa.. Sepi ya enggak ada gendis.. Kangen"


"hehhehehe. Besok di anterin sama ibu ke sini"


"mau pada ke sini..."


"iyaaa..."


Brama memeluk dinda..


"berarti kita bisa mesra-mesraan duluuu neehh"


"hehheheheh... Kamu tuh mas..! Geli iihh


Brama terus menciumi dinda...


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like vote and coment