
Esok harinya bapak, ibu dan citra pulang ke jakarta..
Tinggalah brama dinda gendis dan bi juju di rumah..
Brama seperti biasa langsung mengajak gendis main..
Sedangkan dinda.. Beres- beres rumah dngan bi juju...
" mama.. Mamam.." kata gendus
"mau makan iyaaa... Kita bilang mama ya" brama pun menggendong gendis mendekati dinda di dapur..
"sayang.. Sayang.. Gendis mau makan neeh"
"ehmm iyaaa... Sebentar.. Nanti di ambilin" jawab dinda
Dinda pun mengambilkan gendis makan..
" duduk di meja makan yaa...! Mama suapin"
Dinda dengan telaten menyuapi gendis..
Dengan lahap gendis pun menghabisi makanannya..
Setelah selesai makan.. Gendis kembali bermain.. Karena sudah masuk jam istirahat nya..
Gendis pun tertidur di gendongan brama..
"ehmm.. Bobo ini si cantik" kata brama
"sini pak.. Biar sama saya.."kata bi juju
" bawa ke kamar ya bi"
Gendis pun di bawa ke kamar nya oleh bi juju..
Brama pun mendekati dinda yang sedang asik membereskan baju di kamar nya..
"sayang.. Diem ajah.."
Dinda hanya menoleh ke arah brama
"din.. Masih sakit kepalanya"
"udah enggak.."
"kamu kenapa seh.. Diem ajah.. Marah sama aku, di tinggal - tinggal ajah.."
"biasa ajjah"
"ehmmmm..." brama memeluk dindaa dari belakang
"apaan seh..gerah tahu"
Brama melepaskan pelukkannya.."kamu kenapa seehh"
"enggak apa-apa.."
"kalau kesel sama aku bilang jangan diem ajah begitu"
Dinda tidak menjawab
"ehmmm... Pengen jalan-jalan?"
"enggak.. Males"
"ya sudah lahh terserah"
Brama meninggalkan dinda di kamar..
Dinda pun meletakkan baju nya dan tertunduk lemas menahan amarah...
Ketika sedang asik nonton tv.. Handphone brama berbunyi lagi.. Karena handphone di dalam kamar.. Dinda menengok, ia ingin tahu siapa yang menelpon brama..
Lagi-lagi nomor yang ia tidak kenal..
Di angkat nya oleh dinda
"mas.. Ketemuan yuk"
Dinda tidak menjawab
"di tempat biasa.."
Dinda hanya terdiam..
"ehmm kok enggak di jawab.. Aku tunggu jam 4 ya.. Di belakang hotel patrajasa.."
Telpon pun di tutup..
Dengan cepat ia menyimpan nomor telpon nya ke hp nya..
Dinda pun melihat jam.. Ternyata sudah jam 3 sore.. Dengan cepat ia berdandan
Setelah selesai dandan..
" aku mau keluar sebentar.. "
" ehmm.. Hati-hati bawa mobilnya"
Dinda pun langsung melaju ke. Tempat yang biasa brama bertemu dengan erika..
Ia menuju belakang hotel patrajasa..
Dinda memarkirkan mobil nya di dekat hotel
Ia pun berjalan mencari-cari wanita itu..
Ada sebuah cafe, di pinggir jalan pas belakang hotel itu.. Dan ada seorang wanita dengan pakaian yang tidak begitu mencolok.. Tetapi seperti menunggu seseorang..
Dinda mencoba miscall handphone nya..
Daaaannn ternyata benar.. Itu wanitta yang menghubungi brama selama ini..
Cepat-cepat ia menutup ponsel nya dan menghampiri wanita itu
Dinda tetap santai,ia tidak terlihat seperti ingin Melabrak nya..
"permisi.." kata dinda..
"iyaa.. Siapa yaa"
"ehmm boleh saya duduk di sini.."
"oowwh silahkan.."
Dinda duduk di hadapan wanitta itu
"boleh saya kenal nama mba siapa"
"erika.. Ehm mba siapa"
"dinda.."
"oowh ada perlu apa ya.."
"ehmm gini kita ngobrol ajah dulu ya.. Mba kenal sama yang nama nya brama"
"oowh hehehe.. Kenapa kamu istrinya"
Dinda tersenyum
"apa saya salah suka sama suami anda"
"suka seh enggak salah.. Cuma kalo tahap menggodanya itu yang salah"
Erika menyeruput kopi nya
" kenapa harus suami saya ya.. Banyak loh laki-laki single di luar an sana"
" saya sreg nya sama suami anda"
"ehmm segala sesuatu yang di dapat dari hasil rampasan. Itu nanti nya tidak akan bertahan lama..! Dan yang nama nya pelakor itu tidak ada akan hidup tenang"
"heheheheh kamu ngancem aku.."
"ehmm bisa jadi.. Tapi ini baru permulaan kalo sampe kamu nghubungin suami saya lagi.. Saya enggak segan-segan melakukan hal yang jauh dari ini"
Erika terdiam
Dinda pun pergi meninggalkan erika..
Dengan cepat ia. Menuju ke mobil nya..
Di dalam mobil, dinda berteriak sekencang-kencangnya.. Sambil memukul-mukul stir mobil nya..
Hatinya remuk redam.. Hancuuurrr.. Ia merasa di khianati oleh brama..
"kok kamu tega sehh mas... Aku berusaha selama ini untuk jadi istri yang baik, tapi kenapa kamu begitu mas!!" gumam dinda
Sekejap langit menjadi mendung.. Dan tak lama turun hujan..
Dinda dengan hati yang sakit.. Mencoba untuk tenang melaju kan mobilnya..
Rasa gundah nya benar-benar tidak bisa hilang..
Marah, benci, kecewa, jijik jadi satu..
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jang lupa like vote and cooment