
Brama mengompres kening dinda dengan hati -hati..
"sakit enggak"
"sedikit.. Nyutnyutan gitu..."
"nanti minum obat ya"
Dinda mengangguk..
Sehabis mengompres kening dinda..
Brama langsung mengambilkan obat pusing untuk dinda..
"niih obat nya.. Di minum..."
Dinda pun meminum obat dari brama.. Setelah minum obat ia langsung merebahkan dirinya...
Di ikuti oleh brama..
"besok... Jgn lupa mas ketemu dokter abdullah"
"iya.."
Dinda tersenyum sambil menatap mesra brama..
Sedangkan brama sedang asik nonton bola..
"din.. Kok kamu enggk nanya ke aku! Ada apa?"
"nanya apa?"
"yaa kenapa aku begini.."
"buat apa aku nanya mas! Aku enggak mau dengan aku bertanya malah kamu nya tambah beban, maka nya aku diem ajah..!"
Brama menatap dinda
"aku nunggu kamu siap cerita, kalau kamu enggak siap.. Ya aku bakalan diam ajah..! Kesembuhan mas tuh yang terpenting buat aku saat ini.."
Brama mencium kening dinda..
Brama merasa beruntung mempunyai istri seperti dinda.. Sungguh di luar dugaannya ternyata dinda orang yang sangat pengertian
" mas... Kamu enggak kangen sama aku.. "
" kangen banget, kenapa?? "
" ehmm.. Enggak apa-apa nanya ajah.."
Brama tersenyum...
"maaf yaa....."
Belum juga menyelesaikan omongannya..
Dinda langsung menutup mulut brama dengan bibir nya...
"ehmmmm..... Mmmuuuuccchhh"
Brama memejamkan mata nya seakan menikmati ciuman dari dinda..
Dinda sedikit ******* nya dan di balas ******* oleh brama..
Ketika sedang asik menikmatinya dinda melepaskan ciumannya..
"udah... Bobo yuk"
Brama hanya terdiam.. Merasa TANGGUNG
"ya enggak bisa gitu dong.. Gini doang"
"iyaaa habis mau gimana lagiiii... Kamu belum pulih banget..! Jadi harus banyak istirahat"
Kata dinda sambil menutup diri nya dengan selimut..
Brama hanya tersenyum melihat tingkah istri nya..
Mereka pun tertidur berdua...
Tengah malam... Tiba-tiba brama berlari ke kamar mandi, seperti kebelet buang air kecil..
Sesudah dari kamar mandi..
Brama mendekati dinda yang sedang tertidur pulas..
Brama membuka baju dinda perlahan
Dinda pun tersadar..
"ehmm mas...!" dinda tersenyum
"yang tadi tanggung.. Din..! Malah bikin aku pusing ajah"
Dinda mencium bibir brama..
Tangan brama meraba punggung dinda dan melepaskan B* dinda
Tangannya meraba ke bagian pay***a dinda..
Kali ini brama begitu menggebu-gebu, mungkin karena sudah lama tidak merasakan bercinta dengan dinda
Kali ini sehabis melakukannya mis v dinda agak perih..
"kenapa din.. Sakit"
"iyaaa... Mungkin udah lama kali ya"
"enggak juga..!"
"tapi kamu menikmatinya enggak din"
Dinda menaruh dagunya di dada brama yang bidang... Sambil menatap hangat brama
"kamu menikmati nya enggak" kata dinda manja
"di tanya malah balik nanya! Kalau enggak menikmati nya ngapain aku minta lagi minta lagi"
Dinda tertawa.. "iya juga yaaaa".
"kamu belum jawab?"
"ehmmm menikmati lahh...!cuma hari ini ajah agak perih"
"ehmmm...besok-besok enggak aku bikin perih lagi.."
Dinda tersenyum sambil memeluk brama, ia bahagia melihat brama sedikit lebih pulih.. Walaupun terkadang suka ada melamunnya
Keesokan pagi nya..
Dinda bangun seperti biasa.. Ia masak untuk sarapan..
Setelah selesai ia pergi ke kamar untuk membangunkan brama..
Terlihat brama masih tertidur pulas..
"mas.. Mas.. Bangun..."
"ehmm iyaaa... Sebentar lagi yaaa..."
"ya udah aku mandi duluan ya.."
"iya..."
Brama melanjutkan tidur nya dan dinda pergi mandi..
Selesai mandi.. Dinda masih melihat brama tidur..
"maaassss... Mas..."
"iya din... Kamu udah selesai mandi"
"udaaah.. Mandi sana.."
Dengan berat brama bangun dari tidurnya dan mandi...
Setelah brama selesai
"din.. Kamu udah dapet alamat dokter Abdullah"
"udah nih tadi pagi ibu ngirim alamat nya"
"ooowh.. Kita berangkat habis dzuhur ajah ya.. Aku mau jalan-jalan dulu.."
"ehmm iyaaa...! Hayu sarapan dulu.."
Brama dan dinda keluar kamar, mereka langsung ke meja makan..
Setelah selesai sarapan..
Mas bram langsung memanaskan mobil nya..
Dinda beres-beres kamar nya..
Siang hari nya..
Sehabis sholat dzuhur dinda dan brama.. Langsung berangkat ke tempat dokter abdullah..
Tetapi sebelumnya mereka berdua pergi jalan-jalan dulu..
"mau kemana ini.. Mas"
"ke taman kota ajah.. Atau mau ke mall.. Kamu mau belanja enggak"
"belanja.. Belanja apa??"
"terserah.. Udah lama kan kamu enggk belanja"
"ehmm..."
"lihat-lihat ajah dulu..."
Dinda tersenyum...
Memang dinda sudah lama sekali tidak belanja barang kesukaan dia tas, baju..
Semua di ke sampingkan karena ia merasa.. Barang-barang yang dulu sewaktu masih lajang, itu masih layak dan bagus..
Sekarang ia hanya fokus untuk mengurus keperluan suami nya.. Tidak lebih dari itu..
Karena dinda sudah terlalu puas oleh masa mudda nya dulu
.
.
.
.
. ❤️❤️❤️❤️❤️
Jang lupa like vote and coment