
Setelah selesai makan, brama langsung ke ruang depan menemani bapak..
"besok kamu sudah ke rumah dinas"
"iya pak.. Sebelum punya rumah sendiri, di rumah dinas dulu ajah, biar mandiri"
"iyaa enggak apa-apa, dulu juga bapak begitu..!"
Ketika sedang asik ngobrol, tiba-tiba ada yang datang dari dealer mobil..
"assalamu'allaikum, permisi pak! Apa benar ini rumah bapak subagyo"
"benar, ada perlu apa ya mas" tanya brama
"ini bapak 1 minggu yang lalu ada pembelian 1 unit.."
Brama mendekati bapak..kebingungan
"hehheheheh, mas iwan ya.." tanya bapak sambil mendekati sales mobil itu
"iya pak,.. Wah apa kabar pak??"
"baik.. Udah ada yang saya mau"
"ada pak.. Silahkan di cek..tapi sebentar saya turunin dulu"
Brama berbisik ke bapak.. "bapak beli mobil, lagi buat siapa"
"buat mantu bapak.. Heheheheheh"
Brama tambah bingung
1 unit mobil for*** di turunkan..
"benar ini yang saya mau.. Terima kasih.."
"tolong tanda tangan serah terimanya pak"
"panggil dinda.." kata bapak sambil menandatangani serah terima mobil
Brama memanggil dinda di dapur..
"sayang..." panggil brama..
Dinda terdiam.. Ia bingung..
Ibu sudah senyum-senyum melihat kelakuan mas bram
Brama mendekati dinda..
"sayang..." kali ini lebih keras
"hah.. Iya mas.."
"di panggil bapak.."
"oowh iya.."
Dinda langsung menemui bapak di teras depan rumah
🙄🙄🙄"enggak salah ya gw denger mas bram manggil gw sayang.." gumam dinda dalam hati
Sesampinya dinda di teras rumah.. Ia bingung sebenarnya ada apa..
"pak.. Dinda tuh."
"dinda.. Sini! Gini Jadi dulu bapak sama papa kamu punya hajat, jika benar anak kami menikah bapak mau belikan mobil untuk hadiah pernikahan kalian.. Alhamdulillah atas izin ALLAH bapak ada rezeky dan kesampean lah beli hadiah ini untuk kalian.."
Dinda terdiam, ia syok dengan hadiah yang di berikan oleh bapak mertua nya sebagai hadiah pernikahan..
" di terima ya dinda dan mas bram, semoga bermanfaat untuk kalian" kata bapak sambil memberikan kunci mobil kepada dinda
"tapiii pak.. Ini apa tidak berlebihan".
"tentu tidak, sudah terima saja! Bapak tuh. Patungan sama almarhum papa kamu buat beli hadiah ini.."
Mendengar itu dinda menangis, ia tidak menyangka papa nya mempersiapkan ini semua untuk nya..
Mas bram yang melihat itu mencoba merangkul dinda...
"papa.."
"dinda.. Kan ada aku.. Ada bapak" mas bram mencoba menenangkan dinda..
Dinda di tuntun oleh mas bram untuk duduk di kursi..
Ibu datang membawakan minum untuk dinda
"minum dulu.." kata mas bram
Dinda akhirnya tenang..
"bapak.. Makasih banyak yaaa.. Udah baik banget sama dinda, udah repot-repot belikan hadiah.."
"iya sama-sama.. Di pakai ya kalau kalian pergi berdua.."
"iya pak, pasti.."
Sore hari nya citra pulang dari kantor
"bu.. Itu mobil siapa?"
"mobil mba dinda.."
"lagi di kamar.. Ssssttt jangan berisik"
Citra mengangguk sambil pergi ke kamar nya
#di kamar brama
"mas.. Tadi kamu manggil aku sayang ya"
"aah kapan.. Salah denger kali kamu.."
"masa..!! Iya kali yaa aku salah denger.."🙄😑
Dinda tersenyum melihat brama salah tingkah..
Tiba-tiba Brama membuka baju nya..
Tentu saja dinda kaget.. "kamu mau ngapain mas" suara dinda panik
"mau mandi... Gerah.."
"buka baju nya enggak di sini juga kali, kan bisa di kamar mandi langsung"
"kenapa gitu.. Kamu kok jadi marah gt"
"ehmm atuh enggak apa-apa!"
Mas bram mendekati dinda..
"kamu deg.. Deg an lihat badan aku"
Dinda melirik sinis.. "enggak tuh"
Mas bram tersenyum ke arah dinda..
Sedangkan dinda mukanya memerah, malu
Mas bram akhirnya pergi mandi.. Sedangkan dinda hanya duduk terdiam di kamar
"YA ALLAH enggak nyangka papa segitu nya sama aku, sampai-sampai menyiapkan hadiah pernikahan untuk aku.. Papa kalau dengar ini semua makasih ya paa, dinda janji akan menjadi istri yang baik untuk mas bram" kata dinda dalam hati
Setelah mas bram selesai mandi, dinda pun gantian pergi mandi
Malam hari nya
Di meja makan
"nginep nya sampe besok kan.." tanya citra
"enggak de, besok udah masuk rumah dinas"
"hah kok cepet banget seh"
"ntar juga sering main ke sini"
Dinda hanya tersenyum manis
Setelah selesai makan, semua keluarga berkumpul di ruang tv..
Keluarga mas bram masih suka menonton tv bersama padahal di kamar masing-masing ada tv juga
"nak dinda kalau sudah mengantuk tidur duluan saja".
"oowwh iya bu, aku tidur duluan ya.."
Dinda masuk ke kamar..
Ia membaringkan badannya di kasur, ternyata kasur milik mas bram ukurannya agak kecil dari ukuran kasur di rumah ny..
Dinda sengaja tidur agak pinggir takut mas bram enggak kebagian tempat..
Dinda pun tertidur..
Tak lama kemudian mas bram masuk ke kamar..
Lagi-lagi dinda tertidur duluan..
Pelan-pelan mas bram tidur di samping dinda..
Ukuran kasur nya kecil jadi mereka benar-benar dekat
Mas bram memiringkan badannya ke arah dinda.. Ia melihat dinda yang yang sudah tertidur pulas..
Baru saja mas bram mau memejamkan mata, dinda miring ke arah mas bram sambil memeluk mas bram..
Mas bram terdiam, muka mereka saling berhadapan..
Mas bram menarik nafas dan menelan ludah nya.. Melihat dinda dengan jarak hanya 5 cm..
Mas bram memaksakan diri untuk tidur.. Tetapi sulit...
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like, vote and coment