
Dinda menatap brama...
"berarti selama ini kamu anggap aku apa? Semua usaha aku apapun itu.. Enggak akan bisa membuat kamu berfiikir kalau aku tuh benar-benar sayang sama kamu.."
"enggak gitu din.. Maafin aku"
"aku juga masih punya batasan mas!"
"iya aku ngerti.. Din.. Aku tuh cuma..??"
"cuma apa..? Pertanyaan kamu tuh seputar itu-itu ajah.. Enggk berubah" suara dinda mulai tinggi..
"aku kan cuma bertanya??din.. Apa aku salah"
"pertanyaan kamu tuh selalu di ulang terus di ulang terus mas! Aku tau kamu cemburu.. Tapi aku juga capek mas dengan segala tuduhan kamu.. Kesannya aku murahan"
"udah cukup din..! Kok kamu jadi marah-marah begini"
"aku bosan mas.. Aku jenuh sama sikap kamu yang selalu berprasangka enggak jelas!padahal aku sudah berusaha selama ini"
Brama terdiam..
"di dunia ini tak ada yang sempurna, harusnya kamu banyak-banyak bersyukur! Bukan mengatakan hal-hal masa lalu aku, yang bikin aku males jawab nya, karena terlalu sering"
"terua sekarang mau kamu apa din!!!"
Brama membentak dinda..
Mendengar suara brama menggelegar bi juju pun keluar dari kamarnya..
Bi juju melihat pertengkaran brama dan dinda
"aku enggak mau apa-apa!! Cukup tuduhan enggak jelas aku ke kamu"
"harusnya aku yang marah.. Tapi iniii kenapa jadi kamu yang....!!! Aah sudahlah aku lelah"
Brama masuk ke kamar nya sambil membanting pintunya
"braaaakkkkk.!!!!"
Dinda terkejut dengan amarah brama..
Ia menangis sejadi-jadi nya..
Bi juju mendekat dan memeluk dinda..
"non.. Astagfirullah...! Nooonn.. Sabar sayang!
" bibiiiii... Dinda harus gimana??? "
" istigfar non.. Istigfar.. "
Dinda menangis di pelukkan bi juju..
" dinda mau pulang biiii.. "
" iiihh jangaaannn, enggak boleh pulang ke rumah mama kalau lagi berantem tuh..! Enggak baik"
Dinda masih menangis..
Di kamar brama benar-benar marah.. Ia kesal dengan ucapan dinda..
Brama mencoba menarik nafas panjang.. Berusaha tenang, berusaha berfikir jernih..
Rasa cemburu brama justru menjadi boomerang bagi brama sendiri..
Dinda merasa tuduhan bertubi-tubi dari brama seperti jarum yang di tusuk-tusuk ke jantung nya
Sakit..
Dinda masih terduduk di meja makan sambil di temani bi juju..
" biii udah.. Tidur ajah sana biii..."
"non enggak apa-apa sendirian?"
"enggak apa-apa biii..."
"ya udah bibi tidur ya non..?"
"iya" dinda tersenyum
Brama merasa bersalah kepada dinda, ia pun pergi ke meja makan, menemui dinda
Brama mendekati dinda
"din... Istirahat.."
Dinda tidak menjawab, ia langsung berjalan ke kamar
Di kamar
Brama pun tidur di samping dinda
Mereka sama sekali tidak bicara..
Brama ingin sekali minta maaf tetapi dinda masih acuh kepada nya. Membuatnya ragu untuk meminta maaf
Tak lama dinda pun tertidur..
Brama melihat yang melihatnya langsung menyelimuti dinda..
Dan mengusap pipi nya
"maafin aku ya..."
Keesokan pagi nya...
Brama melihat dinda. Masih tertidur..
Ia tidak membangunkan nya karena merasa kasihan..
Brama langsung sholat subuh..
Setelah sholat ia melihat ke arah dinda kembali..
Dan mengusap kening dinda..
Ternyata kening dinda panas..
" heemm kok panas yaa.." brama mencoba memastikan..
Brama ke dapur mengambil air hangat untuk mengompres kening dinda..
Brama jadi merasa bersalah kepada dinda... Sampai-sampai membuat dinda sakit seperti ini..
Dinda pun membuka mata nya meski berat..
"mas.. Aku kok di kompres..?"
"iyaa.. Badan kamu panas tadi.."
Dinda mencoba menyentuh kening nya..
"enggak apa-apa kok aku.."
Dinda pun mencoba bangun dan duduk..
"pusing enggak...??"
"engggak kok, cuma kaya berat ajah kepala nya.."
"ehmmm.. Kita ke dokter ya..?"
"enggak usah.. Minum obat panas, vitamin trus istirahat juga sembuh nanti"
"ehmm maafin aku yaa.." brama cemas
Dinda tersenyum "maafin aku juga ya mas.."
Brama mencium kening dinda...
"kamu enggak kerja.."
"enggak dulu lah aku izin dulu nanti.."
"iihh enggak apa-apa? Udah kerja ajah sana.."
"enggak tenang aku kalau ninggalin kamu begini.."
Dinda tersenyum sambil memeluk brama
"aku sayang kamu mas!"
"iyaaa, mas juga sayang sama kamu"
Brama memeluk dinda dengan erat.. Dan berkali-kali memcium kepala dinda...
..
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like vote and coment