Make You Feel My Love

Make You Feel My Love
Eps 40



Sampailah mereka berdua di mall yang tak jauh dari rumah..


"kamu serius.."


"kapan aku enggak serius.."


Brama memarkirkan mobilnya..


"yuk turun.." kata brama


Dinda pun turun dari mobil..


Ia berjalan sambil bergandengan dengan brama..


Terlihat senyum brama begitu mesra kepadanya..


Mereka berjalan-jalan dari 1 toko baju ke toko baju yang lain


Dinda outlet sepatu kesukaannya dulu cha**&kh**, Hu****pis, dan masih banyak lagi


Brama tersenyum..


"kamu serius ini.."


Brama mengangguk "pilih ajah.. Aku tau selera kamu tuh". Bisik brama..


Setelah selesai belanja..


"udaaah.. Masih mau lagiii..?"


"ehmm enggak lah cukup.. Mau ke supermarket ajah nanti"


Brama tertawa.. " jiwa keibuan kamu yaaa pasti inceran supermarket lagi"


"ibu-ibu emang seperti itu, habis mau gimana lagi"


"iya.. Iya.. Hayu ke supermarket.."


Brama dan dinda pun pergi ke supermarket membeli beberapa bahan makanan..


Setelah selesai...


Dinda melihat jam.. "sayang yuk ntar kita telat ke dokter abdullah nya"


"iya hayu...."


Dengan tergesa-gesa dinda dan brama ke parkiran mobil..


Dan langsung menaruh semua belanjaan mereka di bagasi mobil mereka..


Brama pun melajukan mobil nya ke tempat prakter dokter abdullah..


"kira-kira lama enggak ya di sana"


"ehmm klo ke psikiater lumayan seh.. Biasanya"


"kok aku deg.. Deg an ya"


"udaah iihh santai ajah.. Anggap ajah mau curhat"


Brama tersenyum "kamu tuh ya.."


Sesampai nya di prakter dokter Abdullah..


Terlihat tempat yang begitu tentram.. Ada beberapa burung peliharaan.. Terus berkicau..


Ada air mancur buatan.. Dan taman..


Brama dan dinda masuk ke tempat praktek psikiater itu.. Di sambut oleh perawat di sana


"permisi.. Sudah buat janji dengan dokter.."


"sudah..atas nama brama subagyo.." kata brama


"oowh iya ada.. Pak brama.. Silahkan masuk.."


Dinda dan brama duduk di kursi tunggu


"tunggu sebentar yaa.. Saya panggil dokter dulu."


Tak lama kemudian dokter abdullah datang..


"pak silahkan masuk.." kata perawat yang ikut di belakang dokter..


Brama pun masuk sendirian..


Dinda hanya bisa menunggu nya di luar..


Lamaaaa dinda menunggu hampir 40 menit..


Daan keluar lah brama..


"udah.." tanya dinda


"iya.."


Dinda dan brama menunggu perawat menyiapkan obatnya..


"tuan brama.." panggil perawat


Brama pun mendekat.. Dan menerima beberapa obat..


Dinda mendekati brama..


"ok terima kasih ya sus.."


Perawat itu tersenyum kepada brama dan dinda..


"yuk pulang..." ajak brama..


Dinda memperhatikan muka brama yang terlihat sedikit agak lega..


"sini biar aku ajah yang nyetir.." kata dinda


Kali ini brama sama sekali tidak melarang nya, ia dengan senang hati memberikan kunci mobilnya kepada dinda..


Brama duduk dengan santai di bangku penumpang.. Sedangkan dinda sibuk mengatur bangku pengemudi supaya nyaman..


"segini aku tinggi.. Tapi ternyata kaki kamu lebih panjang yaaa.."


"hehhehe coment ajah kamu tuh.. Cepet berangkat bu supir"


Dinda melirik kesal..


"ehmmm... Nanti 2 minggu sekali aku di suruh terapi sama dokter abdullah.."


"ooowh selama berapa bulan"


"sampai benar-benar pulih.... Nanti kalau udah mendingan baru 1 bulan sekali gitu.."


"enggak apa-apa yang penting kamu sehat lagi.."


"ehmm iyaaa.. Maafin aku ya.."


"maaf apa lagi.."


"aku nyusahin kamu mulu..!"


"apa seeh kamu... Enggak ada yang nyusahin enggak ada yang di bikin susah! Suami istri ya begini.. Suka duka ya bareng-bareng"


"ehmm iyaa ibu.. Saya mengerti"


Dinda menyubit kecil paha brama..


"auh.. Din.. Cubitan kamu tuh ya.. Kecil tapi sakit banget seeh.."


"lagian ngeledek ajah.."


Setelah perjalanan yang cukup lama.. Kejebak macet di mana-mana.. Akhirnya mereka sampai di rumah


Brama langsung masuk ke kamar dan mandi, sedangkan dinda menaruh beberapa belanjaan bahan makanan di dapur


"bii.. Tolong di tata di kulkas ya"


"iya non.."


Dinda pun masuk ke dalam kamar.. Karena pintu kamar mandi di rusak oleh brama beberapa waktu lalu.. Jadi dinda selalu melihat brama mandi dengan telanjang bulat..


"sayang.." panggil dinda


"ehmmm... Kamu kenapa ngelihatin aku begitu seeh"


"sexy..." dinda tertawa


"iihh kamu tuh yaa..."


Dinda masuk ke kamar mandi.. Dan akhirnya mereka mandi berdua..


Brama kembali tertawa lagi..


Dengan seperti itu sudah membuat dinda senang bukan main..


Suaminya kembali.....


.


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️


Jangan lupa like vote and coment ya