
Tak terasa sudah 1 tahun mas bram tugas di papua..
#dinda di rumah mama
"din.. Dindaaa..?" panggil mama
"iyaaa maa.. Kenapa..??"
"rencana mas bram kapan pulang.."
"insyaallah besok ma.."
"berarti hari ini kamu pulang ke rumah"
"iya.. Tapi mau ke rumah ibu dulu.."
"oowh iya.. Salam buat mertua mu"
Kemudian datang mba dian..mendekati dinda dan mama di meja makan
"iyaaa tante bilangin sama si om, jangan tugas mulu...! Cepet bikin anak.. Program maksudnya"
"iyaa nanti pulang dari papua.. InsyaAllah mba.."
"ke dokter langganan aku ajah.."
"gimana nanti mba.. Kan aku harus bilang dulu ke mas bram.."
Mba dian terdiam, sambil mengelus-ngelus perutnya yang tengah hamil 6 bulan.. Ini merupakan kehamilan kedua mba dian..
Selama hamil mba dian lebih banyak di rumah tidak pernah terbang ke luar kota lagi..
Dinda pun pamit untuk pulang
Sebelum pulang dinda mampir ke rumah mertuanya..
"assalamu'allaikum buu.."
"wa'allaikum salam.. Di dapur din"
Dinda mendekat ke dapur..
Di sana ada ibu, citra dan 1pembantu (mbok marni)
"wiih lagi bikin apa neeh"
"biassaaa.. Pesenan temennya citra.." kata ibu
"ehhmm.. Aku bantu apa ya.."
"enggak usah, wong tinggal nunggu yang ini masuk oven.. Beres dech.." kata ibu sambil menunjuk adonan
"mba, mas bram.. Pulang besok ya.." tanya citra
"insyaALLAH.. Mau ikut jemput".
"enggak kah mba.. Nunggu di rumah ajah.. Ibu sama bapak ikut jemput juga"
"enggak ibu nunggu di sini.. Biarin mba mu ajah" ibu tersenyum malu
"iih ibuuu.. Padahal mah ikut ajah engk apa-apa"
"enggak.. Besok ibu mau bikin kue.. Buat brama.."
"ehmmm ok lah kalau begitu.."
Lama dinda di rumah mertua nya.. Dinda memang sangat dekat dengan mertua nya..
Sore hari nya dinda pun pulang ke rumahnya..
#di rumah
Sesampai nya di rumah dinda membereskan kamar nya untuk persiapan mas bram pulang..
Keesokan pagi nya..
Dinda bersiap-siap untuk menjemput brama di bandara halim..
Perkiraan pesawat datang pukul 12.00 wib..
Dinda berangkat di antar pak dono..
Dinda begitu bahagia, tak bisa ia tutupi lagi.. Betapa rindu nya ia kepada suami nya..
Sesampai di bandara, ternyata tak hanya dinda yang datang menjemput
Ibu-ibu persit banyak yang datang menjemput sang suami yang sudah 1 tahun bertugas di papua, mungkin ada yang lebih dari 1 tahun..
Dinda harap-harap cemas.. Ketika pesawat datang..
Pertama-tama logistik terlebih dahulu di turunkan... Lalu menyusul para prajurit turun..
Satu persatu prajurit turun.. Tapi batang hidung mas bram belum tampak juga
Di sisa terakhir baru terlihat sosok mas bram.. Terlihat lebih kurus dan lebih hitam..
Dari jauh.. Dinda sudah tak sabar ingin memeluknya...
Suami yang begitu ia rindukan..
Mas bram mendekati dinda...
Dinda mencium tangan mas bram.. Di peluknya dinda..
Dinda tak kuasa menahan tangisnya..
"yuk.. Kita ke mobil ajah.."
Dinda hanya mengangguk..
"ndan logistik.." kata agus mendekat
"ehm suruh bimo yang urus.. Saya ke mobil dulu ya.. Nanti saya balik lagi..."
"siap ndan..."
Brama mengantar dinda ke mobil,sambil terus merangkul dinda
Sesampai nya di mobil,brama.menaruh rangsel nya yang besar itu di bagasi mobil nya..
"sayang tunggu sini yaa.. Aku ngurrus logistik senjata dulu ya.."
"iyaaa..."
Brama mencium kening dinda, dan tersenyum..
Sebagai ketua batalyon brama memang sangat bertanggung jawab kepada anak buah nya..
Ia menghitung semua logistik yang turun dari pesawat dengan agus dan bimo..
Bukan logistik biasa melainkan senjata sitaan dari pemberontak papua.. Senjata yang benar-benar banyak dan akan di proses di markas..
Lelah terlihat dari muka brama.. Badan nya terlihat kurus, mungkin karena lelah di sana.
Setelah selesai melakukan croscheck logistik.. Brama pun datang mendekati dinda di mobil..
"sayang.."
"udah selesai,ngitung logistik nya"
"udah.. Besok tinggal di periksa lagi di markas..! Kita pulang yuk.."
Dinda mengangguk..
Sepanjang jalan dinda tak melepaskan genggaman tangannya.. Sambil terrus menatap brama..
Ia masih tidak percaya, sekarang suami nya ada di hadapannya..
..
.
.
. ❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like vote and coment