
Dinda berubah jadi pendiam.. Ia sama sekali tidak bicara apa pun..
"din.. Dinda kamu enggk makan" kata ibu
"nanti bu"
"kamu dari pagi enggk makan loh din.. Nanti sakit"
Dinda tersenyum, lalu masuk ke kamarnya..
Ibu yang melihat dinda seperti itu pun bingung..
Didalam kamar
Dinda terdiam.. Ia menggenggam handphone nya ingin menelpon brama.. Tapi hati nya Ragu-ragu..
Di letakkannya handphone nya di meja samping tempat tidur..dan ia merebahkan dirinya di kasur melihat langit-langit kamar yang seakan berubah jadi hitam..
Hati benar-benar sakit.. Marah.. Rasa nya ingin meluapkan kemarahannya tapi ia tahan karena masih ada mertua.. Tidak enak..
Sore hari nya
Brama belum juga pulang...
Hati dinda mulai tidak karuhan..
"brama belum juga pulang" tanya ibu
"belum bu.."
"coba di telpon..."
Dinda pun memberanikan diri untuk menelpon brama..
Terus menelponnya tetapi tidak di angkat nya..
Dinda mencoba menenangkan diri nya..
"gimana.. Di angkat sama brama"
"enggak bu... Mungkin lagi di jalan bu"
Menjelang magrib, brama pun pulang..
"assalamu'allaikum... Maaf bu pak.. Lagi banyak kerjaan.. Jadi gini sabtu pun kerja"
"wa'allaikum salam... Yo ndak apa-apa"
" aku mandi dulu ya pak"
Dinda hanya diam sambil menyiapkan makan malam dengan citra dan bi juju
Setelah brama selesai mandi
Ia langsung menggendong gendis.. Dan bermain dengan gendis..
"makan dulu hayu.." kata ibu
"iya bu.."
Dan mereka pun makan malam bersama.. Tak ada omongan apa pun dari mulut dinda, diam seribu bahasa..
Brama pun merasa ada yang berbeda dari dinda..
Setelah selesai makan, bapak, ibu, brama duduk di ruang tv..
" besok bapak, ibu sama citra pulang ke jakarta" kata bapak
"oowh.. Buru-buru amat pak"
"iya.. Kan citra harus kerja.. Bapak juga.. Sebenarnya seh udah capek bapak tuh.. Tapi pensiun nya masih 3 bulan lagi"
"sebentar lagi"
"iyaaa... Hehhehhe enggak terasa ya.. Tinggal citra ini belum menikah.. Rencana tahun lalu eeh malah putus.."
"belum jodoh"
"apa aku jodohin ajah ya kaya kamu sama dinda"
"anak nya mau enggak.. Takut nya citra nya enggk mau"
"itu dia.."
Brama terdiam..
Tiba-tiba citra datang..
"ehmm ngomongin aku yaa.." kata citra
"kamu di jodohin ajah ya"
"iihh apaan seh.. Enggak mau lah.."
"mas mu ajah sama mba dinda bisa tuh" kata bapak
Citra melirik ke arah brama..
"ehmm tapi kenalan dulu pak, jangan kaya mas bram langsung nikah begitu"
"hehheehhehe ya ndak laahh.. Bapak tau kamu"
Brama hanya tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut citra..
"dinda di kamar gitu bram" tanya ibu
"iya kaya nya bu..."
"coba kamu lihat.. Dari tadi pagi tuh enggak makan..takut sakit"
Brama pun langsung ke kamar, mendekati dinda..
Di dalam kamar dinda sedang terlihat rebahan sambil membelakangi arah pintu..
"ehm.."
"kamu kenapa.. Sakit" brama menyentuh pundak dinda..
Dinda sama sekali tidak bergeming
"kamu sakit"
"pusing"
"mau alu ambilkan obat.."
"enggak perlu, aku sudaj minum obat"
Brama memcoba memutar badan dinda untuk menghadapnya.. Tetapi dinda menolaknya
Di sentuh kening dinda
"kepala kamu hangat.."
"aku enggak apa-apa"
"kita mau ke dokter"
"aku enggak apa-apa, aku mau tidur, tinggalin aku sendiri mas.."
Brama terrdiam dan meninggalkan dinda di kamar nya..
Ketika brama keluar dari kamar, bapak ibu dan citra sudah masuk kamar masing-masing
Ia pun menengok gendis di kamar nya, yang sudah tertidur juga dengan bi juju..
Brama pun menuju ke ruang tv.. Ia menonton acara bola malam itu..
Tiba-tiba handphone berdering, bunyi WhatsApp..
Di buka oleh brama ternyata dari erika
"mas.. Lagi apa, enggak kangen sama aku"
"jangan hubungi saya"
"iihh judes banget seeh"
"mau kamu apa.."
"kamu"
"udahlah.. Sudah malam saya mau tidur"
"ehmmm mas.. Jangan gitu dong"
Tidak di balas lagi oleh brama dan pesan WhatsApp nya pun langsung di hapus oleh brama..
"sialan emang si erika tuuh.. Gila banget tuh cewek.. Harus bagaimana lagi ya" gerutu brama
Karena kelelahan brama pun tertidur di sofa depan tv..
Dinda yang menunggu brama di kamar,tetapi brama tak kunjung datang ke kamar nya..
Dinda pun keluar dari kamar nya..
Ia melihat brama sudah tertidur di depan tv..
Hatinya begitu iba..
"beneran capek banget gitu yaa.. Kok aku kasihan yaa ngelihat nya.. Tapi siapa wanita ituuuu..." kata dinda dalam hati
Ia pun mendekati brama..
"mas.. Mas.. Tidur di kamar yuk"
"ehmm.."
"tidur di kamar.."
"ehmm iya.."
Brama pun bangun dan langsung menuju ke kamar nya.. Di ikuti dinda
Brama langsung memrebahkan badannya di kasur.. Sedangkan dinda seperti enggan tidur dengan brama..
"kok kamu diam ajah di situ..! Sini" sambil menepuk bantal di sebelah nya
Dinda terdiam..
"aku tidur sama gendis ajah"
"aahh.. Sini ajah temenin aku.. Kamu enggak kangen sama aku"
"aku ke kamar sebelah ya.."
Brama terdiam, ia tidak melarang dinda..
Akhirnya brama pun tidur sendirian..
Dinda hanya menahan tangis nya.. Sambil duduk di samping ranjang gendis...
.
.
.
.
. ❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like vote and coment