
Dinda duduk sambil melihat jam.. Sudah berapa kali mules nya dalam 5 menit.. Memang belum terlalu sering.. Ia berusaha menahannya..
Dinda bolak balik ke kamar mandi..rasa nya ingin buang air kecil tapi tidak, buang air besar tapi enggak keluar
Sudah beda rasa nya..
Seperti ada yang menekan bagian bawah ***********..
Dinda berusaha tenang..
"tarik nafaaaassss... Huuuhaaahhh...!ehmm...huuhhhaaahh" kata dinda teruuss di ulang-ulang
Brama meraba-raba bantal sebelah nya, maksud hati ingin memeluk dinda, tetapi kok enggak ada dinda..
Brama bangun sambil menyipitkan mata nya, berusaha melihat dengan jelas ke arah dinda..
"diinn.. Dinda..."
"ehm.." dinda menahan mules..
Brama bangun dari tidur nya.. Ia menyalakan lampu kamar..
"kamu kenapaaa?" Brama mendekat..
"sakiiittt ini perut nya..."
Brama mencoba menyentuh perut dinda
"keras amat ini din..."
"iyaaaa kontraksi mas..."
"mau lahiran"
"enggak tau... Tapiii belum ada lendir darah seh"
"mau periksa ke rumah sakit"
Dinda menggeleng "nanti ajah... Masih bisa aku tahan.."
Brama duduk di bawah dekat kursi, ia terus melihat ke arah dinda..
Dinda tersenyum sambil membelai. Rambut brama..
"tiddur lagi sana... Aku enggak apa-apa kok! Nanti kalau makin sering.. Aku bangunin mas"
"ya udah duduknya deket kasur ya"
Dinda bangun dari duduk nya, ia merasa seperti ada yang keluar dari ***********..
Brama menggeser kursi yang di duduki dinda ke dekat tempat ttidur...
#di kamar mandi..
Dinda meraba ******** nya.. Ternyata lendir dan bercampur darah, seperti orang pertama haid..
"ehmm... Lendir darah ini! Mandi ajah dulu lah" kata dinda dalam hati..
Ia pun langsung mandi..
Jam menunjukkan pukul 3 dini hari
Setelah selesai mandi...
"kamu mandi din"
"iyaaa biar segar...."
Dinda. Langsung memakai baju.. Setelahnya ia duduk kembali di sofa dekat tempat tidur..
"auuhh.. Ehmmm...." dinda. Merasakan kontraksi.. Tapi kali ini lebih kencang dan lama
"kita ke rumah sakit ajah ya"
"nanti dulu mas..."
"baju- baju kamu udah disiapin.."
"udaahh, baju aku terrus baju bayi.. Semua di tas gede itu" dinda menunjuk tas yang di letakkan di pinggir lemari
Brama mendekati tas itu didekat tempat tidur..
"ehhmm... Astagfirullah.. Ya ALLAH..." dinda mulai kesakitan lagi
"ke rumah sakit ajah yaaa..." brama terlihat panik
"nanti ajah mas.. Tunggu subuh.."
"iya.."
Selama brama mandi.. Dinda teruuss memahan mules nya..
"ehmmm... Maaassss"
"iyaaa..."
Brama keluar dari kamar mandi..
"makiiinnn sering makin sakittt ini maaahhh"
"iya yaaa. Sebentar.. Aku pakai baju dulu"
Dinda sudah tidak bisa menahannya...
"maaassss... Astagfirullah..hhuuu.. Ehmmm.. MasyaALLAH!"
Brama langsung menghidupkan mobil nya dan menaruh tas keperluan dinda dan beberapa barang keperluan lainnya..
Bi juju keluar dari kamar gendis..
Dan langsung mendekati dinda di kamar nya..
"non.. Non.. Mau lahiran"
"enggak tau ini biii... Biiii sakiit banget ini"
Dinda mencengkram tangan bi juju..
"iya non.. Sabaaarrr..!"
"astagfirullahhal'azim... Ehmmm..."
Brama langsung ke kamar..
"bii, aku titip gendis yaa..!"
"iya paak.. Hati-hati ya pak" kata bi juju yang tidak tega melihat dinda kesakitan
"ehmmm.... Maasss.."
" iyaaa.."
Brama langsung memegang kedua lengan dinda dan membantu nya berrjalan..
"astagfirullah maaass..."dinda membungkuk menahan sakit nya..
" diiinn... Tahan yaaa.. Sabarr yaa.. "brama memijat bahu dinda..
Dinda mencoba bangun.. Untuk berjalan.. Tapii rasa sakit itu datang lagi...
" euuh mass.. Ya ALLAH!"
" bisa jalan enggak din.. Mau aku gendong "
" enggak usah.. Aku bisa"
Dinda berjalan lagi pelan ke arah mobil...
Setelah masuk ke dalam mobil.. Sakit perut nya benar-benar teruuuss menerus tidak ajah jeda.. Menarik nafas pun seperti berat..
Brama segera menjalankan mobil nya ke rumah sakit..
"sabar ya diinn.." brama sesekali melihat ke arah dinda yang sedang kesakitan..
"ehmmm... ALLAH sakiiit nyaa.." dinda mencengkram tangan brama..
Brama berusaha tenang menyetir mobil nya..
Sambil sesekali melihat ke arah dinda..
Rasa cemas, panik, bingung itu yang di rasakan oleh brama...
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️
Jangan lupa like vote and coment